UNPAR Jalin Kerja Sama dengan Keuskupan Bandung

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Keuskupan Bandung, pada Rabu (11/5/2022), di kampus Fakultas Filsafat (FF) UNPAR, Jalan Nias, Kota Bandung. MoU tersebut diimplementasikan dalam pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi antara FF UNPAR dengan Seminari Tinggi Fermentum, Dewan Karya Pastoral (DKP) Keuskupan Bandung, dan Caritas Keuskupan Bandung. 

Penandatangan MoU dilakukan oleh Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D dan Vikaris Jenderal Keuskupan Bandung RD. Yustinus Hilman Pujiatmoko. Untuk menindaklanjuti MoU tersebut, dilanjutkan dengan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan FF UNPAR Dr.theol. Leonardus Samosir bersama Direktur Caritas keuskupan Bandung RD. Agustinus Darwanto, Rektor Seminari Tinggi Fermentum RD. R.F. Bhanu Viktorahadi, dan RD. Yustinus Hilman Pujiatmoko selaku Ketua Dewan Harian DKP Keuskupan Bandung. 

Adapun ruang lingkup perjanjian kerja sama antara FF UNPAR dan Seminari Tinggi Fermentum di antaranya mencakup pendidikan dan pembinaan mahasiswa calon imam dari Seminari Tinggi Fermentum yang dipercayakan menempuh studi di FF UNPAR. Serta pengabdian masyarakat dalam bentuk praktik mengajar, seminar , dan sebagainya yang dilakukan para mahasiswa di bawah bimbingan para dosen FF dan pimpinan Seminari Tinggi Fermentum.

Sementara dengan DKP Keuskupan dan Caritas Keuskupan, kerja sama mencakup perihal pertukaran tenaga pengajar dan pembina untuk memenuhi kebutuhan kegiatan di kedua lembaga hingga penelitian ilmiah untuk pengembangan Keuskupan Bandung. 

Penandatanganan MoU dan MoA tersebut turut disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNPAR C. Harimanto Suryanugraha, OSC, Drs., SLL.; Guru Besar FF UNPAR Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FF UNPAR Dr. Yohanes Slamet Purwadi, S.Ag., MA.; Ketua Jurusan Filsafat Dr. Stephanus Djunatan; Ketua CPCReS Onesius Otenieli Daeli, S.S., M.Hum., Ph.D.; dan Kepala Kantor Internasional dan Kerja Sama (KIK) UNPAR Sylvia Yazid, Ph.D.

Dekan FF UNPAR Dr.theol. Leonardus Samosir berharap agar kerja sama ini menjadi wadah belajar bagi kedua belah pihak. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka melalui program Kampus Merdeka, di antaranya magang bisa diimplementasikan hingga pertukaran tenaga pengajar untuk memenuhi kebutuhan antar lembaga bisa terealisasi.

“Kami juga tentu ingin belajar dari pihak Keuskupan. Kami ingin memasukkan mahasiswa untuk magang di komisi-komisi. Saya pikir mereka akan banyak belajar daripada hanya teori-teori. Kerja sama juga mengatur soal penyediaan dosen, harapan kami, kami bukan hanya menyumbangkan ilmu tetapi juga ikut meracik kurikulum,” tuturnya.

Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D. mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi penting ketika bicara implementasi Kampus Merdeka. Begitu pula menjadi poin penting ketika pihak lain, dalam hal ini implementasi Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau oleh lembaga lain. Legalitas ini, lanjut Rektor, menjadi sangat penting.

“Ini juga menjadi langkah maju kita untuk semakin dikembangkan ke depan. Khususnya pengembangan dalam kegiatan program studi baik yang ada di Filsafat maupun juga untuk nanti Integrated Arts dan juga program studi lainnya di lingkungan UNPAR,” ucap Rektor. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)