Home / Berita Terkini / Unpar dalam “Citarum Expo” 2019

Unpar dalam “Citarum Expo” 2019

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) terlibat dalam kegiatan “Citarum Expo” 2019 yang diadakan di Soreang, Kabupaten Bandung, pada (19/2/2019). Kegiatan ini diisi dengan Focus Group Discussion (FGD), sarasehan, dan pameran, terkait dengan keberadaan Sungai Citarum. Hadir untuk memberikan sambutan, yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Bupati Bandung Dadang Naser. Kegiatan dan pameran diikuti para pemangku kepentingan Citarum seperti perusahaan-perusahaan BUMN, swasta, akademisi, budayawan, seniman, pegiat lingkungan, anggota Pramuka dan pelajar.

Sungai Citarum sebelumnya dikenal sebagai “yang paling tercemar” di seluruh dunia. Sebagai salah satu universitas yang terletak di tatar Parahyangan, Unpar terlibat akif dalam berbagai kegiatan pengendalian perusakan dan pencemaran Sungai Citarum. Keterlibatan Unpar dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat konsisten sejak gerakan “Citarum Harum” diperkenalkan pada Maret 2018 silam.

Wujud konkret keterlibatan Unpar pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Unpar dengan Sektor 9 Citarum Harum, adalah Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tematik pada bulan November-Desember 2018, pendampingan masyarakat untuk pengelolaan lingkungan, pembangunan Desa Wisata, dan pembuatan film dokumenter untuk sosialisasi, informasi dan pendidikan pengelolaan lingkungan hidup.         

Satu tahun setelah dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 15/2018 tentang “Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum”, masyarakat dapat merasakan perubahan yang cukup signifikan serta berkurangnya pencemaran dan bencana banjir akibat aktivitas industri, rumah tangga, dan perorangan di DAS Citarum. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan. Gubernur Jabar yang juga Ketua Satgas Citarum Harum optimis bahwa normalisasi Citarum dapat terwujud dalam 5 tahun.

Berbagai pemangku kepentingan yang hadir menutup acara dengan menandatangani naskah komitmen kerja sama atau Rencana Aksi Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan (PPPK) di DAS Citarum. Sebagai salah seorang penandatangan komitmen, dosen Unpar Dr. Sukawarsini Djelantik, mengharapkan agar keterlibatan Unpar dalam memberikan masukan penanganan masalah-masalah lingkungan, khususnya di Sungai Citarum, dapat lebih ditingkatkan lagi di masa-masa mendatang. Keterlibatan yang positif dapat lebih menegaskan keberadaan dan peran Unpar sebagai salah satu universitas kebanggaan masyarakat Jawa Barat.