Home / Alumni / Membaktikan Diri di Desa, Mengasah Kepedulian Sosial

Membaktikan Diri di Desa, Mengasah Kepedulian Sosial

Dahulu, masa orientasi dianggap sebagai momok bagi mahasiswa baru. Bagaimana tidak, orientasi mahasiswa acapkali diwarnai oleh usaha perpeloncoan dari oknum yang menganggap dirinya senior. Masa yang seharusnya menjadi ajang adaptasi bagi para akademisi muda tidak lagi mengundang simpati dan keikutsertaan. Ajang adaptasi pun ditinggalkan, menjauhkan mahasiswa dari masalah nyata yang ada di dalam masyarakat.

Padahal, mahasiswa diharapkan bisa membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan. Perubahan dapat terjadi apabila mahasiswa mampu menempatkan diri dalam kondisi dan kebutuhan masyarakat. Orientasi menjadi penting, karena dalam masa-masa awal inilah mahasiswa mengalami perubahan pola pikir dan sikap menjadi insan yang lebih kritis dan peduli. Oleh karena itu, masa orientasi perguruan tinggi masa kini sudah seharusnya dirancang untuk mengasah nilai-nilai tersebut.

Setiap perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan pribadi manusia yang utuh, tidak hanya matang keilmuannya, tapi juga memiliki kualitas sosial yang baik. Hal ini menjadi poin penting dalam pendidikan yang ditanamkan di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).

Sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kakinya di perguruan tinggi, mahasiswa dibimbing untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi sesuai dengan Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Unpar (SINDU). Nilai menjadi mahasiswa yang utuh, cinta kasih dalam kebenaran, serta hidup dalam keberagaman dipelajari dan diresapi dalam rangkaian Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) Unpar.

Bakti Desa

Untuk melengkapi proses pembelajaran para mahasiswa, fakultas dan program studi di Unpar menyelenggarakan kegiatan sosial dan kuliah lapangan. Salah satunya adalah Bakti Desa atau lazim disebut Bakdes. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpar seusai rangkaian kegiatan SIAP.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hingga empat hari ini, mahasiswa FISIP merasakan realita hidup masyarakat di pedesaan. Bakdes merupakan program unggulan di lingkungan FISIP Unpar sejak tahun 2008, dan terus disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa maupun lingkungan desa tujuan.

Tahun ini, kegiatan Bakdes diadakan di Desa Samida, Selaawi, Garut, selama tiga hari, mulai tanggal 10 sampai 12 Agustus 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 450 mahasiswa peserta, mayoritas di antaranya merupakan mahasiswa baru yang didampingi oleh panitia mahasiswa serta dosen dan tenaga kependidikan dari fakultas. Penyelenggaraan Bakdes yang bersinggungan dengan akhir masa orientasi mahasiswa menjadi kesempatan yang baik bagi mereka untuk mengimplementasikan nilai-nilai universitas dan fakultas secara nyata dalam lingkungan masyarakat pedesaan.

Kolaborasi dengan warga

Kesuksesan Bakdes 2018 tidak lepas dari keberhasilan mahasiswa untuk berkolaborasi dengan masyarakat desa. Melalui koordinasi yang baik dengan warga, mahasiswa FISIP mampu untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di desa tempat tinggal mereka. Dari berbagai masalah yang ada, mahasiswa kemudian bekerja sama dengan warga untuk menciptakan solusi bagi masalah tersebut. Selama mengalami proses ini, baik mahasiswa maupun warga saling beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan yang ada.

Pada penyelenggaraan Bakdes 2018, salah satu bakti mahasiswa serta warga adalah merancang dan membangun tempat sampah guna menjaga kelestarian lingkungan di Desa Samida. Kegiatan lain seperti trekking dan pengembangan karakter menjadi pelengkap proses pembelajaran mahasiswa. Antusiasme mahasiswa dalam mempelajari berbagai hal baru di desa menghasilkan kesan tersendiri baik bagi peserta maupun masyarakat. Dengan pemikiran baru yang dibawa oleh akademisi Unpar, Desa Samida mendapat kontribusi yang baik demi pengembangan masyarakat di masa mendatang.

Sesuai dengan Sesanti Unpar, Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti, mahasiswa Unpar berkewajiban untuk mengamalkan ilmunya demi kebaikan bersama. Dalam menghadapi lingkungan yang baru, semangat kebersamaan dan penghargaan atas keberagaman sangatlah penting. Seperti yang ditampilkan melalui Bakti Desa FISIP Unpar, bahkan mahasiswa baru Unpar dapat berperan dalam mengatasi problematika masyarakat. Kontribusi positif, baik lewat pemikiran maupun tindakan nyata, menjadi aksi nyata kepedulian akademisi muda untuk berbakti bagi masyarakat.

 

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 21 Agustus 2018)