UNPAR Kolaborasi Program Together for New Zero Stunting Bersama DPPKB Kota Bandung

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) bersama dengan Ikatan Alumni (IKA) UNPAR, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, dan Balad’88 melakukan kolaborasi dalam rangka mempercepat penurunan persentase masalah stunting di Indonesia khususnya di Kota Bandung. Penyerahan tahap pertama dilaksanakan dalam acara bertajuk “Together for New Zero Stunting” yang digelar di lobi Rektorat Kampus Ciumbuleuit UNPAR pada Jumat (2/6/2023) lalu. 

Melalui program ini, 75 ibu rawan stunting dan prasejahtera yang berasal dari 4 Kecamatan di Kota Bandung akan mendapatkan bantuan berupa bantuan paket susu ibu hamil selama tiga bulan ke depan. Tidak hanya itu, para ibu pun akan menerima edukasi mengenai apa itu stunting serta suplemen kesehatan. 

Sebagaimana diketahui, tingkat stunting di Kota Bandung pada tahun 2021 mencapai angka 26%. Namun, tingkat stunting kini terus mengalami penurunan dan telah mencapai 19.4%. Saat ini, Pemerintah Kota Bandung terus mengupayakan penurunan angka tersebut hingga 14% di tahun 2024. 

Dalam wawancara yang dilakukan bersama dengan Kepala DPPKB Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menyatakan bahwa pemerintah tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Maka dari itu, dirinya berkolaborasi dengan berbagai pihak yang salah satunya adalah UNPAR. 

“Tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan UNPAR,” tutur dirinya. 

Lebih lanjut, dirinya mengungkap bahwa masih banyak ibu hamil yang kurang mengetahui tentang isu stunting. Maka dari itu, Pemerintah Kota Bandung bersama UNPAR akan mengedukasi secara khusus para ibu hamil.  

Merespons hal tersebut, Daphne Andrea selaku Ketua Panitia acara ini pun percaya bahwa stunting memiliki dampak yang harus diintervensi dari sekarang. Ia berharap melalui program ini para ibu bisa mengenal apa itu stunting dan gizi yang tepat untuk anak.

“Anak yang sehat berawal dari ibu yang sehat dan bahagia juga,” tutur mahasiswi jurusan Hubungan Internasional tersebut.

Daphne juga menyatakan bahwa mahasiswa UNPAR dari berbagai jurusan sendiri akan terlibat turun ke masyarakat untuk mengedukasi masyarakat tentang isu stunting selama tiga bulan ke depan. 

Sementara itu, Ivan Sadik Ketua IKA UNPAR menyatakan bahwa dirinya mendukung penuh para mahasiswa. Dirinya juga mengatakan bahwa pemenuhan gizi masyarakat menengah ke bawah harus dijadikan perhatian oleh banyak kalangan agar anak bisa bertumbuh dan berkarya.

“Kita selaku alumni men-support. Bahwa memang perlu sekali untuk perhatian terhadap stunting ini, bagaimana orang bisa bertumbuh dengan baik dan nantinya bisa berkarya dengan baik kalau gizinya tidak cukup?,” ujarnya. (KTH-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

UNPAR dan Bank BJB Bersinergi Dorong Pertumbuhan UMKM melalui BJBPreneur

UNPAR dan Bank BJB Bersinergi Dorong Pertumbuhan UMKM melalui BJBPreneur

UNPAR.AC.ID, Bandung – Pada Selasa (20/02/2024), Ruang Multifungsi PPAG Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjadi arena yang ramai oleh kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai sektor dalam acara “BJBPreneur: Future for Sustainability on Campus”. Acara...

UNPAR Raih 3 Gold Winner Anugerah LLDIKTI IV Tahun 2024

UNPAR Raih 3 Gold Winner Anugerah LLDIKTI IV Tahun 2024

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan meraih tiga Gold Winner Anugerah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Tahun 2024, yang bertempat di The Grand Krakatau Ballroom pada Senin (19/2/2024) malam. Dalam malam penganugerahan tersebut,...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Jun 5, 2023

X