Pengaruh Etika dalam Arsitektur terhadap Kawasan FISIP UNPAR

UNPAR.AC.ID, Bandung – Indonesia sebagai negara yang masih berkembang dan mencoba mempelajari banyak hal baru dan masih mencoba untuk mengembangkan banyak aspek, salah satunya dalam pengembangan kawasan pembelajaran.

Pengembangan ini tidak jauh dari peran seorang arsitek. Para arsitek dilihat sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam perancangan sebuah kawasan dan bangunan. Rancangan yang dihasilkan oleh seorang arsitek pun juga akan memberikan efek moral yang dapat memengaruhi segala aktivitas ruang gerak di sebuah kawasan atau bangunan. 

Secara umum, etika adalah kaidah-kaidah hubungan antar manusia yang mencakup hubungan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban dalam berbagai kehidupan, baik dalam rumah tangga, lingkungan tempat tinggal, maupun lingkungan bekerja sehari-hari.

Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Katolik Parahyangan (FISIP UNPAR) telah menerapkan etika dalam mengonsiderasikan tata bangunannya, terutama di satu kawasannya yakni Taman FISIP.

Sebagai simbol kecanggihan arsitektur, lanskap ini tidak hanya mencerminkan keestetikaan tetapi juga pertimbangan etika komunitas FISIP. Aspek spesies tanaman asli dan prinsip ramah lingkungan tidak hanya mendukung visual yang menarik, tetapi juga menunjukkan poin tanggung jawab secara ekologis dengan membawa pesan bahwa FISIP UNPAR hadir untuk ikut melestarikan lingkungan. 

Taman FISIP juga berusaha untuk menyimbolisasikan misi FISIP yakni hidup berdampingan secara harmonis dengan berbagai elemen yang digambarkan dengan banyaknya jenis tanaman di taman yang masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri, sama seperti para mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang yang tetap belajar dan berdinamika bersama di FISIP UNPAR.

Pada pengaitannya dengan etika, taman ini memiliki desain yang meringankan mahasiswa untuk berdiskusi karena bentuknya yang terbuka dan dikelilingi tanaman hijau dan rindang. Taman FISIP UNPAR juga telah berhasil memenuhi keadilan dan inklusivitas penggunaannya dalam mengakses taman karena mudahnya akses untuk memasuki area taman.

Efisiensi tempat pun juga sudah berhasil dipertimbangkan dengan matang dengan mengoptimalkan penggunaan lahan yang ada di depan Gedung Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG) tanpa merusak aspek keindahan dan fungsi yang ikut mendukung kelestarian dan keberagaman hayati serta ekosistem setempat.

Nilai estetika yang terkandung menambah kesan positif karena dari sudut pandang orang yang berlalu lalang di taman ini terdapat nilai keindahan yang terkadang dipergunakan mahasiswa untuk berfoto bersama.

Dengan kata lain, taman FISIP UNPAR lebih dari sekadar pojok hijau. Taman FISIP UNPAR juga berfungsi sebagai metafora hidup yang merayakan keberagaman dalam komunitas universitas. Taman ini bukan sekadar tempat pasif, namun juga bagian integral dari ekosistem pendidikan yang menunjukkan sinergi antara alam dan pengetahuan.

Dapat disimpulkan bahwa etika arsitektur bukan hanya bagian tambahan dari proses perencanaan sebuah kawasan atau bangunan, melainkan merupakan landasan penting yang memandu arsitek dan desainer dalam menciptakan ruang terbuka yang bermakna, memberikan pengaruh positif terhadap masyarakat, serta mewariskan nilai-nilai bagi generasi yang akan datang. (SYA-Humas UNPAR)

Tulisan tersebut disusun oleh Nadien Shaumi Alanda (Mahasiswa Jurusan Arsitektur UNPAR). Merupakan republikasi dan sebelumnya telah dimuat di ayobandung.com pada Sabtu, 13 Januari 2024 dengan judul “Pengaruh Etika dalam Arsitektur terhadap Kawasan FISIP UNPAR sebagai Sarana Pembelajaran Mahasiswa”.

Berita Terkini

Prestasi Gemilang UKM Badminton UNPAR di Liga Pelajar Nusantara 2024

Prestasi Gemilang UKM Badminton UNPAR di Liga Pelajar Nusantara 2024

UNPAR.AC.ID, Bandung – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badminton Universitas Parahyangan (UNPAR) telah menorehkan tinta emas dalam sejarah olahraga kampus dengan meraih prestasi membanggakan pada Liga Pelajar Nusantara 2024, yang diselenggarakan di Bogor. Dengan...

Sistem Penghubung Layanan dan SSO untuk Transformasi Digital Indonesia

Sistem Penghubung Layanan dan SSO untuk Transformasi Digital Indonesia

UNPAR.AC.ID, Bandung - Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau yang dikenal dengan sebutan SPBE merupakan salah satu upaya transformasi digital di Indonesia. Fokus utama dari SPBE ialah meningkatkan layanan publik agar masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dan...

Kontak Media

Humas UNPAR

Kantor Sekretariat Rektorat (KSR), Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Jan 15, 2024

X