UNPAR Gelar Temu Akrab bersama 60 Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiwa Kampus Merdeka

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menggelar acara temu akrab bersama 60 mahasiswa dari kampus luar yang mendaftar dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Pertukaran Mahasiswa NUNI (Nationwide University Network in Indonesia), dan Pertukaran Mahasiswa APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik), Jumat (27/8/2021) lalu. Ketiga program Pertukaran Mahasiswa tersebut merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Diketahui bahwa jumlah mahasiswa dari kampus luar yang mengikuti program tersebut dengan rincian, Pertukaran Mahasiswa NUNI yang mendaftar 28 mahasiswa, Pertukaran Mahasiswa APTIK yang mendaftar sejumlah 7 mahasiswa, dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang mendaftar 25 mahasiswa.

Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D. mengucapkan terima kasihnya atas partisipasi para mahasiswa dari berbagai daerah mengikuti program MBKM di UNPAR. Sebagaimana diketahui, program pertukaran mahasiswa memberikan manfaat di antaranya memberikan kesempatan belajar di kampus di Indonesia, berteman dengan mahasiswa dari berbagai daerah, dan mengeksplor serta mempelajari keberagaman budaya nusantara.

“UNPAR sangat bergembira dan sangat senang para mahasiswa mau mengambil kesempatan yang ditawarkan dan menjadi bagian dari kebijakan MBKM. Baik dalam konteks Pertukaran Mahasiswa Merdeka, APTIK, maupun NUNI terima kasih Anda telah memilih untuk menempuh 1 semester ini di UNPAR,” tutur Rektor.

Menurut Rektor, menjadi bagian dari program Pertukaran Mahasiswa menjadi sesuatu yang istimewa karena mahasiswa luar UNPAR bisa mengalami langsung, berinteraksi dengan para dosen UNPAR dan sesame mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain di dalam satu perkuliahan atau mata kuliah tertentu.

“Kesempatan untuk berbagi, belajar bersama yang ingin diwujudkan dicapai oleh program Pertukaran Mahasiswa ini. Mungkin teman-teman juga ada alasan tertentu untuk menempuh program ini, termasuk mengapa memilih di UNPAR. Tentunya kami dari UNPAR menyambut Anda semua untuk ikut serta dalam proses belajar bersama di program studi maupun mata kuliah pilihan,” ucap Rektor.

Kepala Kantor Sekretariat MBKM UNPAR Dr. rer.nat. Cecilia Esti Nugraheni, S.T., M.T pun menyambut baik minat para mahasiswa kampus lain. Menurut dia, para mahasiswa yang mengambil program pertukaran mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran di luar prodi bahkan di luar universitas. Berbagai program pun ditawarkan oleh pemerintah dan pihak lain dalam berbagai bentuk pembelajaran.

“Kami tentu sangat mengapresiasi karena adik-adik memanfaatkan hak tersebut. Tentu saja sangat berterima kasih adik-adik sudah memilih atau berkuliah di UNPAR. Sekali lagi selamat bagi adik-adik baik dari Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Pertukaran Mahasiswa APTIK, maupun Pertukaran Mahasiswa NUNI,” kata dia.

Dalam acara temu akrab tersebut, Enrico Nirwan Histanto selaku Kepala Tata Usaha; dan Kepala Divisi Program Yosep Kriswanto, A.Md. memberikan bimbingan teknis di antaranya panduan daftar ulang mahasiswa in bound MBKM melalui laman mbkm.unpar.ac.id, panduan pengisian kehadiran mahasiswa yang aksesnya melalui https://studentportal.unpar.ac.id, juga panduan menggunakan IDE UNPAR.

Sekadar informasi, salah satu keputusan dan komitmen bersama APTIK adalah melakukan kolaborasi pembelajaran daring lintas PT APTIK sebagai bagian dari Program Kampus Merdeka APTIK yang sudah dimulai sejak semester ganjil 2020/2021. Dengan kolaborasi ini, APTIK ingin membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang luas di mana setiap mahasiswa APTIK bisa mendapatkan kesempatan dan pengalaman pembelajaran dari APTIK di mana pun. Kolaborasi ini diharapkan juga mengembangkan pengalaman mengajar dari para dosen dan tentunya juga membuka kolaborasi yang lebih luas di antara APTIK. Kolaborasi pembelajaran daring dalam Program Kampus Merdeka APTIK ini terbuka untuk semua mahasiswa APTIK. 

Program Merdeka Belajar NUNI (PMBN) merupakan inisiasi NUNI melalui anggotanya untuk mengikuti arahan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mengenai program MBKM. Ada 14 universitas anggota NUNI dari total 21 anggotanya turut berpartisipasi dalam program ini. Diharapkan program ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai universitas negeri dan swasta terkemuka di berbagai daerah untuk dapat mengenyam pendidikan di universitas mitra. Dalam berbagai kesempatan tentunya selain mendapatkan pengalaman akademis yang baru, mahasiswa juga bisa mengalami interaksi dengan mahasiswa lainnya dari universitas-universitas di dalam konsorsium NUNI ini.

Melalui PMBN, keunggulan program studi dan semangat kebersamaan menjadi sangat penting untuk dapat menunjukkan esensi dari program ini. Terlebih lagi untuk memberikan nilai yang berharga bagi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan wawasan, nasionalisme serta calon – calon pemimpin yang unggul di masa depan. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)