Praktisi Berikan Tips Jaga Kesehatan Mental Masuki Dunia Kerja

UNPAR.AC.ID, Bandung – Dalam psikologi, terdapat tahap-tahap perkembangan yang pada setiap tahap usianya terdapat tugas tertentu yang perlu dijalankan atau dicapai. Tidak terkecuali pada tahap dewasa awal yang berkisar di usia 18 atau 22 hingga 40 tahun. 

Tahap ini termasuk kepada terjadinya masa transisi dari remaja ke dewasa awal. Dalam dewasa awal ini, perubahan masa kuliah ke dunia kerja menjadi salah satu tugas yang dihadapi dalam tahap perkembangannya. Maka, pentingnya persiapan diri dalam proses memasukinya.

Hal tersebut mengemuka pada Virtual Job Fair Webinar Week  yang diselenggarakan  Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melalui Lembaga Pengembangan Pemelajaran dan Karier (LPPK) UNPAR bersama IKIGAI Consulting pada (10/3/2022) kemarin.  Acara yang bertajuk “How to Raise Mental Health to Better Productivity” tersebut mengundang Psikolog Yoana Theolia Angie Yessica, M.Psi., selaku Konselor Kesehatan Mental pada IKIGAI Consulting.

Jessy-begitu sapaan Yoana Theolia Angie Yessica-mengatakan jika pada tahap dewasa awal, tugas perkembangan yang diemban meliputi kemandirian pribadi dan ekonomi, pemilihan pasangan, dan menemukan kelompok sosial yang cocok.

“Tugas perkembangan ini perlu dipenuhi dalam usia ini. Sehingga kita bekerja bukan sekadar karena mencari uang, karena butuh atau nggak butuh uang, tapi ada tugas yang harus kita selesaikan,” kata Jessy.

Dia mengatakan, hal pertama yang perlu disiapkan dalam memasuki dunia pekerjaan adalah memahami bahwa dalam bekerja merupakan proses timbal balik, pertukaran, dan kontribusi dengan nafkah sebagai kompensasinya.

“Perlu di-tag, apa sih yang bisa saya berikan untuk dunia ini. Karena sebetulnya setiap pekerjaan adalah solusi,” tuturnya.

Menurutnya, banyak orang-orang yang sudah lama tidak mendapatkan pekerjaan dan berakhir terkena quarter life crisis disebabkan selalu mencari tuntutan keinginan hingga lupa akan esensi bekerja.  

Mind setnya adalah bukan apa yang bisa aku terima sebanyak-banyaknya, tapi apa yang harus aku berikan,” ucap Jessy.

Lebih lanjut, Jessy mengatakan, untuk dapat mengatasi masa transisi yang memiliki banyak tantangan yang harus diemban, terdapat tiga hal yang dapat dipersiapkan, yaitu:

  1. Mengasah kemampuan yang akan didalami 
  2. Mempersiapkan finansial
  3. Memperluas dan memperdalam lingkar pertemanan

Selain itu, Jessy juga memberikan cara untuk dapat terhindar dari stres bekerja yang bisa dipakai nantinya dalam dunia kerja dengan cara self-care yang dapat dilakukan pada sehari-hari. Di antaranya adalah, perhatikan waktu makan dan tidur, sesuaikan intensitas dan keseimbangan kegiatan, terkoneksi dengan diri sendiri, dan terkoneksi dengan orang lain.

“Sehari-harinya dilakuin supaya dalam rangka tetap waras,” kata Jessy. (RBF-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

Mengendalikan A.I. di Era A.I.

Mengendalikan A.I. di Era A.I.

UNPAR.AC.ID, Bandung - Hampir semua orang di dunia sudah familiar dengan teknologi Artificial Intelligence (A.I.) pun menggunakannya. Artificial Intelligence atau Kecerdasan Artifisial adalah mesin (komputer) yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak...

Prodi Studi Humanitas UNPAR Terakreditasi Baik BAN PT

Prodi Studi Humanitas UNPAR Terakreditasi Baik BAN PT

https://www.youtube.com/watch?v=tPoNEuVdlLc UNPAR.AC.ID, Bandung – Program Studi Studi Humanitas Universitas Katolik Parahyangan telah memenuhi peringkat akreditasi “Baik” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tertanggal 23 Januari 2024. Peringkat...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Mar 14, 2022

X