Home / Alumni / SIPARI, Kontribusi IATS Bagi Pendidikan Anak di Sekitar Kampus Unpar

SIPARI, Kontribusi IATS Bagi Pendidikan Anak di Sekitar Kampus Unpar

Kondisi Pandemi saat ini mendorong perubahan gaya hidup di tengah masyarakat. Salah satunya adalah melalui penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring dalam pendidikan. Sayangnya, hal ini menemui berbagai kendala bagi anak-anak, termasuk di kawasan sekitar Kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana PJJ.

Karenanya, Ikatan Alumni Teknik Sipil (IATS) Unpar menginisiasi kegiatan amal melalui Program Sipil Unpar Berlari atau SIPARI. SIPARI adalah gerakan penggalangan donasi guna menyediakan perlengkapan PJJ bagi anak-anak di sekitar kampus Unpar. Setiap donasi sebesar Rp.20.000,00 akan dikonversi menjadi satu kilometer jarak lari.

Ketua Panitia SIPARI Stephanus Rudy Setiawan menjelaskan bahwa ide gerakan muncul dari percakapan di dalam grup IATS Runner akan kondisi saat ini, serta rencana memeriahkan Dies Natalis ke-60 Fakultas Teknik Unpar. “Muncul keinginan untuk memakai semangat berolahraga ini sebagai sesuatu yang bersifat positif dan bisa membantu orang lain,” jelasnya. Oleh karenanya, IATS Runner memadukan hobi mereka yaitu berlari dengan pengumpulan donasi bagi penyelenggaraan PJJ. 

“SIPARI adalah inisiatif hebat dan baik,” ungkap Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. Rektor Unpar yang juga berkontribusi sebagai pelari SIPARI ini menegaskan bahwa tujuan gerakan sangat baik dan keren. “SIPARI mengajarkan agar kita senantiasa menjalin silaturahmi dengan sesama, menjalin kebersamaan dengan alumni melalui ikatan yang kuat, dan hidup sehat,” lanjutnya. “Saya mendukung sekali kegiatan ini.”

Berlari Virtual

Sebanyak 61 orang pelari berpartisipasi dalam SIPARI 2020. Mereka adalah pengajar, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa yang berkomitmen untuk berlari demi mengumpulkan donasi. Para pelari istimewa yang tergabung dalam SIPARI antara lain Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Unpar Doddi Yudianto, Ph.D., Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil Unpar Andreas Pramudya, serta beberapa alumni senior dari angkatan 1978 dan mahasiswa aktif. 

Program dimulai bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-75 pada 17 Agustus 2020, hingga 16 September 2020. Selama itu pula, panitia menampung donasi dari para donatur. “Karena pandemi juga, kami memilih lari dengan cara virtual,” kata Rudy. “Ini justru unik karena akhirnya pelari SIPARI tersebar dari Aceh sampai Papua bahkan dari Singapura.”

Cara berlari virtual ini sangat unik. Meski berlari di tempat terpisah dan tetap memperhatikan protokol kesehatan, setiap pelari merasa saling terhubung melalui teknologi aplikasi GPS pencatat kegiatan olahraga. “Saya senang dengan aroma kebersamaan yang kuat, meskipun masing masing lari di tempat terpisah. Tetapi dengan saling melaporkan hasil, disertai dengan foto-foto, saya merasakan kita berlari bersama,” komentar Mintarjo Darmali, salah satu pelari dari Teknik Sipil angkatan 1978. 

Berlari “bersama” itu memotivasi juga pelari paling senior, Tjiptanegara, 62 tahun, untuk terus berlari sepanjang SIPARI. “Saya bahkan bisa berlari dalam jarak half marathon (21 kilometer) demi SIPARI. Saya bahagia bisa menjadi bagian dari SIPARI yang tujuannya untuk kebaikan,” ujarnya. 

Pelari senior lainnya, Robert Efan dari angkatan 1978 juga mengatakan SIPARI membuat dirinya termotivasi untuk disiplin, berlari dengan “pace” lebih baik, dan bersyukur. “Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari aksi nyata berbuat baik kepada sesama. Setiap cucuran keringat adalah restu dari Tuhan untuk kebaikan,” katanya.

Hasil Donasi

Hingga penutupan SIPARI pada 16 September 2020, jumlah donasi yang terkumpul Rp 141.141.141 dengan akumulasi jarak lari yang dilakukan 7.466,3 km. Donasi dari 135 individu dan kelompok yang menyumbang tersebut dimanfaatkan untuk membeli 35 unit laptop serta buku dan alat tulis yang didonasikan ke 7 sekolah tingkat SD dan SMP di daerah Ciumbuleuit, Bandung, serta 6 panti asuhan di wilayah Ciumbuleuit, Cimahi, dan Lembang

“Donasi yang terkumpul jauh melebihi harapan di awal SIPARI. Banyak dukungan dari alumni teknik sipil dan Unpar, baik individu maupun secara perusahaan sehingga kami cukup banyak bisa membantu sekolah dan panti asuhan,” kata Rudy. Adapun SIPARI diharapkan dapat menjadi sebuah kegiatan rutin yang akan dilakukan oleh Ikatan Alumni Teknik Sipil Unpar. Rudy berharap juga setelah acara ini selesai semangat kebersamaan tetap terjaga. 

“Karena dengan ikatan dan semangat yang kuat maka akan ada banyak kegiatan-kegiatan dan donasi-donasi lain yang bisa diwujudkan baik untuk membantu sesama alumni maupun membantu pihak-pihak di luar lingkungan Unpar,” tutup Rudy. (/DAN – Divisi Publikasi. Sumber: Rilis Media SIPARI IATS Unpar)