Home / Berita Terkini / Kelola Sampah Kampus Wujudkan #UnparHijau
  • Masyarakat Unpar menyaksikan peragaan pembuatan pupuk organik metode MOL dalam Talkshow Unpar Hijau, Jumat (23/8)

  • Salah satu uji kualitas pupuk dengan menggunakan aliran listrik. Pupuk yang baik menghantar listrik dengan baik pula.

  • Antusiasme masyarakat Unpar menukarkan sampah daur ulang dengan tumbler dan totebag

Kelola Sampah Kampus Wujudkan #UnparHijau

Setiap bulannya sejak peringatan Hari Bumi 22 April 2019 silam, Biro Umum dan Teknik Universitas Katolik Parahyangan (BUT Unpar) menyelenggarakan kegiatan Unpar Hijau. Kegiatan sehari penuh ini diisi dengan berbagai mata acara, seperti kerja bakti “Bebersih Unpar” serta penukaran limbah daur ulang dengan tumbler dan totebag.

Namun, ada yang berbeda dengan penyelenggaraan Unpar Hijau kali ini yang diadakan pada Jumat (23/8). BUT Unpar kali ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung untuk menyebarkan informasi mengenai langkah pengelolaan sampah khususnya di Unpar. Talkshow yang diselenggarakan di Lobby Rektorat Unpar diikuti oleh staf lingkungan Unpar (ISS), anggota komunitas Unpar lain, juga warga masyarakat umum.

Ubah Sampah Jadi MOL

Salah satu hasil olahan sampah yang dikenalkan oleh DLHK Kota Bandung adalah beragam pupuk organik hasil sampah mudah terurai. Adapun pupuk yang diperkenalkan adalah pupuk kompos yang padat serta mikroorganisme lokal (MOL) berbentuk cairan. DLHK kemudian memperagakan kualitas pupuk organik yang mampu melampaui pupuk anorganik seperti Fosfor dan NPK melalui uji elektrolit. 

Tidak hanya itu, para peserta talkshow diajak mempraktekkan langkah-langkah pembuatan MOL. Berbeda dengan anggapan masyarakat pada umumnya, pembuatan MOL ternyata mudah untuk dilakukan bahkan pada skala rumah tangga. Bahan-bahan MOL seperti air kelapa, gula merah, serta sampah organik yang mudah didapatkan diproses dalam wadah tertutup selama dua minggu, sehingga menghasilkan cairan MOL yang bermanfaat bagi kesuburan tanaman.

Totebag dan Tumbler

Kegiatan Unpar Hijau kali ini juga diisi dengan penukaran sampah yang dapat didaur ulang dengan tumbler dan totebag. Baik mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan antusias mengumpulkan botol-botol bekas air mineral serta limbah kertas bekas dan menukarkannya dengan tumbler atau totebag. Selain itu, BUT Unpar juga menawarkan minuman dengan harga murah bagi masyarakat Unpar yang membawa tumbler.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan. Pengolahan sampah kampus menjadi barang bermanfaat adalah salah satu langkah nyata dalam mendukung kampus Unpar Hijau yang ramah lingkungan. (DAN)