Home / Berita Terkini / UKM Karate Unpar Sumbang Empat Medali dalam Kejuaraan Nasional
Tim UKM Karate Club Unpar dalam Brawijaya University Karate Championship 2019

UKM Karate Unpar Sumbang Empat Medali dalam Kejuaraan Nasional

Prestasi gemilang kembali diukir oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Parahyangan Karate Club Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Dua orang wakil Unpar yaitu Edgar dan Muhammad Zulfikar berhasil meraih satu emas dan tiga perunggu dalam Brawijaya University Karate Championship yang diselenggarakan pada 1-3 November 2019 di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang. 

Sebelumnya, anggota UKM Karate lainnya yaitu Daniel Ronaldo Saragih telah berhasil meraih medali perunggu dalam kejuaraan tingkat provinsi di Kejuaraan Provinsi INKAI Jawa Barat. Kompetisi ini diselenggarakan di GOR Pajajaran Bogor pada 27 dan 28 Juli silam. 

Kepada Tim Publikasi, Daniel dan Edgar mengungkapkan kebahagiaannya setelah menjuarai pertandingan tersebut. Perjuangan yang dilalui semasa persiapan dan pertandingannya membuahkan hasil yang membanggakan. Tidak hanya bagi diri pribadi, keluarga, ataupun UKM-nya, tetapi juga membawa nama harum bagi Unpar. 

Persiapan yang dijalankan tidaklah mudah. Selain memakan waktu yang lama, keduanya dihadapi juga dengan tanggung jawab untuk memenuhi kewajibannya di kegiatan lain juga. Latihan persiapan dibimbing oleh senior Parahyangan Karate Club yang kini telah menjadi atlet nasional dan mengikuti kejuaraan nasional. “Saya merasa beruntung dapat kesempatan berlatih dengan kakak-kakak itu,” ungkap Daniel.

Sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai kepanitiaan, Edgar disibukkan dengan acara seperti invitasi, Dekan Cup dan kepanitiaan lainnya di program studi hukum. Maka dari itu, menjelang pertandingan Edgar membagi waktu latihannya di dua tempat yang berbeda, yakni di Unpar dan tempat latihan karate pribadinya. “Aku berusaha aktif di karate walaupun aktif juga di tempat lain, buat banggain orang tua dan bisa jadi teladan buat anak didiknya di tempat latihan karate milik orang tua,” tutur Edgar.

Sedangkan bagi Daniel, persiapan pertandingan kali ini merupakan persiapan yang paling dikenang. Hal ini dikarenakan waktu latihan yang cukup panjang, hampir 4 bulan lamanya. Proses yang memforsir Daniel melatih kesiapannya untuk bertanding membuat kondisi Daniel menurun menjelang pertandingan. Untungnya, kondisi Daniel membaik  sehingga dapat melanjutkan pertandingan.

Keduanya terjun ke dalam dunia karate sejak menduduki bangku sekolah dasar. “Awalnya gak terlalu suka karate, lebih suka olahraga lainnya seperti futsal dan basket,” jawab Edgar. Namun setelah didorong oleh orang tuanya untuk mencoba, Edgar dapat mengembangkan diri dan prestasinya lebih lanjut lagi. Edgar dapat menikmati hasil jerih payahnya berlatih karate melalui beasiswa yang diterima dari sekolah dan juga kondisi badan yang selalu fit. 

Begitu juga dengan Daniel, yang mendapatkan dukungan dari ayahnya yang tidak mendapatkan kesempatan untuk berlatih karate dikarenakan ketidaksetujuan orang tuanya. Bagi Daniel, karate tidak hanya olahraga dan bela diri saja, tetapi juga menjadi cara untuk melatih kesabaran diri. “Siapa tahu ini juga membuka kesempatan lainnya,” tutur Daniel. 

Sekilas UKM Karate Unpar

Saat ini terdapat 13 anggota aktif yang tergabung dalam Parahyangan Karate Club. Daniel, sebagai ketua UKM dan Edgar, sebagai anggota, merupakan salah satu mahasiswa yang aktif dalam kepengurusan Parahyangan Karate Club. Muncul kesadaran bahwa terdapat banyak mahasiswa di sekitar keduanya yang memiliki potensi dalam karate tetapi tidak dikembangkan lebih lanjut setelah memasuki dunia perkuliahan. 

Sebagai ketua yang menjabat, Daniel berencana untuk membawa kebiasaan baru ke dalam Parahyangan Karate Club. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk program pokok dan turnamen, dan membagi ilmu kepada sesama mahasiswa. Ke depannya, Daniel juga memiliki keinginan untuk membuat projek untuk menghimpun mahasiswa Unpar yang merupakan atlit pada saat menduduki bangku sekolah, tetapi menjadi tidak aktif pada saat kuliah.  

Keduanya berpesan agar tidak memandang karate sebagai olahraga yang keras dan sulit untuk diikuti. Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan dan menjadi ajang prestasi, berlatih karate juga dapat menjadi bentuk perlindungan diri. “Buat anak- anak yang tadinya aktif dalam dunia karate tetapi pas kuliahnya tidak ada inisiatif untuk lanjut, ga ada ruginya dilanjutin. Karena hal ini bisa nambah prestasi lagi, dan juga nambah relasi,  apalagi kalau pertandingan keluar, jadi manfaat buat kelanjutan nanti di perkuliahan dan kerja,” pesan Edgar. “Kita juga akan welcome, ada pelatih yang baik. Makan, latihan kita semua bareng, karena kita bukan cuma UKM, tetapi juga keluarga,” tambah Daniel.

Parahyangan Karate Club mengadakan latihan rutin pada hari Selasa dan Kamis pukul 20.00-22.00 di Gedung Rektorat Unpar. Adapun latihan tambahan yang bersifat tentatif akan diadakan pada hari Sabtu atau Minggu pukul 15.00-18.00. (MGI/DAN)