Home / Berita Terkini / Unpar Berjaya di Archigrandfest 2016 dengan Arsitektur Vernakular Indonesia
Unpar Berjaya di Archigrandfest 2016 dengan Arsitektur Vernakular Indonesia

Unpar Berjaya di Archigrandfest 2016 dengan Arsitektur Vernakular Indonesia

Arsitektur Vernakular Indonesia semakin hari semakin tergeser oleh arus Arsitektur Modern. Selama ini banyak dari kita sebagai orang awam maupun para arsitek Indonesia sendiri beranggapan bahwa arsitektur tradisional Indonesia tidak mendapatkan tempat di hati publik negara lain, atau dengan kata lain tidak diakui. Pemikiran ini pun yang banyak dimiliki oleh kebanyakan mahasiswa yang menempuh studi arsitektur. Padahal, arstektur tradisional Indonesia yang tercermin pada setiap rumah tradisional Indonesia memiliki keunikannya tersendiri, khususunya pada pemilihan atau penggunaan material, nilai budaya, serta fungsi ruang.

Melalui latar belakang diatas, Himpunan Mahasiswa Arsitektur BINUS University kembali mengadakan Architecture Grand Festival di tahun 2016 ini untuk menantang calon arsitek/desainer dalam bereksprimen dengan membuat desain rumah tamu (guest house) sebagai tempat tinggal sementara bagi wisatawan serta tempat tinggal bagi pemilik rumah yang dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan, cuaca, serta iklim Indonesia.

Dalam penjurian final oleh Marchin Sapeta (Kengo Kuma & Associates, Tokyo), Afwina Kamal (Hadiprana), Asfarinal Nanang (Jaringan Pusaka Kota Indonesia), dan Yori Antar (Han Awal & Partners), 2 tim mahasiswa program studi arsitektur yang mewakili Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berhasil meraih juara 2 dan 3 dalam “International Student House Competition” tersebut. Timothy Vittorio, Dennis Cahya Indra, dan Aloysius Baskoro dengan proyeknya yang dinamakan “Ranggen” berhasil meraih juara 2. Tak kalah membanggakan, Rama Dwi Wahyu, Hauzan Irsyad, dan Erin dengan proyek yang diberi nama “Alor Kelei” berhasil meraih juara 3. Tidak hanya itu, tim Unpar lainnya juga berhasil meraih gelar “Favourite Award Winner” dalam kompetisi tahunan tersebut.

Dengan melihat ide dan desain yang berhasil dibuat oleh para mahasiswa dalam kompetisi tersebut, maka sudah seharusnya kita mendukung dan menghargai Arsitektur Vernakular Indonesia. Melalui hal tersebut, kita dapat memperkenalkan arsitektur Indonesia kepada dunia serta melestarikan warisan budaya serta meningkatkan minat pada desain tradisional Indonesia.