Home / Berita Terkini / Pendidikan Karakter dalam Budaya Sunda

Pendidikan Karakter dalam Budaya Sunda

Pada hari Senin, tanggal 08 Desember 2014, Pusat Inovasi Pembelajaran menyelenggarakan Seminar Pendidikan dengan tema “Pendidikan Karakter dalam Budaya Sunda”. Seminar yang diselenggarakan di Operation room – gedung 0 UNPAR ini menghadirkan narasumber Aat Suratin, seorang budayawan sunda dan pemerhati lingkungan hidup.

Dalam sambutannya rektor UNPAR, Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D., mengingatkan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda, sebagai generasi penerus bangsa. Beliau juga menekankan pentingnya para dosen untuk menyadari peran pendidikan karakter dalam aktivitas pembelajaran. Dalam pemaparannya, Aat Suratin, budayawan yang berlatar belakang seni panggung khususnya teater ini, mengetengahkan tentang peranan budaya sebagai sarana pembentukan karakter manusia. Secara piawai beliau mencontohkan bagaimana kearifan lokal Sunda berperan dalam menanamkan dan menumbuhkan kesadaran manusia (orang sunda) untuk semakin mencintai alam, lingkungan, dan kehidupan secara keseluruhan. Salah satu contoh, yaitu belajar mengenal dan mengetahui tentang pencemaran lingkungan (udara maupun tanah) lewat binatang, yaitu kunang-kunang dan pohon patrakomala. Menghilangnya kunang-kunang menjadi tanda semakin tercemarnya udara yang kita hirup, dan punahnya patrakomala berarti semakin tercemarnya tanah yang kita diami. Prinsipnya budaya tidak saja menyatukan manusia dengan lingkungan dan sesamanya, tetapi juga dengan Tuhan Sang Pencipta itu sendiri.

Pada kesempatan tersebut, Aat Suratin, bahkan menantang para dosen maupun UNPAR sebagai institusi untuk meletakkan pendidikan karakter sebagai hal yang utama dalam proses pembelajaran.

Sumber: PIP UNPAR (http://pip.unpar.ac.id/seminar-pendidikan-karakter-dalam-budaya-sunda-dengan-narasumber-aat-suratin/)