Home / Alumni / Ivan Yohan, Mendunia Lewat Paduan Suara
Foto oleh Annette Willacy, Dok. Publikasi Unpar

Ivan Yohan, Mendunia Lewat Paduan Suara

Berdiri sejak tahun 1962, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (PSM Unpar) merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang musik dan vokal dalam paduan suara. Sebagai salah satu paduan suara mahasiswa tertua di Indonesia, PSM Unpar telah banyak menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. 

Tidak sedikit juga alumni dari PSM yang sukses berkarir di bidang musik, seperti misalnya menjadi seorang Music Director dan Konduktor. Salah satunya adalah Ivan Yohan yang memulai karier musiknya saat bergabung pertama kali dengan PSM Unpar. Kepada Tim Publikasi Unpar, ia membagikan pengalamannya hingga kini mendunia lewat paduan suara.

Awal Perjalanan

Ivan Yohan yang juga merupakan alumni Akuntansi Unpar pertama kali bergabung dengan PSM Unpar karena mengikuti saran dari temannya. “Pada awalnya, saya hanya bertekun di PSM Unpar dengan tujuan untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan,” tuturnya. Pada saat itu, bernyanyi dalam paduan suara merupakan hal yang baru baginya. Namun akhirnya Ivan menemukan jati diri dan passion-nya sehingga ia berkeinginan untuk berkembang dalam bidang seni musik, khususnya dalam paduan suara.

Dirinya pun diberi kepercayaan untuk menjadi asisten dirigen dan menjadi pelatih vokal bagi adik-adik angkatannya di PSM Unpar. Keseriusannya dalam bidang musik akhirnya membawa dirinya untuk berani mengambil Bachelor musik di Belanda dan dilanjutkan dengan Master dalam choir conducting dan vokal. “Saat ini saya bekerja sebagai dirigen dua paduan suara professional dan satu paduan suara non professional di Belgia, selain masih menjadi dirigen di PSM Unpar tercinta,” tambah Ivan.

Komposer dan Konduktor

Pada tahun 2011 perjalanannya sebagai seorang komposer membuahkan hasil dengan mendapatkan penghargaan untuk komposisi karya lagunya yang berjudul “Après un rêve” yang dinyanyikan oleh PSM Unpar di kompetisi paduan suara internasional di kota Tours (Perancis). “Sebagai konduktor, sepertinya sulit untuk menunjuk mana kesan yang paling dalam, karena semua proyek yang saya lakukan dengan paduan suara manapun selalu memberi kesan yang berbeda-beda. Tiap paduan suara dan setiap proyek memiliki tantangan yang unik, terutama di PSM Unpar” jawabnya saat ditanyakan pengalamannya yang paling berkesan selama menjadi konduktor.

Menjadi Music Director di PSM Unpar, sudah banyak prestasi yang didapat untuk mengharumkan nama almamater dan negara baik itu di lingkup nasional maupun di lingkup internasional. Salah satunya adalah ketika PSM Unpar dan dirinya memenangkan juara pertama di kompetisi di Spittal an der Drau di Austria pada tahun 2014.

Dirinya mengakui ada banyak tantangan yang harus ia lalui hingga sampai ke karirnya saat ini. Baginya, tantangan terbesarnya sebagai dirigen adalah ketika ia harus berpindah ke Belgia setelah mengakhiri studinya di Belanda. “Sebagai musisi, network merupakan hal yang cukup penting dalam penitian karir. Cukup sulit untuk memperkenalkan diri di awal karir saat di Belgia setelah meninggalkan network yang sudah saya bangun di Belanda selama masa studi,” jawab Ivan.

Parahyangan Heritage

Pada Agustus 2019, PSM Unpar kembali menggelar konser Parahyangan Heritage Jilid 3. “Tujuan utama kami (mengadakan konser) adalah untuk melatih komposer-komposer baru dari dalam PSM Unpar sendiri dan sebagai wadah untuk mengembangkan minat dan bakat anggota-anggota PSM Unpar dalam membuat komposisi lagu paduan suara,” jelas Ivan, yang juga akan menjadi Konduktor dalam konser Parahyangan Heritage.

Parahyangan Heritage akan diselenggarakan di tiga kota besar di Indonesia, yaitu di Bandung, Jakarta, dan Medan.

Artikel Terkait – PSM Unpar Dalam Konser Parahyangan Heritage 3

Berkembang Lewat Musik

Saat ditanya apa pesan yang ingin disampaikan bagi komunitas Unpar, ia mengajak mahasiswa Unpar untuk mencoba bergabung dengan PSM Unpar agar dapat membuka wawasan bermusik, membentuk persahabatan melalui musik dan berbagai bahasa dalam lagu serta untuk mengembangkan bakat yang mungkin selama ini masih terpendam.

Ivan juga memberikan rasa terima kasihnya kepada segenap anggota PSM Unpar atas kebersamaan dan susana musik yang telah diciptakan bersama. Tidak lupa, Ivan juga memberikan rasa terima kasihnya kepada rekan-rekan alumni yang pernah atau yang masih bergabung dengan PSM Unpar karena telah bersama-sama mengharumkan nama PSM Unpar, almamater dan di samping itu juga telah mengharumkan nama bangsa di mancanegara.

“Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Universitas yang telah banyak mendukung kegiatan-kegiatan PSM Unpar selama ini dan kepada Bapak Bambang I. Sugiharto sebagai Pembina PSM Unpar yang tidak pernah kenal lelah mendukung kami semua. Dirgahayu Unika Parahyangan!” tutup Ivan. (YJR/DAN)