Home / Alumni / Program Peminatan Baru di Unpar

Program Peminatan Baru di Unpar

Menjawab tantangan zaman, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) membuka sejumlah program peminatan baru di tahun 2019. Rencananya, pembukaan program-program tersebut akan dilakukan pada pertengahan tahun ini. Sebagian program akan dibuka pada saat penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unpar gelombang II. Adapun program-program peminatan baru tersebut diantaranya Data Science, Bisnis Digital, dan Filsafat Budaya.

Data Science

Walaupun saat ini mungkin bukan nama pekerjaan yang muncul di pikiran kita ketika  membayangkan pekerjaan paling popular, data scientist memegang peranan yang kian penting dalam dunia yang kian digital. Atau, lebih tepatnya, dalam dunia di mana setiap kali kita melakukan “aktivitas digital”, kita menghasilkan begitu banyak poin-poin data yang lalu menjadi “aset” bagi organisasi (perusahaan, institusi, lembaga, dll.). Dari data yang banyak tersebut, dapat digali berbagai informasi berharga.

Salah satu perwujudan konkret dari ide percepatan ini dilakukan oleh Unpar, tepatnya di Program Studi Informatika, yang pada tahun 2019 ini akan menggelar soft launching dari Program Data Science.

Di awal tahun 2018, ada sekitar 251 lowongan untuk data scientist tercatat di LinkedIn, plus sekitar 4.281 untuk profesi lain yang masih berkaitan dengan analisis data seperti data engineer, data analyst, dan business intelligence. Tapi meski data scientist banyak dicari (oleh perusahaan e-commerce, instansi pemerintah, institusi pendidikan, dll.) dan insentif untuk profesi ini cukup tinggi, ketersediaan talenta ilmuwan data di Indonesia belum dapat mengimbangi permintaan.

Selengkapnya:

Profesi “Terseksi” Abad 21: Data Scientist (http://unpar.ac.id/profesi-terseksi-abad-21-data-scientist/)

Bisnis Digital

Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Unpar menawarkan sebuah inovasi melalui program peminatan Bisnis Digital dalam upaya merespon tantangan Revolusi Industri 4.0, mengantisipasi Making Indonesia 4.0, serta perkembangan dunia secara global.

Untuk mencapai operational excellence, dilakukan beberapa kerja sama dengan berbagai organisasi sertifikasi internasional seperti Hobart Technology dari Australia dan European-Asian Management Institute dari Belanda, agar kurikulum dan proses pembelajaran dapat sesuai dengan kebutuhan di dunia nyata.

Dengan kemampuan dan proses pembelajaran yang dilakukan ini maka lulusan dapat membangun usahanya sendiri (start-up) ataupun bekerja di perusahaan dan berkontribusi dalam digital transformation (perubahan bisnis yang berdasarkan pada pemanfaatan teknologi digital).

Selengkapnya:

Siapkah kita menghadapi Digital Transformation?(http://unpar.ac.id/siapkah-kita-menghadapi-digital-transformation/)

Filsafat Budaya

Fakultas Filsafat (FF) Unpar akan membuka program peminatan Filsafat Budaya. Hal ini tidak lepas dari pergumulan manusia dengan kebudayaan yang sangat dinamis, dimulai dari konsep identitas, interaksi sosial, spasial-temporal, dan masih banyak lagi.

Profesor Bambang Sugiharto Guru Besar FF Unpar mengatakan bahwa identitas kemanusiaan kini butuh perenungan mendalam serta mendasar. Didukung oleh dosen-dosen yang telah terbukti memiliki basis kuat di bidang filsafat serta kebudayaan, diharapkan mahasiswa yang mempelajarari bidang peminatan ini dapat berkembang baik secara keilmuan juga aspek humanitasnya.

Lalu, apa saja potensi karier bagi lulusan filsafat kebudayaan? Prof. Bambang mencontohkan, lulusan FF Unpar dapat mengembangkan diri sebagai kaum intelektual, seperti jurnalis, pengajar, novelis, kritikus budaya (culture critics), pegiat dan kritikus seni serta wirausahawan budaya (culturepreneur); juga bekerja di bidang komunikasi sosial sebagai copywriter, strategist, dan advertising. “Luas  sekali, (Anda) bisa merintis apapun di situ,” tambah beliau yang ditemui Tim Publikasi Unpar, pada Rabu (20/2).

Dengan konsentrasi baru ini, Prof. Bambang mengharapkan FF Unpar agar menjadi lebih fleksibel. “Bagaimana filsafat bisa berdampak lebih jelas bagi masyarakat,” ungkapnya, sehingga kita dapat mengejar ketertinggalan intelektualitas di Indonesia dengan cepat. “Barang sedikit (FF Unpar) bisa menyumbangkan secara signifikan ke arah perubahan keadaban,” pungkasnya.

Selengkapnya:

Kenal Lebih Dekat:  Prof. Bambang Sugiharto, Berpikir Kritis, dan Filsafat Budaya (http://unpar.ac.id/kenal-lebih-dekat-prof-bambang-sugiharto-berpikir-kritis-dan-filsafat-budaya/)

Dari Mekatronika hingga Aktuaria

Pada 2015 silam, Unpar meluncurkan program studi (Prodi) Teknik Elektro yang menawarkan konsentrasi Mekatronika. Lulusan Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika Unpar, misalnya, dapat bekerja di berbagai industri, terutama di industri yang menggunakan peralatan mesin otomatis atau robot seperti industri manufaktur, otomotif, elektronik, pertahanan, farmasi, makanan, pengemasan, logistik, juga penerbangan.

Prodi Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika Unpar juga memiliki perhatian pada pengembangan advance system agriculture yang menjadi proyek unggulannya. Dalam hal ini, pihak prodi bekerja sama dengan potensi lokal melalui perkebunan paprika berbasis green house di daerah kabupaten Bandung Barat.

Di bidang lainnya, Program Studi Matematika menyediakan program peminatan Matematika Terapan dan Aktuaria. Aktuaris adalah sebutan bagi para profesional pengelola beragam jenis asuransi, antara lain asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi umum, dan dana pensiun. Di Indonesia, masih banyak dibutuhkan para profesional dengan kompetensi ilmu aktuaria. Kini, aktuaris menjadi salah satu pekerjaan langka yang banyak diincar perusahaan besar.

Sebagai salah satu mitra proyek Risk Management, Economic Sustainability and Acturial Science Development in Indonesia (READI) yang digagas pemerintah Kanada, Prodi Matematika Unpar berpartisipasi aktif dalam mendukung percepatan peningkatan jumlah dan kualitas lulusan ilmu aktuaria di Indonesia. Kerja sama tersebut salah satunya terkait program magang dan pemberian beasiswa penuh (biaya studi, biaya hidup, dan biaya ujian dari Persatuan Aktuaris Indonesia) bagi mahasiswa Prodi Matematika Unpar.

Lulus kuliah sesuai dengan minat

Wakil Rektor Bidang Akademik Paulus Cahyono Tjiang Ph.D mengatakan, Unpar membuka program peminatan baru berdasarkan kelompok bidang ilmu (KBI) yang sudah ada, tidak menambah kurikulum.

Beliau meyakini program peminatan baru ini akan diminati masyarakat. Aspek fleksibilitas menjadi keunggulan lainnya bagi calon mahasiswa yang mengambil fokus pada program peminatan tersebut.

“Harapan saya, mereka memilih sesuai yang mereka inginkan dan mereka lulus sesuai dengan yang mereka inginkan. Jadi mereka belajar dengan gembira. Punya kompetensi yang mereka inginkan juga,” ungkapnya dalam wawancara bersama Tim Publikasi pada Selasa (19/2).

Adapun pendaftaran peserta Ujian Saringan Masuk (USM) II Unpar telah dimulai sejak 4 Februari dan akan dibuka hingga 23 April 2019. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman pmb.unpar.ac.id. USM II Unpar akan dilaksanakan pada Minggu, 28 April 2019 di Kampus Unpar Bandung dan SMA Regina Pacis Bogor.

Selengkapnya:

Unpar Tawarkan Sejumlah Program Peminatan Baru (http://unpar.ac.id/unpar-tawarkan-sejumlah-program-peminatan-baru/)