Home / Berita Utama / Wakili Unpar di ParmadMUN dan BrawijayaMUN 2016, Timmy Raih Best Delegate dan Best Position Paper

Wakili Unpar di ParmadMUN dan BrawijayaMUN 2016, Timmy Raih Best Delegate dan Best Position Paper

Mahasiswa program studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Timothy Ariel Wijaya (Timmy) berhasil meraih predikat ‘Best Delegate’ pada Paramadina Model United Nations (ParmadMUN) yang diselenggarakan oleh Paramadina Model United Nations Club – Universitas Paramadina setelah pada tahun 2015 lalu meraih predikat yang sama. Pada ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilaksanakan di The Energy Building, Jakarta 13-15 Oktober 2016 tersebut Timmy berpartisipasi sebagai delegasi Federasi Rusia pada council United Nations General Assembly (UNGA).

ParmadMUN pada tahun ini mengusung tema “Overcoming the Emerging Global Challenges”. Council UNGA yang diikuti oleh Timmy mengangkat topik “Questioning Urgency of Reforming United Nations Security Council (UNSC)” dengan membahas hal utama yakni terkait eksklusivitas Dewan Keamanan PBB yang menghasilkan kurangnya representatf dari negara-negara di benua Afrika, Asia, dan juga Amerika Selatan. Hal tersebut mendorong kepentingan untuk menambahkan anggota tidak tetap UNSC. Hak veto yang dimiliki oleh negara anggota tetap (Permanent 5 – P5) dinilai sudah tidak relevan lagi dengan isu keamanan di abad 21, maka beberapa negara menginginkan hak ini dihapuskan.

Tantangan yang harus dihadapi dalam sidang tersebut yakni adalah banyaknya negara yang menuntut hak yang sama dengan negara P5. Sementara, jika hal tersebut diberikan maka stabilitas keamanan dunia akan semakin kompleks.

Sebelumnya Timmy juga berhasil meraih predikat ‘Best Delegate’ dan ‘Best Position Paper’ sebagai delegasi Federasi Rusia pada council United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Brawijaya Model United Nations (BIMUN) 2016 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur pada 6-9 Oktober 2016 lalu. BIMUN 2016 mengangkat tema “Pursuing Global Stability Through Implementing Sustainable Development Goals (SDGs)” dengan membahas usaha-usaha yang dilakukan oleh negara-negara dalam menghadapi kerusakan serta kerugian sebagai dampak dari adanya perubahan iklim, kerjasama teknologi untuk mereduksi dampak tersebut, serta peran masyarakat dan aktor non-negara lainnya dalam mendukung usaha pemerintah menanggulangi perubahan iklim. Namun, ada tantangan yang masih harus dihadapi yakni prioritas masing-masing negara yang berbeda-beda serta banyaknya negara yang belum siap untuk mengganti bahan bakar fosil dengan energi terbarukan.