UNPAR Sambut Mahasiswa Internasional Program Beasiswa KNB 2021

Universitas Katolik Parahyangan UNPAR) melalui Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) mengadakan Virtual Welcoming, Initiation, and Orientation Session bersama 9 mahasiswa peraih beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) 2021, Kamis (23/8/2021) lalu. UNPAR dipercaya menjadi satu dari 23 Perguruan Tinggi Dalam Negeri (PTDN) terbaik di Indonesia sebagai tujuan bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan melalui jalur beasiswa internasional.

Pertemuan dihadiri oleh Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik UNPAR Tri Basuki Joewono, Ph.D., Kepala KIK UNPAR Sylvia Yazid, Ph.D., Dekan Fakultas, Kepala Jurusan, dan Kepala Program Studi.

Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D. dalam sambutannya berterima kasih dan mengucapkan selamat datang bagi para mahasiswa dari Afghanistan, Rwanda, Uganda, Tanzania, Burundi, dan Timor Leste. Rektor juga menyampaikan simpatinya terkait perubahan dinamika politik yang terjadi di Afghanistan. Ia berharap para mahasiswa tetap aman dan sehat. Meskipun berjauhan dan perkuliahan program magister ini dilaksanakan secara online, Rektor mewakili UNPAR merasa senang para mahasiswa KNB bisa menjadi bagian dari sivitas akademika UNPAR.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNPAR Tri Basuki Joewono, PhD., juga memberikan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa peraih beasiswa program  Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Tri berharap para mahasiswa KNB dapat menikmati perkuliahan di UNPAR dan lingkungan, budaya, serta makanan Indonesia.

Pengenalan Singkat UNPAR

Kepala KIK UNPAR Sylvia Yazid, Ph.D. menjelaskan sekilas mengenai UNPAR, dimulai dari sejarahnya, proporsi mahasiswa, lokasi. Kini UNPAR memiliki 11.010 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan tinggi. Mahasiswa UNPAR begitu beragam dari segi kultur, agama, dan asal daerah. Kampus utama UNPAR berada di Jalan Ciumbuleuit No. 94, Bandung, Jawa Barat yang berjarak 146 km dengan Jakarta, ibukota Republik Indonesia. Berasal dari berbagai negara, mahasiswa KNB harus menyesuaikan waktu dengan Bandung, Indonesia yaitu GMT+7.

UNPAR kini berada di urutan ke 10 sebagai universitas swasta di Indonesia. Selain di bidang akademik, Sylvia menjelaskan bahwa banyak aktivitas non akademik yang disediakan bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa internasional, UNPAR menyediakan beberapa wadah untuk menambah ilmu seperti International Student Conference (ISC), International Student Workshop (ISW), dan Cultural Activity.

Meskipun mahasiswa KNB tidak akan berada secara fisik untuk berkuliah di kampus sekarang, Sylvia menjelaskan mengenai beberapa peraturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa internasional di UNPAR. Pertama, belajar dengan giat untuk menyelesaikan gelar. Kedua, pastikan dokumen-dokumen imigrasi masih berlaku. Ketiga, bertanya kepada KIK untuk perpanjangan dokumen. Keempat, melaporkan kepada KIK untuk perubahan data, pergi berlibur baik ke luar kota maupun ke luar negeri. Kelima, jaga dokumen agar aman. Keenam, bawa KITAS, paspor, asuransi kesehatan, dan kartu mahasiswa ketika bepergian.

Hal yang tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa internasional UNPAR adalah mengikuti segala bentuk pekerjaan berbayar, melakukan tindakan kriminal, mengonsumsi narkoba atau obat-obatan, melanggar hukum Indonesia, dan turut serta dalam aktivitas politik.

Aktivitas Akademik UNPAR

Presentasi dilanjutkan oleh Jeffry Simanjorang dari Biro Administrasi dan Akademik UNPAR.  Jeffry memaparkan mengenai pimpinan universitas, kalender akademik, sistem penilaian, dan aktivitas akademik di tengah pandemi. Aktivitas akademi selama pandemi dilakukan secara sinkron dan asinkron. Kegiatan dilanjutkan dengan trivia mengenai perasaan mahasiswa KNB dalam mengikuti perkuliahan di Indonesia. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR/JNS)