Praktisi Bagikan Tips dan Trik Buat Resume Menarik hingga Sukses Interview Kerja

UNPAR.AC.ID, Bandung – Setiap orang tentu memiliki harapan karir yang berbeda-beda. Namun, hal terpenting dalam meraih karir adalah sebuah resume. Hal tersebut disebabkan karena resume merupakan hal pertama yang akan direview oleh para recruiter. Resume yang menarik sendiri terbukti dapat menjadi suatu nilai tambah di tengah persaingan yang ketat. Human Resources (HR) tentunya akan tertarik pada individu yang memiliki pengalaman dan skill sesuai dengan kompetensi yang diperlukan. 

Hal tersebut dikemukakan oleh Rehulinta Valerina selaku Head of Human Capital Development Kalbe Nutritionals dalam webinar bertajuk  “Resume Writing, Interview Grooming & Prepare Your Career Life” pada Kamis (17/11/2022). Webinar yang diselenggarakan secara online tersebut merupakan rangkaian webinar series UNPAR Career Expo (UCE) yang diselenggarakan dari 14 November hingga 18 November mendatang. Dengan webinar series ini, diharapkan para lulusan ataupun mahasiswa mendapatkan bekal yang tidak didapatkan di bangku kuliah sebagai persiapan menjadi lulusan yang siap bekerja dan memiliki dampak bagi masyarakat.

Rehulinta yang kerap disapa Rehu memaparkan perbedaan antara resume dan juga Curriculum Vitae (CV), yakni :

  • Resume hanya memiliki panjang 1 halaman tetapi CV bisa memiliki panjang hingga lebih 2 dari halaman.  
  • Resume berisi highlight dari achievement dan juga accomplishment pelamar sedangkan CV berisi sejarah lengkap pendidikan dan kehidupan profesional pelamar. 

“Menurut saya, resume itu akan lebih cepat membantu HR mengambil keputusan,” tuturnya. 

Rehu pun mengungkap enam elemen penting dalam membuat sebuah resume, antara lain:

  1. A powerful introductory profile : ringkasan persuasif mengenai high level skills, experience, minat diri yang sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.
  2. Education & qualifications : riwayat pendidikan dengan nilai dan tanggal lulus.  Jika pengalaman kerja dirasa masih kurang, dapat menambahkan detail lainnya.
  3. A bullet pointed core skills section : penilaian diri terhadap berbagai skill yang dimiliki. 
  4. A detailed career summary : ringkasan mengenai pengalaman kerja dengan urutan yang paling baru dijalankan. .
  5. Interest and hobbies (optional) : dapat dimasukkan jika relevan dengan posisi yang dituju.
  6. Simple format.

“Satu halaman itu sudah men-describe orang ini achievementnya apa, pendidikan terakhirnya apa, pengalamannya apa, skillnya apa,” tuturnya. 

Rehu juga memberikan beberapa tips untuk membuat resume yakni tidak melebihi dari 2 halaman, memakai font dan warna yang simple, menggunakan kalimat yang on point. Untuk beberapa posisi seperti Graphic Design, Digital Marketing, Content Creator, dan lain-lain bisa membuat resume yang lebih unik untuk menonjolkan creativity skill.

Sejalan dengan hal tersebut, ia juga memaparkan beberapa general rules dalam membuat resume, yakni :

  • Gunakan PDF Format.
  • Gunakan font yang jelas dan mudah dibaca.
  • Singkat, jelas, padat.
  • Melakukan job dan company research terlebih dahulu. 
  • Hindari typo.
  • Jangan memberikan informasi yang salah.

Jika resume kemudian dikirimkan melalui email, email body harus berisi setidaknya perkenalan diri, ringkasan pengalaman dan organisasi, serta strong point yang memiliki keterkaitan dengan posisi yang dilamar. Pastikan juga resume beserta lampiran telah di attach sebelum dikirim.

Jika pelamar lolos dan dipanggil untuk interview, grooming merupakan salah satu hal terpenting. Sebaiknya, pelamar mencari terlebih dahulu informasi mengenai ketentuan interview pada target company. Rehu mengungkap bahwa ada beberapa perusahaan seperti yang bergerak di perbankan menerapkan interview yang sangat formal. Di sisi lain, ada perusahaan yang justru cenderung casual

“Ada beberapa perusahaan yang lebih ke arah casual, yang penting rapi,” ujarnya.

Dalam melakukan interview, Rehu menyatakan bahwa sebaiknya pelamar melakukan beberapa persiapan, seperti :

  1. Research the company : bidang usaha, nilai dan budaya perusahaan, trend industri, dan interviewer.
  2. Research the job : tugas dan tanggung jawab, kualifikasi dan kemampuan, travel requirements, keamanan kerja, jenjang karir, dan metode seleksi. 
  3. Study yourself : kualifikasi, kebutuhan, kekurangan, dan kelebihan.
  4. Utilize Source of Information : Laporan tahunan, internet, University Career Center, kenalan ataupun keluarga pada perusahaan tersebut.

Rehu juga mengungkap beberapa faktor penghambat interview yang membuat HR memutuskan untuk tidak melanjutkan kandidat, antara lain :

  • Penampilan yang tidak sesuai.
  • Terlalu agresif atau arrogant
  • Ketidakmampuan untuk mengekspresikan pemikiran secara jelas.
  • Kurang matangnya perencanaan karir.
  • Kurang antusias.
  • Kurang dewasa.
  • Fishy handshake.
  • Kurang persiapan untuk interview.
  • Kurang percaya diri.

Sekedar informasi, kegiatan pembekalan karir dalam bentuk webinar ini diselenggarakan oleh Divisi Pengembangan Talenta dan Karier dari Lembaga Pengembangan Pemelajaran dan Karier (LPPK) UNPAR. Narasumber yang diundang merupakan narasumber dari perusahaan terkemuka yang juga kompeten di bidangnya masing-masing. Pendaftaran webinar dapat dilakukan melalui lppk.unpar.ac.id dan informasi lebih lanjut dapat dilihat dari instagram @cdc.unpar. (JES/KTH-Humkoler UNPAR) 

Berita Terkini

Selami Seni dan Komunitas dalam Kuliah Umum Estetika UNPAR

Selami Seni dan Komunitas dalam Kuliah Umum Estetika UNPAR

UNPAR.AC.ID, Bandung – Di tengah perkembangan abad ke-21 yang membawa perubahan cepat dan mendasar, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menggelar Kuliah Umum Estetika bertajuk “Seni, Komunitas, dan Penghayatan Pengetahuan” pada Kamis (13/06/2024). Acara ini...

Kontak Media

Humas UNPAR

Kantor Sekretariat Rektorat (KSR), Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Nov 18, 2022

X