Home / Berita Terkini / Seminar Terpusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Seminar Terpusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan (LPPM Unpar) menyelenggarakan seminar terpusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Aula Pascasarjana Unpar, Jalan Merdeka 30, Bandung pada Jumat (3/11).

LPPM Unpar berkomitmen untuk mengelola kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen secara terpusat dan meningkatkan mutu proses, hasil, dan dampak. Maka, LPPM Unpar bekerja sama dengan para peninjau internal Unpar dan ketua program studi untuk berkoordinasi dalam pelaksanaan seminar tersebut.

Seminar ini ditujukan untuk forum diseminasi, serta tukar informasi dan pengetahuan antar para peneliti dan pengabdi di lingkungan Unpar. LPPM Unpar mengharapkan, melalui seminar ini, diseminasi tersebut mampu memperkuat iklim yang kondusif untuk berkolaborasi dan mengembangkan hasil dan dampak penelitian dan pengabdian masyarakat. Termasuk, capaian lebih lanjut dari diseminasi itu, seperti publikasi ilmiah atau hilirisasi hasil penelitian untuk pemanfaatan yang lebih luas atau jejaring kerja sama dan kolaborasi yang bersifat multidisiplin.

Seminar ini dibagi ke dalam tiga kelas, yakni satu kelas sosial dan dua kelas teknik. Setiap kelas dibagi ke dalam dua sampai tiga sesi mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00. Setiap sesi dihadiri oleh lima sampai tujuh peserta yang akan memaparkan penelitian yang telah disusun bersama dengan tim peneliti. Setiap presenter diberi waktu selama delapan menit untuk memaparkan hasil penelitian.

Peserta kegiatan ini adalah para dosen dari Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS), dan Fakultas Teknologi Industri (FTI).

Beberapa penelitian itu di antaranya Analisis Kuantitatif dalam Morfologi Kota: Evaluasi Pengembangan Ruang Publik pada Taman Skala Lingkungan di Daerah Permukiman Eks-Kolonial Kota Bandung yang dipaparkan oleh Dimas Hartawan Wicaksono, S.T., M.T. dari Program Studi Arsitektur. Lalu, penelitian berjudul Transformasi Strategi Diplomasi di Era Digital: Identifikasi Postur Diplomasi Digital di Indonesia yang dipaparkan oleh Sapta Dwikardana, Ph.D dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. Lainnya seperti, Studi Perbandingan Psychomotor Vigilance Task (PVT) dan Flicker sebagai Alat Uji Tingkat Kewaspadaan yang diteliti oleh Daniel Siswanto, Thedy Yogasara, Tjioe Vincent Louis Sutjitro, dan Levin dari FTI.