Senat UNPAR Diskusi Bersama Rumah Perubahan Rhenald Kasali, Bahas Pengelolaan Universitas di Era AI

Prof. Rhenald Kasali (baris depan, ketiga dari kiri) berfoto bersama Ketua dan anggota Senat UNPAR di Rumah Perubahan Rhenald Kasali, Kamis (15/2/2024) lalu.

UNPAR.AC.ID, Bandung – Senat Universitas Katolik Parahyangan mengunjungi Rumah Perubahan Rhenald Kasali, Kamis (15/2/2024). Dalam hal ini, Senat UNPAR berdiskusi langsung dengan Prof. Rhenald Kasali terkait “Pengelolaan Universitas pada Era Globalisasi, Digitalisasi, Kecerdasan Buatan (AI), dan Interaksi Antar-Generasi”.

Melansir laman resminya, Senin (19/2/2024), Rumah Perubahan merupakan Pusat Edukasi dan Inspirasi dengan misi untuk memajukan masyarakat melalui berbagai fasilitas, program, dan konten yang disajikan. Sementara Prof. Rhenald Kasali adalah Guru Besar Bidang Manajemen Universitas Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, Prof. Rhenald memaparkan bahwa masyarakat global era kini dipengaruhi situasi BANI (Brittle, Anxious, Non-Linear, dan Incomprehensible). Pola pengajaran, interaksi, komunikasi dengan mahasiswa juga perlu mempertimbangkan situasi saat ini. Globalisasi, keberadaan internet dengan segala implikasi digitalisasi melahirkan masyarakat yang jauh berbeda.

Era digitalisasi dan revolusi informasi menyebabkan kesenjangan antar-generasi yang perlu disikapi secara bijaksana. Setiap organisasi memerlukan tata kelola yang tidak kaku dan mengikuti perkembangan zaman. Untuk jelasnya, situasi BANI dapat dijelaskan sebagai berikut:       

  1. Brittle (kerapuhan). Dari luar terlihat kokoh, perkasa, besar, ternyata tak sekuat/sehebat yang diduga. 
  2. Anxious (kecemasan). Situasi yang menimbulkan rasa tidak berdaya, cemas, khawatir, terlalu banyak informasi yang tidak sesuai dengan harapan. Kondisi ini juga menimbulkan rasa insecure (tidak aman). 
  3. Non-Linear (ketidak-beraturan). Banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan pola “sebab-akibat” yang dapat diprediksi sebelumnya. Situasi ini menimbulkan semacam “butterfly effect” atau situasi yang “chaos”. 
  4. Incomprehensible (tidak dapat dipahami), sebagai akibat dari ilusi pengetahuan yang penuh misteri, ternyata banyak yang tidak kita pahami dari berbagai peristiwa yang terjadi.  

Universitas juga dinilai perlu menerapkan teknologi informasi yang terkait dengan berkembangnya kecerdasan buatan. Sebelumnya perlu dipahami terdapatnya 10 tahapan kecerdasan buatan yaitu: 

  1. Rule of Knowledge Based System, yang berbasis pada sistem yang sudah diprogramkan sebelumnya. 
  2. Context Based and Retention System, yang berkemampuan untuk mempertimbangkan situasi  (misalnya lingkungan sekitar) dalam menjalankan tugas,
  3. Narrow Domain or expert AI System, yang lebih spesifik dan berkemampuan melakukan tugas tugas spesifik, yang mampu menggantikan kecerdasan manusia. Contohnya dalam bidang kedokteran, akuntansi, gaming, menerjemahkan bahasa, dll.  
  4. Rasoning AI system, yang mampu menyamai otak manusia, dapat membangun argumen dan keputusan berdasarkan data yang kompleks. 
  5. Self Aware System, dianggap sebagai tahapan yang paling maju dlm perkembangan AI. Kemampuan untuk mengintropeksi dan membangun pemahaman tentang diri sendiri, selain memiliki emosi dan kepentingan sendiri. 
  6. Artificial General Intelligence (AGI). Dapat memahami, mempelajari, dan menerapkan pengetahuan dalam mengerjakan tugas, seperti layaknya manusia. 
  7. Artificial Super Intelligence (ASI), mesin yang melebihi kecerdasan manusia. Dapat meningkatkan kemampuan tanpa intervensi manusia, selain dapat merevolusi berbagai jenis industri untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. 
  8. Transcendent AI, memiliki kebebasan untuk memilih jalur evolusinya sendiri, sehingga dapat berkembang sendiri dan memiliki kecerdasan kolektif. 
  9. Cosmic AI, memiliki kemampuan yang melebihi eksistensi manusia di bumi. Mesin ini memiliki kemampuan memahami  dan berinteraksi dengan jagat raya, dalam skala cosmic. Seperti halnya “science fiction”, masa depan AI dan potensi pengaruh terhadap jagat raya. Memiliki kemampuan untuk mengkolonisasi planet lain dan bahkan menempuh perjalanan ke sistem perbintangan yang jauh. 
  10. Godlike AI, merupakan tahapan yang bersifat hipotesis dan spekulatif mengenai perkembangan AI. Kemampuan utk belajar dan berkembang secara mandiri, memahami lingkungan tanpa pengawasan, dan memiliki kemampuan mentransformasi lingkungan di disekelilingnya. Berkemampuan untuk merevolusi dunia dengan cara yang tidak dapat dibayangkan manusia. Bentuk kecerdasan seperti ini, untuk saat ini masih sebatas teoritis, dan belum ada contoh nyata.  

Sementara itu, Anggota Senat UNPAR Prof. Sani Susanto menuturkan, perlu dilakukan berbagai upaya strategis menghadapi perubahan era kini, terutama dalam hal sistem rekrutmen mahasiswa. 

“Perlu dilakukan berbagai strategi agar tercapai target tingkat keterlibatan dengan biaya rendah. Perguruan Tinggi perlu memiliki dan memobilisasi para influencer. Untuk itu semua strategi komunikasi perlu memasukkan faktor-faktor untuk melahirkan banyak unique selling proposition yang pada gilirannya mencetuskan call to action,” 

Diskusi bersama Senat UNPAR dan Prof.Rhenald ini pun diharapkan dapat membawa pemahaman lebih signifikan akan peran Senat di Universitas. Juga sebagai bagian dari masyarakat yang terus berkembang. (NAT/SYA-Humas UNPAR)

Berita Terkini

Prestasi Gemilang UKM Badminton UNPAR di Liga Pelajar Nusantara 2024

Prestasi Gemilang UKM Badminton UNPAR di Liga Pelajar Nusantara 2024

UNPAR.AC.ID, Bandung – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badminton Universitas Parahyangan (UNPAR) telah menorehkan tinta emas dalam sejarah olahraga kampus dengan meraih prestasi membanggakan pada Liga Pelajar Nusantara 2024, yang diselenggarakan di Bogor. Dengan...

Sistem Penghubung Layanan dan SSO untuk Transformasi Digital Indonesia

Sistem Penghubung Layanan dan SSO untuk Transformasi Digital Indonesia

UNPAR.AC.ID, Bandung - Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau yang dikenal dengan sebutan SPBE merupakan salah satu upaya transformasi digital di Indonesia. Fokus utama dari SPBE ialah meningkatkan layanan publik agar masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dan...

Kontak Media

Humas UNPAR

Kantor Sekretariat Rektorat (KSR), Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Feb 19, 2024

X