Home / Alumni / Politisi, Pengusaha, dan Musisi Pulang Kampus

Politisi, Pengusaha, dan Musisi Pulang Kampus

Eksistensi alumni dalam suatu institusi pendidikan tinggi menjadi sebuah aset penting. Sebagai duta kampus, perilaku, capaian, dan sepak terjang alumni akan membawa nama almamater. Secara implisit, terciptanya ikatan yang solid dan sinergis antara alumni dengan pihak universitas menjadi modal pencapaian visi perguruan tinggi.

Kendati jiwa raga terasa jauh, rasa rindu untuk menikmati momen “pulang kampus” tetap merayu. Kini, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas “temu kangen”, tetapi lebih bersifat esensial, inklusif, dan intim. Makna “esensial” dituangkan ke dalam kegiatan sharing bersama alumni yang tak hanya sebatas Seremonial; inklusif yang berarti merangkul partisipasi seluruh sivitas akademika; sedangkan intim memiliki arti kedekatan yang hangat antara alumni dan mahasiswa.

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) telah mencetak lulusan yang kompeten di berbagai bidang profesi. Sebut saja Maruarar Sirait (Anggota DPR RI), Yunarto Widjaja (CEO Charta Politica), Paulus Winarto (Leadership Trainer), Annisa Pagih (Television Host), Drs. Boedi Siswanto Basuki (Pemilik Yogya Group), Baron Suprayogi (Musisi), Rizky Darmasetiawan (Founder of Briz Entertainment), dan Yosi Mokalu (Penyanyi). Mereka kembali ke kampus untuk berbagi cerita dan pengalaman kepada mahasiswa Unpar dalam talkshow yang merupakan rangkaian acara Parahyangan Alumni Day (PAD) 2016.

Peran Strategis Alumni

Kesuksesan alumni menjalankan berbagai bidang profesi sesuai kompetensi dan minat merupakan indikator keberhasilan sebuah perguruan tinggi.

Alumni berperan sebagai “jembatan” dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Pengalaman mereka dapat membantu mengembangkan keilmuan baik secara teoritis maupun praktis. Alumni dapat memberikan ide, masukan, dan kritik yang konstruktif bagi universitas. Selain itu, alumni dapat menjadi motivator dan inspirator bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi.

 Alumni Day

Mengusung tema “Menyatu dalam Kenangan, Memberi Makna Bagi Masa Depan”, Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (LKM Unpar) bekerjasama dengan Ikatan Alumni (IKA) Unpar menyelenggarakan kegiatan PAD 2016.

Kegiatan tersebut bertujuan mempererat jalinan hubungan antara mahasiswa dan alumni Unpar. Adapun acara ini terbagi ke dalam serangkaian kegiatan seperti “Alumni Giving Back”, talkshow, dan acara puncak.

Selama tiga pekan, talkshow mengusung tema-tema menarik seperti, “Berkarir di Dunia Politik? Siapa Takut!”, “Find Your Passion and Make A Living From It!”,Expanding Your Career Business”, “Change Your Mindset to be a Creative Person”, dan “Berkiprah di Dunia Entertainment.

Melalui talkshow tersebut, mereka berbagi banyak cerita unik dan inspiratif baik semasa duduk di bangku perkuliahan hingga dunia kerja. Kegiatan bincang bersama alumni dapat memberikan bekal sharing pengalaman bagi mahasiswa Unpar sebelum berkarir dan berkarya di dunia profesional.

Berdasarkan pemaparan beberapa alumni dalam talkshow, mereka sepakat bahwa mahasiswa sebagai generasi muda yang openminded perlu memahami minat dan passion mereka agar dapat berprestasi serta berkontribusi aktif bagi almamater, Indonesia, bahkan dunia.

Idealnya, para pemuda dapat secara aktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggali berbagai pengalaman logis maupun empiris selama menjadi mahasiswa. Belajar itu tidak hanya melalui buku karena yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mentransformasikan sebuah ilmu menjadi sebuah aksi.

Bekal mentalitas serta bekerja dengan hati sangat diperlukan untuk menghadapi kedinamisan hidup dengan segala risiko. Alumnus berharap generasi muda Unpar mempunyai tekad kuat untuk berani berkecimpung di dunia nyata.

Adapun penutupan acara PAD 2016 diselenggarakan pada Sabtu (27/2) yang dimeriahkan dengan pentas musik dari alumni dan mahasiswa, bazar makanan, games, dan peresmian “Alumni Giving Back”.

Puncak acara PAD 2016 yang digelar di Parkiran Rektorat, Kampus Unpar Ciumbuleuit tersebut tampak dipenuhi dengan kumpulan foto kegiatan “Wall of Memory” sejak Unpar didirikan.

PAD 2016, sebagai perintis acara temu alumni tingkat universitas, diharapkan dapat diselenggarakan kembali di tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian, para alumnus selalu mempunyai momen untuk “pulang kampus” dan hubungan antara mahasiswa dengan alumni Unpar dapat terjalin erat.

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 15 Maret 2016)