Home / Berita Terkini / Sinergi Mahasiswa dan Institusi Unpar Menanggulangi Dampak Akademik Covid-19

Sinergi Mahasiswa dan Institusi Unpar Menanggulangi Dampak Akademik Covid-19

Pimpinan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) bertemu dengan perwakilan mahasiswa yang terdiri dari elemen Senat Mahasiswa (SM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpar dalam dialog terbatas pada Jumat (22/5/2020). Pertemuan ini membahas penanggulangan dampak Covid-19 pada komunitas dan aktivitas akademik Unpar, salah satunya mengenai kebijakan perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2020/2021.

Pertemuan dihadiri oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Sumber Daya Gery Raphael Lusanjaya, M.T., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan C. Harimanto Suryanugraha, OSC., serta perwakilan dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) juga Kantor Pemasaran dan Admisi (KPA) Unpar. Pihak mahasiswa diwakili oleh Daniel Pontas dan Nandy Junianto dari Senat Mahasiswa serta Julian Farrel dan Patrick Christian dari BEM Unpar

Dalam diskusi ini, perwakilan mahasiswa memberi masukan yang baik dalam bentuk survei berkaitan dengan dampak sosial ekonomi Covid-19 di kalangan mahasiswa. Survei ini telah diikuti oleh lebih dari 2200 responden mahasiswa. Pimpinan Unpar mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menggalang dan menyalurkan aspirasi mahasiswa berkaitan dengan pembiayaan kuliah, dan mendorong mahasiswa untuk melanjutkan survei tersebut dalam rangka mengumpulkan data yang berperan penting dalam pengambilan kebijakan di Unpar.

Rencana Kebijakan

Dengan mempertimbangkan situasi terkini, Unpar telah menyusun rencana untuk tidak menaikkan biaya perkuliahan di Unpar pada semester ganjil 2020/2021. Hal ini disampaikan oleh pimpinan Unpar kepada perwakilan mahasiswa. Adapun pengumuman terkait biaya perkuliahan semester ganjil 2020/2021 yang sebelumnya telah dipasang di student portal telah dicabut dan akan disesuaikan dengan rencana kebijakan baru tersebut.

Selain itu, Unpar telah mempersiapkan beberapa kebijakan khusus, antara lain dengan memberikan alternatif cicilan hingga beasiswa bagi mahasiswa yang terdampak secara signifikan oleh Covid-19 dan sangat membutuhkan keringanan pembiayaan kuliah. Berkaitan dengan hal tersebut, Unpar mengajak seluruh mahasiswa untuk mengawal dukungan pembiayaan kuliah tersebut agar tepat sasaran.

Berkaitan dengan metode dan fasilitas perkuliahan, Unpar terus memperbaharui kebijakan sesuai dengan situasi dan aturan pemerintah pusat dan daerah. Unpar tengah mempersiapkan alternatif metode perkuliahan di semester ganjil 2020/2021, baik dengan metode daring secara penuh, maupun blended learning (paduan kuliah daring dan tatap muka) dengan mempertimbangkan physical dan social distancing

Dikarenakan adanya penambahan biaya pendukung perkuliahan daring, Unpar juga mempersiapkan skema dukungan finansial secara langsung bagi seluruh mahasiswa aktif Unpar. Nantinya, mahasiswa dapat memilih untuk mengambil atau mengalihkannya untuk didonasikan kepada berbagai pihak yang tengah berupaya menanggulangi Covid-19 di Indonesia.

Surat Edaran Berkaitan Pembiayaan Perkuliahan

Pada Sabtu (23/5/2020), Rektor Unpar menerbitkan Surat Edaran Rektor Unpar Nomor III/R/2020-05/887 Tentang Pembiayaan Perkuliahan Terkait Pandemik Covid-19. Kebijakan-kebijakan yang tertuang dalam surat edaran ini merupakan kebijakan yang dipersiapkan dengan baik sejak lama, juga mempertimbangkan masukan yang disampaikan oleh mahasiswa dan orang tua mahasiswa Unpar.  

Beberapa kebijakan yang disampaikan dalam surat edaran tersebut adalah:

  1. Memberlakukan biaya studi Semester Ganjil Tahun Akademik 2020/2021 sama dengan biaya studi pada Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020, dengan kata lain tidak ada kenaikan biaya pendidikan baik UKPS dan SKS.
  2. Pemberian bantuan keuangan dalam mendukung pemelajaran daring mahasiswa Unpar sebesar Rp.500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah) pada akhir Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020 untuk seluruh mahasiswa aktif Unpar. Mahasiswa dapat memilih untuk mengambil bantuan untuk kebutuhan sendiri maupun mendonasikannya untuk mendukung aksi sosial-kemanusiaan kepada lembaga sosial-kemanusiaan
  3. Pemberian keringanan pelunasan biaya studi semester mendatang, yaitu melalui perpanjangan jangka waktu pelunasan dengan mencicil, misalnya hingga empat kali cicilan sejak tahap registrasi ulang hingga menjelang Ujian Akhir Semester (UAS).
  4. Pemberian beasiswa 

Adapun kebijakan-kebijakan tersebut akan dituangkan dalam Keputusan dan Peraturan sebagaimana ketentuan organisasional yang berlaku di Unpar. Surat edaran tersebut sekaligus menarik Pengumuman tertanggal 18 Mei 2020 yang dimuat dalam Surat Nomor III/R/KU/2020-05/0705-I. Peraturan terkait biaya perkuliahan akan dibuat dan diumumkan kemudian.

Surat Edaran tersebut dapat diakses di sini.

Mahasiswa adalah bagian yang penting dan tidak terpisahkan dari Unpar sebagai institusi pendidikan tinggi. Karenanya, Unpar berupaya untuk terus mendukung perkuliahan mahasiswa khususnya di tengah situasi tanggap darurat ini. Dengan kerjasama dan komunikasi yang baik, baik mahasiswa maupun universitas dapat bersinergi untuk bersama menanggulangi dampak Covid-19. Intinya, seperti yang disampaikan oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang, “Agar seluruh mahasiswa tetap bisa melanjutkan kuliahnya di Unpar.” (DAN – Divisi Publikasi)