Home / Berita Terkini / Peneliti Muda Unpar Raih Penghargaan Bidang Kimia di Hawaii

Peneliti Muda Unpar Raih Penghargaan Bidang Kimia di Hawaii

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan komponen pendukung kemajuan pembangunan di sebuah negara. Dalam hal ini, perkembangan pengetahuan berbasis penelitian harus lebih ditingkatkan kembali. Kapasitas maupun kuantitas dari para peneliti juga turut mempengaruhi percepatan inovasi di Tanah Air.

Berdasarkan pada data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indonesia memiliki 10.000 orang dengan jabatan fungsional sebagai peneliti. Artinya, hanya ada 40 dari satu juta penduduk di Indonesia yang ikut melakukan riset secara aktif.

Adapun survei SCImago (SCImago Journal & Country Rank) menunjukkan bahwa jumlah dosen atau peneliti sekitar 120.492 orang, tidak termasuk Peneliti dan Perekayasa sebanyak 11.234 orang. Namun, publikasi berdasarkan hasil penelitian selama 16 tahun (1996-2013) terakhir hanya mencapai 25.481 tulisan. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia perlu mengarusutamakan penelitian, termasuk di Perguruan Tinggi.

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), turut mendukung kiprah para dosen peneliti guna memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Dave Mangindaan, ST, MT, PhD, dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI Unpar)-Program Studi Teknik Kimia, baru saja mendapatkan penghargaan Early Career Chemist Award di Pacifichem 2015, Hawaii, USA. Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada para peneliti muda di bidang Ilmu Kimia dan Ilmu Spektroskopi.

Konferensi akbar yang berlangsung pada tanggal 15-20 Desember 2015 lalu itu, diselenggarakan oleh delapan asosiasi kimia internasional di sekitar Samudera Pasifik, diikuti 10.000 peserta, 13.000 makalah, dan 300 sesi paralel poster.

Adapun makalah yang diuraikan oleh Dave Mangindaan meliputi penggunaan polyimide membranes dehidrasi pervaporasi acetone. Bersama dengan 40 peneliti lainnya, karya tersebut dinilai sebagai karya paling inovatif di tahun 2015.

Adapun kelima peneliti dan dosen muda Indonesia yang turut mendapat penghargaan adalah Ali Khumaeni (Jurusan Fisika Universitas Diponegoro, Semarang), Sri Fatmawati (Jurusan Kimia ITS Surabaya), Noviyan Darmawan (Jurusan Kimia IPB), serta Lukman Hakim dan Aprilia Tasfiyati (Universitas Brawijaya).

“Besar harapan saya untuk bisa berkarya lebih lagi dengan FTI maupun Unpar, to bring The Great Unpar even greater.” jelas Dave Mangindaan.

Seluruh civitas academica Unpar mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih. Semoga penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen maupun mahasiswa untuk tetap berkarya.