Home / Alumni / Siapkan Mahasiswa Baru Hadapi Perkuliahan

Siapkan Mahasiswa Baru Hadapi Perkuliahan

Awal tahun akademik perguruan tinggi ditandai oleh kehadiran insan-insan muda yang siap berkembang menjadi manusia yang utuh. Dengan menyandang gelar “mahasiswa”, mereka akan dididik dan dibina melalui kegiatan perkuliahan dan kemahasiswaan. Tentunya dalam memasuki lingkungan yang baru ini, para mahasiswa baru harus belajar beradaptasi sesegera mungkin. Tidak hanya belajar untuk menyesuaikan diri dengan perkuliahan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang dikandung dalam masyarakat akademis tempat mereka menuntut ilmu.

Mahasiswa baru di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) juga diajak untuk beradaptasi dalam dunia perkuliahan, lewat kegiatan yang dikenal dengan nama Inisiasi dan Adaptasi (SIAP). Sesuai dengan namanya, dalam kegiatan selama empat hari ini mahasiswa baru mempersiapkan diri untuk mengembangkan diri di Unpar.

Dalam laporan yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan Dr. Paulus Sukapt–mewakili Wakil Rektor Bidang Akademik, pada tahun ajaran 2018/2019, 2.492 mahasiswa baru Unpar mengikuti kegiatan SIAP Gabungan dan SIAP Fakultas. Mereka adalah mahasiswa yang berhasil lolos seleksi dari 13.716 peminat melalui berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru Unpar.

Berbagai acara dilakukan dalam SIAP yang dimulai Senin hingga Kamis, 6-9 Agustus 2018. Pada tingkat universitas, mahasiswa dikenalkan pada Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Unpar (Sindu) dan wawasan kebangsaan. Sementara itu, pada tingkat fakultas maupun program studi, mahasiswa baru mendapat informasi terkait dengan kurikulum perkuliahan. Di antaranya Sistem Informasi Akademik (SIA) dan alur perkuliahan, serta organisasi mahasiswa seperti himpunan program studi.

Selain diisi dengan pengenalan Unpar dari sisi akademik, SIAP juga diisi acara kemahasiswaan. Persatuan Mahasiswa Unpar (PM Unpar) memberikan perkenalan terkait dengan aktivitas kemahasiswaan di Unpar, baik dalam Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM), Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), maupun beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Unpar. Untuk mengisi waktu senggang serta saling mengenal satu dengan yang lain, panitia SIAP menyisipkan berbagai permainan dan dinamika kelompok.

Spirit perguruan tinggi

Pilihan mahasiswa untuk bergabung dengan Unpar memang sangat tepat. Komunitas Unpar sebagai suatu masyarakat akademis memiliki berbagai nilai dasar yang penting bagi pengembangan insan muda.

Spirit universitas yang dirumuskan dalam Sindu dipelajari oleh mahasiswa baru Unpar pada hari pertama SIAP Gabungan. Tiga nilai dasar Unpar yaitu menciptakan manusia yang utuh (humanum), berlandaskan pada cinta kasih dalam kebenaran (caritas in veritate) dan hidup dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) menjadi hal yang melandasi kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan kampus Parahyangan.

Pengajaran Sindu diberikan melalui proses pembelajaran yang interaktif dan dinamis, difasilitasi oleh tenaga pengajar serta mentor mahasiswa. Poin spiritualitas yang dihadirkan kemudian diaktualisasi oleh para mahasiswa baru sesuai dengan konteks masa kini. Dengan kata lain, pengajaran Sindu tidak hanya memperkuat spirit Unpar dalam diri mahasiswa, tetapi juga mengasah mahasiswa baru untuk bersikap kritis dan membawa perubahan sesuai nilai-nilai dasar tersebut.

Merawat kebangsaan

Berbagai problematika kebangsaan kini tengah mewarnai masyarakat. Hilangnya nilai-nilai kebudayaan dan lunturnya toleransi yang mengancam persatuan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para pemuda, tidak terkecuali mahasiswa Unpar.

Oleh karena itu, setiap mahasiswa baru diajak menyelami wawasan kebangsaan. Kecintaan pada nilai-nilai luhur bangsa ini ditanamkan pada setiap insan muda Unpar dengan harapan agar mereka mampu memberi solusi nyata serta berkontribusi langsung dalam pengembangan masyarakat dan bangsa.

Salah satu hal yang dirayakan dalam kehidupan akademik di lingkungan Unpar adalah keberagaman masyarakatnya. Meskipun mengusung nama “Parahyangan”, bukan berarti Unpar hanya terbuka bagi mahasiswa yang berasal dari tatar Parahyangan semata. Unpar seumpamanya menjadi “Indonesia kecil”, yang terdiri oleh kaum muda yang datang dari seluruh pelosok Nusantara dengan berbagai latar belakang suku, ras, dan agama.

Momen SIAP Unpar ditandai dengan semangat untuk merawat kebangsaan yang dirayakan lewat penampilan seni tradisional dan kontemporer oleh mahasiswa, serta ditutup dengan flashmob kebangsaan.

Melalui SIAP Unpar 2018, penyambutan mahasiswa baru tidak berhenti pada pengenalan kehidupan dalam lingkungan akademis yang akan mereka lalui. Lebih dari itu, SIAP Unpar membekali insan muda Parahyangan untuk mengaktualisasi diri mereka menghadapi problematika kebangsaan. SIAP Unpar menjadi gerbang bagi mahasiswa untuk mengasah diri menjadi insan yang utuh dan berbakti bagi bangsa. Berita dan dokumentasi terkait SIAP Unpar 2018 dapat dilihat melalui laman www.unpar.ac.id [*]

 

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 14 Agustus 2018)