The University of Hong Kong Gandeng UNPAR Lakukan Studi CHAMPSEA

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) akan melakukan studi Child Health and Migrant Parents in South-East Asia (CHAMPSEA) gelombang III yang didanai oleh The University of Hong Kong (HKU). Merespons hal tersebut, UNPAR mengadakan training bersama HKU selama tiga hari di Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) UNPAR dimulai pada Senin (31/7/2023).

CHAMPSEA III yang bertajuk “The Longer Impact of Parental Labour Migration: Well-Being, Indebtedness, and Family Sustainability in Southeast Asia” meneliti tentang kesehatan dan kesejahteraan anak dan remaja berumur di antara 3-5 tahun di Indonesia dan Filipina. Di Indonesia, penelitian ini melibatkan 500 rumah tangga di Indonesia dengan rincian 250 di Kabupaten Sukabumi dan 250 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Proposal CHAMPSEA muncul dari diskusi dalam tiga lokakarya internasional yang diadakan oleh Asian MetaCentre for Population and Sustainable Development Analysis. Penelitian ini merupakan perpanjangan dan sintesis dari penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh tim peneliti.

Latar belakang penelitian ini berkaitan dengan migrasi sebagai bagian dari strategi mata pencaharian ekonomi bagi keluarga transnasional di Asia Tenggara, terutama di Indonesia dan Filipina, dengan sebagian besar migran adalah perempuan yang meninggalkan anak-anak mereka. Meskipun sebagian besar migran mengirimkan remitansi kepada keluarga yang ditinggalkan, kunjungan ke rumah cenderung jarang dilakukan dan para migran pergi selama dua tahun atau lebih dalam satu waktu.

Merespons hal tersebut, penelitian ini akan mengumpulkan data mengenai kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, pengasuh, dan anggota rumah tangga migran dan nonmigran. Selain itu, CHAMPSEA akan secara khusus berfokus pada topik ketahanan rumah tangga, hutang, serta dampak jangka pendek dari pandemi COVID-19.

Merujuk pada laman ari.nus.edu.sg, CHAMPSEA sendiri telah melakukan penelitian sebanyak dua gelombang yakni pada tahun 2008/9 dan 2016/2017. Survei ini dilakukan kepada 1.000 anak beserta rumah tangganya yang berada komunitas migrasi tinggi yang terletak di Indonesia dan juga Filipina. Untuk wilayah Indonesia, penelitian dilakukan di 2 wilayah yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dikoordinasi oleh Elisabeth A.S. Dewi, Ph.D selaku Ketua Jurusan Hubungan Internasional UNPAR, studi CHAMPSEA III akan dilakukan dengan dua metode, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif, yang melibatkan lulusan dari berbagai latar belakang program studi dan universitas. Training yang diselenggarakan di Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) UNPAR merupakan persiapan bagi para lulusan yang terpilih menjadi enumerator untuk menggali data di lapangan. Prof. Lucy Jordan dari Department of Social Work and Social Administration, HKU, yang juga Principal Investigator dari penelitian CHAMPSEA III, menyatakan bahwa UNPAR sebagai mitra pertama di Jawa Barat sangat penting karena orang lokal lebih mengerti kondisi di lapangan, geografi, dan lainnya.

“Ini pertama kalinya kami memiliki mitra di Jawa Barat. Sebelumnya, peneliti di Jawa Timur datang ke sini. Menurut saya, ini merupakan perubahan yang penting karena survei lebih baik dilakukan oleh orang lokal,” ujar dirinya. (NAT/KTH-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

UNPAR Gelar Pelepasan Bagi 12 Tenaga Kependidikan Purnabakti

UNPAR Gelar Pelepasan Bagi 12 Tenaga Kependidikan Purnabakti

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) mengadakan acara pelepasan bagi 12 tenaga kependidikan (tendik) purnabakti, pada Rabu (15/5/2024) di Operation Room Gedung Rektorat. Pelepasan purnabakti tersebut diadakan UNPAR sebagai bentuk penghargaan...

Kontak Media

Humas UNPAR

Kantor Sekretariat Rektorat (KSR), Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Jul 31, 2023

X