Home / Berita Terkini / Wajah Nusantara 2019, Apresiasi Seni Tradisional Melalui Gelar Seni Tari Ciungwanara

Wajah Nusantara 2019, Apresiasi Seni Tradisional Melalui Gelar Seni Tari Ciungwanara

Lingkung Seni Tradisional Universitas Katolik Parahyangan (Listra Unpar) kembali menggelar Wajah Nusantara (Wanus), yaitu sebuah pagelaran seni tari tahunannya pada Sabtu (24/8) di Teater Tertutup Dago Tea House. Sebagai salah satu program kerja Listra Unpar, Wajah Nusantara pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010 dan sejak tahun 2014 karena mendapatkan respon yang positif dijadikan sebagai acara tahunan dari Listra.

“Kita melihat masyarakat kadang gatau sama cerita daerahnya sendiri, sama budayanya sendiri. Jadi kita (Listra) dengan pagelaran ini mengharapkan masyarakat teredukasi dengan budayanya sendiri,” jelas Widni Agusya, selaku ketua pelaksana Wanus 2019.

Pada pagelaran Wanus 2019 ini, tarian yang ditampilkan berasal dari cerita Ciungwanara yang berasal dari tanah Sunda. “Aku ngerasa ada banyak cerita (di Pulau Jawa) tapi orang-orang cuma tau Sangkuriang atau Lutung Kasarung. Jadi kita bawa (cerita) yang orang-orang kurang tahu,” tambah Widni.

Kolaborasi Mahasiswa – Alumni

Ada kurang lebih 45 mahasiswa Unpar yang turut berpartisipasi sebagai penari dan pemusik dalam pagelaran Wanus 2019 ini. Salah satunya adalah Hafiz Janitra Ramadhan, alumni Sipil Unpar tahun 2009, yang berperan sebagai Ciungwanara.

Hafiz pertama kali mengikuti Listra pada tahun 2012, “Waktu itu butuh talent untuk menampilkan kebudayaan Jawa Barat, lalu ingin eksplor di seni tari karena sebelumnya belum pernah juga dan akhirnya gabung dengan Listra sampai sekarang”, tutur Hafiz.

Menurut Hafiz yang berperan sebagai pemeran utama, Ciungwanara merupakan cerita yang sangat menarik untuk diangkat karena orang-orang masih kurang mengenal detail ceritanya, yaitu legenda cikal bakal pembagian Jawa Barat dan Jawa Tengah sampai Timur.

“Biasanya ada audisi, tapi (saya) dipilih, jadi cukup kaget. Sebagai pemeran utama jadi harus responsible untuk latihan lebih keras. Bener-bener harus ekstra dan fokus,” jawab Hafiz saat ditanyakan bagaimana perasaannya sebagai aktor utama di pagelaran Wanus 2019.

Di akhir wawancara, Hafiz berpesan agar para penonton dapat menikmati pagelaran seni dari Wanus dan agar semakin aware terhadap kebudayaan di Jawa Barat dan di Indonesia. “Pengennya anak muda sekarang berpartisipasi langsung untuk melestarikan budaya. Mungkin ga harus dengan menari dan main musik, tapi dari apresiasi juga cukup,” tutup Hafiz. (YJR/DAN)