Home / Berita Terkini / SIAP Unpar 2018: Membakar Semangat, Mengenal Sahabat

SIAP Unpar 2018: Membakar Semangat, Mengenal Sahabat

Masa orientasi mahasiswa adalah satu hal yang pastinya ada di setiap tahun ajaran. Jajaran rektorat serta anggota Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada tahun ini menyelenggarakan masa orientasi Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) dengan sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hilang sudah momen mahasiswa baru didisiplinkan dengan cara yang keras serta segala bentuk senioritas. Kegiatan masa orientasi benar-benar difokuskan untuk mengenal nilai-nilai yang ditanamkan oleh Unpar dalam bentuk Spiritualitas dan Nilai Dasar Unpar (Sindu) serta pengenalan lingkungan kampus tempat mereka akan menimba ilmu selama beberapa tahun ke depan.

Perkenalan tidak hanya dilakukan secara pasif oleh panitia namun dosen-dosen dan beberapa tenaga kependidikan terjun langsung untuk berdiskusi bersama para mahasiswa demi memberikan mereka gambaran yang menyeluruh tentang apa yang akan mereka hadapi nanti selama mengikuti kegiatan perkuliahan.

7 Agustus 2018 menjadi hari terakhir masa orientasi mahasiswa di Unpar. Di hari terakhir tersebut, fokus utama dari acara orientasi mahasiswa adalah membakar semangat para mahasiswa baru dengan berbagai cara, salah satunya adalah orasi dari mentor (mahasiswa) dan fasilitator.

Acara ditutup oleh Mangadar Situmorang Ph.D selaku Rektor Unpar. “Setelah mengikuti SIAP, apakah kalian siap untuk kuliah?,” ucap Mangadar disambut oleh tepuk riah dan teriakan “Siap!” oleh segenap mahasiswa baru. Dengan pelepasan balon oleh panitia dan pukulan gong oleh Rektor, secara simbolis menutup acara tersebut di Kamis sore (9/8).

Para peserta tidak langsung pulang, kebanyakan dari mereka masih berbincang di sekitar kampus. “Menurut gue seru sih, ga diteriak-teriakin ga jelas…gue juga suka sama kegiatannya,” ucap Steven, salah satu mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2018.

Hal senada diungkapkan oleh Effy, mahasiswi baru di program studi Ekonomi Pembangunan, “Suka banget sama ospeknya, ga kayak yang diceritain dulu yang diteriak-teriakin terus (ada) senioritasnya gitu,” ungkapnya.

Beberapa mahasiswa ternyata memilih Unpar karena yakin sejak awal dengan kualitas Unpar. “Kita langsung pilih Unpar sejak PMDK. Kita udah tahu Unpar bagus dan yakin sama kualitasnya,” ungkap Vendi (FTIS), Justin (FTIS) dan Jose (FT). “Sempat nyoba SBMPTN. Cuma tetap dari awal pilih Unpar karena (jurusan) Teknik di Unpar udah dikenal lebih bagus dari kebanyakan kampus lain,” ungkap Jose.

Beberapa mahasiswa juga tidak kecewa diterima di Unpar meskipun bukan pilihan pertama mereka, mahasiswa seperti Adriel (FH) dan Jenny (FE) bercerita bahwa mereka memang tidak memilih Unpar sebagai pilihan pertama namun tetap tidak menyesal. “Memang pengennya di PTN, cuma ya disini juga bagus,” ungkap mereka berdua yang datang dari luar Jawa untuk menimba ilmu di Bandung.