Home / Berita Terkini / Teknik Industri Unpar Gelar Pelatihan FlexSim

Teknik Industri Unpar Gelar Pelatihan FlexSim

Pada Senin dan Selasa, 12 dan 13 Februari 2018, Program Studi Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan (TI Unpar) mengadakan kegiatan pelatihan bertajuk “FlexSim for Supply Chain Analysis and Design Training.” Kegiatan yang dipandu oleh David Chan dari Advent2 Labs, Singapura ini, diikuti oleh akademisi dan praktisi dari seluruh Indonesia, juga beberapa mahasiswa TI Unpar.

FlexSim sendiri merupakan suatu program komputer yang digunakan sebagai alat simulasi dalam menganalisis suatu proses, khususnya dalam sistem industri. Dibandingkan dengan program simulasi yang sudah ada, FlexSim memiliki beberapa keunggulan.  “(FlexSim) interface-nya lebih mudah, jadi orang memakai itu lebih gampang,” ungkap Fran Setiawan, dosen TI Unpar saat diwawancara Tim Publikasi pada Selasa (13/2) lalu.

Para peserta pelatihan yang mayoritas akademisi dari berbagai universitas terlihat antusias mencoba penggunaan FlexSim. Meski terlihat mudah, namun FlexSim mampu merepresentasikan rancangan sistem yang akan diaplikasikan dengan akurat. Apalagi, simulasi digambarkan melalui animasi tiga dimensi yang dinamis. Pengguna juga dapat memasukkan berbagai variabel untuk melihat dampaknya terhadap sistem.

Keunggulan program

Kekuatan FlexSim sebagai suatu program komputer mampu membantu praktisi untuk melihat kinerja sistem, bahkan sebelum sistem direalisasikan. Fran mencontohkan, bila di dalam swalayan atau pabrik ditambahkan jalur baru, apakah akan memberi pengaruh baik atau buruk bagi sistem secara keseluruhan. “Jadi sebelum kita running yang beneran, kita running dulu modelnya,” tutur dosen yang memiliki keahlian di bidang supply chain management ini.

Penggunaan Program FlexSim ini tentu mengurangi risiko dan biaya yang dibutuhkan dalam melakukan percobaan secara riil. Hal ini khususnya berlaku dalam bidang industri manufaktur yang menggunakan teknologi dan peralatan yang rumit. Pada akhirnya, FlexSim mempermudah proses pengambilan keputusan di tingkat manajemen industri dan suplai.

Fran berharap agar kegiatan pelatihan seperti ini mampu mendorong lebih banyak lagi pelatihan serupa di Unpar. “Harapannya, supaya bisa berguna bagi peserta pelatihan,” ujarnya. Apalagi, FlexSim saat ini telah menjadi salah satu bahan pembelajaran lewat mata kuliah Simulasi Sistem yang harus dikuasai oleh mahasiswa TI Unpar.