Home / Berita Terkini / Unpar Radio Station: We Work, We Play, We Are Family

Unpar Radio Station: We Work, We Play, We Are Family

Pertama kali dibentuk pada tahun 2003, Unpar Radio Station atau yang lebih dikenal sebagai URS merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang broadcasting yang menyalurkan bakat yang dimiliki mahasiswa khususnya melalui dunia radio.

We work, we play, we are family’, itulah moto yang selalu dijunjung tinggi oleh URS. “Itulah yang kita tawarkan dari URS. Kita bermain bersama, bekerja bersama menjadi sebuah keluarga. Jadi yang menjadi nilai lebihnya adalah URS sebagai sebuah keluarga,” jawab Nicholas Rolando, General Manager URS.

Setiap harinya para anggota URS melakukan kegiatan siaran dimulai dari pukul sembilan pagi hingga lima sore. Sampai saat ini sudah ada 90 orang mahasiswa Unpar yang menjadi anggota URS yang terbagi kedalam tujuh divisi yang berbeda. Diantaranya adalah announcer, producer, music director, creative team, operator programme team, public relation, dan reporter.

Terus Berinovasi

Setelah 16 tahun berdiri, URS terus memberikan inovasi-inovasi barunya untuk para Sobat Kampus. “Fokus terhadap internal dan eksternal. Internalnya kita ingin memperbaiki infrastruktur-infrastruktur kita, seperti komputer, mixer, dan dekorasinya. Kalau eksternal, (kita) membuat podcast URS yang ada di Spotify dan Apple Podcast, yang lainnya ada YouTube sebagai media relevansi supaya relevansi kita lebih naik,” tambah Nicholas.

Bergabung ke dalam sebuah organisasi kampus tentu saja membawa banyak manfaat tersendiri. Seperti misalnya mempelajari soft skill baru atau belajar bagaimana cara berkomunikasi dan bekerjasama di dalam suatu organisasi. Khususnya dalam URS mahasiswa dengan mudah akan lebih mendalami bagaimana dunia penyiaran radio dan juga mahasiswa akan mendapatkan banyak koneksi dan teman-teman baru.

“Harapan untuk URS, kami pengennya lebih eksis lagi di kalangan sobat kampus di Unpar, tentunya dengan bantuan dari publikasi, dari BKA, LKM, MPM, dan pihak-pihak lain. Kita pengen lebih kolaboratif dan jadi lebih solid antar birokrasi kedepannya,” tutup Nicholas. (YJR/DAN)