Home / Berita Terkini / Permainan Tradisional Awali Summer Workshop Sociopreneur dan Bahasa Indonesia Unpar
  • Peserta lintas negara mengikuti tarik tambang dalam Kegiatan “Bahasa for Summer Sociopreneur & Cultural Workshop 2019” pada Senin (24/7)

  • Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. menerima kenang-kenangan berupa Batik Cimahi dari Walikota Cimahi Ajay M. Priatna

  • Penampilan seni tradisional dari masyarakat adat Cireundeu menyambut tamu undangan dalam Opening Ceremony Summer Workshop

  • Foto bersama Walikota Cimahi, Rektor Unpar, masyarakat adat Cireundeu, serta peserta Summer Workshop Unpar dan Summer Course Unpad

Permainan Tradisional Awali Summer Workshop Sociopreneur dan Bahasa Indonesia Unpar

Gelak tawa mewarnai kompetisi tarik tambang dan balap karung yang diadakan di Kampung Adat Cireundeu, Cimahi, Senin (22/7). Meski belum memasuki Bulan Agustus, lomba-lomba tradisional ini tak ayal menarik perhatian masyarakat. Apalagi, peserta lomba tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari berbagai negara di dunia.

Ya, peserta lomba tak lain adalah para peserta “Bahasa for Summer Sociopreneur & Cultural Workshop 2019” yang diselenggarakan oleh bagian Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Universitas Katolik Parahyangan (BIPA Unpar) dan Program Studi Magister Ilmu Administrasi Bisnis (MAB) Unpar, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cimahi dan KEDGE Business School.

Pengenalan permainan tradisional yang difasilitasi oleh Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) Jawa Barat ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang berlangsung antara 21 Juli hingga 4 Agustus 2019. Meski siang hari cukup menggerahkan, para peserta tetap antusias menjajal berbagai permainan tradisional seperti ular naga, bakiak, dan boi-boian atau gobak sodor.

Melalui Program Workshop yang digelar selama dua minggu, 8 orang mahasiswa asing dari Amerika Serikat, Timor Leste, Azerbaijan, Mesir dan Afganistan didampingi oleh 15 mahasiswa dari Indonesia akan mendalami kewirausahaan sosial sambil mengasah kemampuan Bahasa Indonesia mereka. Secara garis besar, peserta akan mendalami Intercultural Communication (IC) yang difasilitasi BIPA dan Social Entrepreneurship (SE) oleh pengajar dari MAB Unpar melalui berbagai aktivitas seperti live-in, observasi melalui kunjungan budaya (cultural visit) dan kelas-kelas workshop.

Belajar dari Masyarakat Lokal

Sebelumnya, pada upacara pembukaan Summer Workshop, Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. berharap para peserta dapat belajar dari masyarakat lokal yang memiliki kehidupan yang unik, tradisional, dan bernilai tinggi. “This is a very special moment for you,” tuturnya. Dukungan dari masyarakat lokal, lanjutnya, patut diberi apresiasi. “Ada banyak pelajaran hidup dari kampung adat dan warga Cireundeu ini yang juga sangat penting,” kata Mangadar, “untuk kita saling belajar dan maju bersama.”

Upacara pembukaan dihadiri oleh Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priyatna, dosen Unpar sekaligus perwakilan BAPPEDA Kota Cimahi Elivas Simatupang, pimpinan dan pemangku adat Desa Cireundeu, perwakilan akademis dari Unpar juga Universitas Padjajaran (Unpad), serta peserta Summer Workshop Unpar dan Summer Course Unpad.

Tamu Undangan disambut dengan pertunjukan rampak kendang dan angklung sebagai bagian dari budaya tradisional khas Cireundeu. Mereka juga dijamu dengan kuliner khas Cireundeu, yakni nasi yang dibuat dari beras singkong beserta lauk pauk pelengkap dan kudapan lain.

Program Summer Workshop ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran interkultural untuk menyongsong era global saat ini. Selain itu, program ini menawarkan tantangan bagi para peserta untuk memanfaatkan kekayaan budaya melalui kewirausahaan sosial sebagai cara mengangkat kearifan masyarakat lokal.