UNPARstopKBGO: Kolaborasi UNPAR-Magdalene Melawan Kekerasan Digital Berbasis Gender

Oleh: Elisabeth Adyiningtyas Satya Dewi, S.IP., M.A., Ph.D. & Yulia Indrawati Sari, Ph.D. (Dosen Pengampu Mata Kuliah Gender Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNPAR)

Memperingati 16 Hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) bekerja sama dengan majalah perempuan berperspektif feminisme, Magdalene melakukan kampante bertema “Anti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)” sebagai upaya menciptakan dunia digital setara gender.

Kampanye tersebut melibatkan langsung mahasiswa HI UNPAR pada mata kuliah (MK) Gender dalam Hubungan Internasional. Mahasiswa yang mengambil  mata kuliah tersebut mengekspresikan kepedulian mereka akan berbagai kekerasan digital yang terjadi, terutama terhadap perempuan. Kepedulian tersebut dituangkan melalui karya kreatif kampanye anti KBGO yang disosialisasikan melalui media sosial Instagram Prodi (@hi.UNPAR) dari tanggal 25 November sampai 10 Desember 2021.

Sebelum melakukan kampanye, pada 26 Oktober 2021 lalu, Prodi HI mengundang Co-Founder dan Editor in-Chief Magdalene Devi M. Asmarani sebagai narasumber, untuk memberikan pembekalan materi kampanye berperspektif feminisme, terutama mengenai kekerasan digital.

Harapannya, mahasiswa yang mengambil MK  ini akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan, semangat, inspirasi, dan energi untuk berkontribusi dalam membangun kesadaran melawan kekerasan dan ketidakadilan gender, terutama yang terkait dengan  tema kekerasan digital yang dialami perempuan.

Selama 16 hari masa kampanye, mahasiswa membuat sekitar 45 poster kampanye anti KBGO yang disosialisasikan di instagram HI UNPAR. Berbagai poster tersebut mengangkat berbagai isu KBGO seperti perundungan berbasis gender di ranah online, objektifikasi perempuan,  gaslighting (manipulasi dalam sebuah hubungan berbasis gender), dan KBGO dalam komunitas gamers.

Tidak hanya kekerasan digital terhadap perempuan, mahasiswa juga mengangkat kekerasan terhadap laki-laki di ranah digital. Selain itu, mahasiswi/a mengangkat isu seputar definisi dan pemahaman mengenai KBGO, memperkenalkan berbagai teknik dan metode KBGO di media sosial, dan mengajak mahasiswi/a untuk kenali dan peduli KBGO, dunia yang lekat dengan keseharian generasi yang lekat dengan teknologi digital dari lahir (Digital native).

Berdasarkan karya tersebut, pihak Magdalene kemudian memilih beberapa karya kampanye terbaik berdasarkan konten dan visual poster. Keseluruhan proses kampanye mahasiswa berikut manfaat dan pembelajaran yang diperoleh selama melakukan kampanye dituliskan oleh editor Magdalene dalam bentuk artikel yang dipublikasikan di laman Magdalene dan bisa diakses di tautan ini.  Yuk, kenali dan peduli KBGO dan tidak menjadi pihak yang melakukan KBGO. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)