Tingkatkan Kemampuan Dosen UNPAR, LPPM Inisiasi Workshop dan Klinik Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menginisiasi Workshop dan Klinik Penulisan Artikel Jurnal Internasional yang digelar pada 30-31 Agustus 2021 lalu secara daring untuk meningkatkan kemampuan para dosen UNPAR menulis artikel di jurnal internasional bereputasi.

Dalam giat tersebut, LPPM UNPAR menghadirkan Prof. Dr. Bayu Jayawardhana dari University of Groningen Belanda untuk membagikan pengalamannya dalam menulis artikel jurnal internasional yang baik sekaligus berbagi tips dan trik. Di sesi kedua, yang berlangsung pada Selasa (31/8/2021), LPPM UNPAR menggandeng Nico Saputro, Ph.D selaku Dosen Mekatronika UNPAR guna mengupas ihwal bagaimana memilih jurnal internasional dan berinteraksi dengan publisher.

Prof. Bayu menuturkan, publikasi artikel jurnal internasional merupakan hal yang penting terutama ketika masuk sebagai akademisi. Menurut dia, publikasi artikel pada level internasional menunjukkan bahwa riset kita diterima oleh dunia internasional. Dia mencontohkan, di University of Groningen, setiap akademisi diharapkan dapat mempublikasikan kurang lebih 2 paper tiap tahunnya.

“Itu level minimal yang kami minta dari para akademisi di Groningen. Dengan kontribusi yang orisinal, cukup banyak, dan dapat dilihat juga dari kualitas jurnal yang di-submit,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatannya, strategi untuk publikasi sebanyak-banyaknya dengan tidak mementingkan kualitas sangat tidak dianjurkan. Hal tersebut, lanjut dia, menyebabkan beberapa problem karena kita ingin mencoba kualitas jurnal internasional agar tidak menjadi jurnal yang berkualitas rendah. Namun pada saat yang sama kita memiliki keterbatasan dalam sumber daya manusia yang dapat memeriksa atau mengecek kualitas dari paper tersebut.

“Tidak sedikit paper yang di-submit itu banyak memplagiat dan mencuri ide/tulisan dan itu cukup sulit untuk mendeteksi plagiarisme tersebut,” katanya.

Dia pun menyarankan beberapa hal yang baik dipraktikkan untuk riset menuju publikasi. Yakni, melakukan riset di bidang yang baru dan penting/tren/hot: riset direncanakan dan dieksekusi dengan matang agar memudahkan dalam penulisan paper nantinya; jangan ragu untuk berkolaborasi /berdiskusi dengan para ahli di negara lain; dalam proses penulisan, gaya penulisan diadaptasikan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing; percaya dengan kemampuan sendiri (hindari mencontek ide/kalimat); dan lakukan iterasi penulisan berkali-kali hingga yakin tidak ada kesalahan (pengalaman pribadi: >30 kali). 

Lebih lanjut, peserta workshop pun diberikan tips dan trik dalam menulis artikel jurnal internasional yang baik. Pertama, selalu mulai dengan menyusun kerangka paper dan jangan langsung memulai menulis paragraf sebelum kerangka paper sudah tersusun.

Kedua, penyusunan bab/seksi sesuai dengan kebiasaan/aturan di jurnal bidang masing-masing. 

Contoh:

  • Bab I: Introduksi, II: Latar belakang dan teori dasar, III: Metode yang dikembangkan, IV: Analisa matematika, V: Generalisasi, VI: Hasil simulasi, VII: Kesimpulan dan masalah yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
  • Bab I: Pengenalan dan hipotesa, II: Metode (secara general), III: Hasil eksperimen/simulasi, IV: Kesimpulan, V: Metode (detail).
  • Bab I: Introduksi dan hipotesa, II: Hasil eksperimen, III: Kesimpulan, IV: Metode.

Ketiga, penyusunan kerangka ide yang akan dikembangkan menjadi paragraf di setiap bab (dengan tidak melupakan narasi, alur cerita, dan benang merah). Keempat, dalam pengembangan setiap paragraf, kerangka ide dapat langsung ditemukan di awal atau di akhir kalimat dari paragraf tersebut.

Kelima, apabila ada formula matematika, perlakukan selalu formula tersebut sebagai bagian dari kalimat. Penulisan formula tersebut mengikuti pakem penulisan kalimat seperti biasanya.

Keenam, selalu perhatikan narasi. Penulisan karya ilmiah tidak seperti penulisan karya fiksi dimana runtutan peristiwa/kejadian bisa tidak berurutan.

Ketujuh, pergunakan gaya bahasa yang tepat dan perhatikan aturan tata bahasa. Beberapa aturan dasar:

  • Penggunaan tata bahasa lampau atau masa kini disesuaikan dengan kebiasaan latar belakang keilmuan. Untuk matematika dan ilmu alam, tata bahasa masa kini (present tense); untuk ilmu sosial menggunakan kedua jenis tata bahasa (present atau past tense) yang digunakan sesuai konteks.
  • Penggunaan kalimat sederhana atau majemuk juga disesuaikan dengan kebiasaan. Untuk MIPA: kalimat sederhana lebih dominan dibanding kalimat majemuk. Kalimat kompleks dapat menghambat pembaca dalam mengerti ide yang ingin disampaikan.
  • Selalu berhati-hati dalam penggunaan partikel ‘a’, ‘an’, ‘the’, ‘of’. Pergunakan kamus jikalau bisa.
  • Kamus dapat digunakan untuk menghindari pemakaian sebuah kata yang berulang-ulang.
  • Tanda baca digunakan sebaik-baiknya dan tidak disalahgunakan. 

Tips dan trik selanjutnya, setelah paper selesai ditulis, baca kembali dan lakukan perbaikan berulang-ulang hingga sempurna. Iterasi dapat berlangsung >30 kali.

“Ingat, paper yang Anda tulis akan dibaca oleh reviewerreviewer yang kritis (apabila manuskrip ditujukan untuk jurnal Q1). Akan sangat disayangkan apabila kritik dari reviewer lebih ditujukan kepada gaya penulisan dan bukan kepada ide dan hasil riset yang ingin disampaikan,” tuturnya.

Selanjutnya, apabila paper tersebut adalah kerja sama dengan beberapa penulis, maka Anda sebagai penulis utama dapat berkoordinasi dengan penulis-penulis lainnya bagaimana paper akan disusun.

  • Siapa saja yang akan berkontribusi utama dalam penulisan?
  • Siapa yang akan berfungsi sebagai koordinator dalam penulisan?
  • Apakah kontribusi utama paper tersebut sudah disetujui oleh semua penulis sebelum penulisan dimulai? 

“Apabila Anda bertanggung jawab untuk menulis beberapa seksi dalam paper tersebut, beri indikasi yang jelas kepada penulis lain untuk mengembangkan beberapa kerangka paragraf yang sudah disusun (apabila dibutuhkan). Anda dapat meminta masukan terhadap draft paper yang sudah komplet kepada penulis yang lebih senior,” ujarnya.

Terakhir, pastikan Anda menggunakan atau mensitasi artikel-artikel yang terbaru dan berkualitas tinggi. Apabila paper terkini yang disitasi itu sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, reviewer akan mempertanyakan apakah penulis melakukan studi literaturnya dengan baik.

“Patut diingat, editor akan mengirimkan paper Anda ke reviewerreviewer berdasarkan daftar referensi,” katanya. 

Sesi kedua, disampaikan oleh Nico Saputra, Ph.D yang membahas bagaimana memilih jurnal internasional dan berinteraksi dengan publisher. Dia pun menjabarkan serangkaian langkah sebelum mempublikasikan karya ilmiah. Mulai dari memastikan lagi bahwa kita siap mempublikasikan karya kita, putuskan tipe manuscript yang terbaik, pilih target jurnal, dan periksa serta ikuti Guide fot Authors yang disiapkan oleh setiap jurnal.

Sementara itu, Kepala LPPM Dr. Henky Muljana, S.T., M.Eng., mengatakan bahwa dalam rangka membangun kapasitas dosen sekaligus  juga peneliti, maka LPPM UNPAR menyelenggarakan kegiatan ini. DIa menuturkan, workshop tersebut tentunya menambah wawasan dalam persiapan dan penulisan karya ilmiah di dalam jurnal internasional bereputasi.

“Semua ini tentunya terkait upaya kita sebagai dosen dan peneliti untuk meningkatkan karya tulis kita di dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi. Materi yang disampaikan tentunya sangat relevan dengan tujuan tersebut yaitu terkait persiapan dan penulisan jurnal termasuk juga kiat-kiat di dalam penulisan jurnal yang berkualitas sesuai dengan target jurnal bereputasi yang ingin kita kirimkan atau peroleh,” tuturnya.

Setelah acara workshop selesai dilanjutkan dengan kegiatan klinik. Terdapat 11 pendaftar Dosen UNPAR yang dibagi dalam 4 kelompok, dimana masing-masing kelompok didampingi oleh para fasilitator. Para fasilitator di antaranya adalah Prof. Dr. J. Dharma Lesmono, Gandhi Pawitan, Ph.D., Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja, Nico Saputro, Ph.D Kegiatan klinik berlangsung mulai Rabu (1/9/2021) hingga Senin (6/9/2021) mendatang. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)