Praktisi Berbagi Tips Menulis CV Dilirik HRD

UNPAR.AC.ID, BandungCurriculum Vitae (CV) atau resume merupakan sebuah dokumen tentang perjalanan hidup berupa pengalaman bekerja, riwayat menempuh pendidikan, hingga pengalaman lainnya yang mendukung untuk dapat diterima dalam suatu pekerjaan.

Dalam tahap awal rekrutmen, seorang rekruter hanya memiliki waktu lima hingga sepuluh detik untuk melihat CV yang masuk. Maka dari itu, perlunya sebuah CV yang baik dan mudah dimengerti untuk membantu mempercepat rekruter dalam memilih dan melanjutkan ke tahap berikutnya. 

Hal tersebut disampaikan Cynthia Veronica selaku Business Development Associate Kinobi dalam Virtual Job Fair Webinar Week yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pemelajaran dan Karier Universitas Katolik Parahyangan (LPPK UNPAR) bersama Kinobi pada (9/3/2022) yang bertajuk “How to Level Up Your CV in Kinobi Way”.

Cynthia mengatakan, terdapat lima tahap perjalanan CV. Lima tahap tersebut adalah memasukkan dokumen, memfilter dari sistem pelacakan pelamar atau Applicant Tracking System (ATS), perekrut membaca CV, ketertarikan perekrut, dan direkomendasikan untuk wawancara.

Dalam tahap awal, dia mengatakan, semua CV yang sudah dimasukkan, akan disaring dan masuk dalam sistem ATS. ATS ini merupakan sistem yang digunakan rekruter untuk memfilter kandidat yang sesuai dengan posisi pekerjaan yang sedang dicari.

“CV yang baik itu biasanya di-ranking berdasarkan sistem ATS ini. Itu berdasarkan key word yang ada di CV, kemudian formatnya, dan deskripsi dari pengalaman kita,” kata Cynthia

Kemudian, hanya sekitar 25 persen dari ATS yang masuk pada tahap pembacaan CV oleh rekruter, kata Chyntia. Maka, pengalaman yang relevan menjadi suatu hal yang penting pada tahap ini.

Setelah itu, perekrut mulai memilih lebih detail kemampuan apa saja yang dimiliki oleh calon kandidat. Pada tahap ini, hanya sekitar 10 persen perekrut yang akan dilihat lebih detail seperti kemampuan,  prestasi, pernah berpengalaman dalam mengikuti pelatihan, dll.

“Setelah dilakukan consideration, kemudian terakhir, hanya lima persen yang akan dipanggil ke interview,” tutur Cynthia.

Dari proses tersebut, dia menyampaikan jika tahapan yang paling memangkas para kandidat adalah pada tahapan ATS. Untuk dapat masuk dalam tahapan tersebut, kunci utamanya adalah CV yang baik dan jelas, yaitu di antaranya:

  1. Hanya memiliki satu lembar (maksimal dua lembar)
  2. Format yang mudah dibaca
  3. Bebas dari penulisan yang error
  4. Hanya memasukkan informasi yang relevan.

Dia juga mengatakan, jika CV yang baik tidak perlu mencantumkan tiga hal, yaitu dokumen legal yang tidak relevan seperti tanggal lahir, tidak perlu memasukkan dokumen portofolio pada berkas CV, dan tidak perlu mencantumkan informasi detail pribadi seperti personaliti.

Lebih lanjut, Chyintia juga membagikan rahasia untuk dapat masuk pada setiap tahapannya dalam mengembangkan CV menjadi lebih baik dan dipilih oleh perekrut. Rahasia tersebut adalah metode action+impact pada deskripsi CV, dan match-the-JD (Job Description).

Action itu artinya bagaimana cara teman-teman melakukannya, impact itu adalah seberapa besar teman-teman dalam melakukan hal itu dipengalaman terkait,” ucap Chynthia.

Chyntia juga  mengatakan, harus melihat kata-kata kunci penting pada deskripsi pekerjaan yang kemudian disamakan dalam pengalaman profesional yang telah dilakukan kandidat.

“Seharusnya CV kita juga dimasukkan key word-key word yang penting (pada deskripsi pekerjaan-red),” ujarnya. (RBF-Humkoler UNPAR)

Berita Terkini

Prestasi Gemilang UKM Badminton UNPAR di Liga Pelajar Nusantara 2024

Prestasi Gemilang UKM Badminton UNPAR di Liga Pelajar Nusantara 2024

UNPAR.AC.ID, Bandung – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badminton Universitas Parahyangan (UNPAR) telah menorehkan tinta emas dalam sejarah olahraga kampus dengan meraih prestasi membanggakan pada Liga Pelajar Nusantara 2024, yang diselenggarakan di Bogor. Dengan...

Sistem Penghubung Layanan dan SSO untuk Transformasi Digital Indonesia

Sistem Penghubung Layanan dan SSO untuk Transformasi Digital Indonesia

UNPAR.AC.ID, Bandung - Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau yang dikenal dengan sebutan SPBE merupakan salah satu upaya transformasi digital di Indonesia. Fokus utama dari SPBE ialah meningkatkan layanan publik agar masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dan...

Kontak Media

Humas UNPAR

Kantor Sekretariat Rektorat (KSR), Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Mar 11, 2022

X