Home / Berita Terkini / Pendidikan Insinyur Mendukung Kemajuan Bangsa

Pendidikan Insinyur Mendukung Kemajuan Bangsa

Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari seberapa pesat perkembangan aspek-aspek kehidupan di dalamnya. Hal ini tidak bisa lepas dari peengembangan infrastruktur yang dapat digunakan untuk mendukung kepentingan umum.

Infrastruktur menjadi modal penting dalam pengembangan masyarakat suatu bangsa. Melalui infrastruktur yang tepat guna, maka roda perekonomian dan kemajuan sosial masyarakat dapat berjalan dengan baik. Infrastruktur yang dimaksud tentu tidak hanya merujuk pada infrastruktur perhubungan, pelayanan publik, agraria, maupun industri, namun juga infrastruktur digital yang meningkatkan keterhubungan dalam masyarakat. Bahkan, di era industri 4.0 yang tengah berkembang dengan pesat, tak pelak telah terjadi integrasi antara hasil rekayasa fisik dengan teknologi digital.

Pembangunan infrastruktur yang berkualitas tentu membutuhkan berbagai sumber daya terbaik. Salah satunya adalah sumber daya manusia. Mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu merancang, melaksanakan, dan berinovasi dalam pembangunan memerlukan proses edukasi yang baik didukung pengalaman kepakaran yang tepat. Inilah yang mendorong kebutuhan akan para ahli di bidang rekayasa yang kita kenal sebagai insinyur semakin meningkat di Indonesia.

Dahulu, sarjana yang telah menempuh pendidikan teknik lazimnya memperoleh gelar Insinyur. Seiring berjalannya waktu, gelar tersebut diakui sebagai sebuah profesi, sehingga untuk mendapatkannya diperlukan proses pembelajaran yang lebih. Hal ini mendorong diinisiasinya Program Profesi Insinyur di berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia sesuai dengan standar keilmuan yang diperlukan dalam mendukung profesi tersebut. Kompetensi lulusan program ini akan diakui melalui sertifikat profesi insinyur.

Pendidikan Profesi

Guna mencetak generasi insinyur yang profesional dan berkontribusi positif dalam kemajuan bangsa, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menjawab tantangan dengan meluncurkan Program Profesi Insinyur atau PPI. Program ini ditujukan bagi insan teknik yang berkeinginan untuk meningkatkan wawasan akan dunia perekayasaan, sekaligus mempersiapkan diri untuk terjun dalam masyarakat sebagai insinyur yang profesional. Penyelenggaraan PPI Unpar didukung oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sebagai wadah organisasi profesional keinsinyuran di Indonesia.

PPI Unpar secara resmi dibuka oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. pada Sabtu, 19 September 2020,. Acara dihadiri secara daring oleh Ketua LLDIKTI Wilayah IV Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd., Ketua Umum PII Dr. Ir. Heru Dewanto, ST., M.Sc.(Eng.), IPU., ASEAN Eng., Ketua Yayasan Unpar Drs. Antonius Tardia, pimpinan Unpar serta universitas mitra, dan para mahasiswa PPI Unpar Angkatan Pertama. Pembukaan dilanjutkan dengan Kuliah Umum Perdana yang dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc., PhD (Hon), IPU, ASEAN Eng.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. menegaskan bahwa program profesi ini penting dalam meningkatkan potensi, budi luhur serta tanggung jawab insinyur dalam membangun negeri. “Unpar senantiasa ingin terlibat dan berkontribusi dalam pembangunan Bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu, menghasilkan lulusan yang dewasa, mandiri, bertanggung jawab dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ungkapnya.

Agen Pembangunan

Sebagai agen pembangunan, etika dan profesionalisme seorang insinyur menjadi bagian penting dalam proses pendidikan profesi yang ditempuhnya. Hal ini ditegaskan oleh Prof. Djoko Santoso melalui kuliah umum yang bertajuk “Keinsinyuran, Keprofesionalan dan Etika Profesi”. Selain ruang lingkup profesi insinyur, ia juga memberikan paparan mengenai profesionalisme insinyur, serta kode etik insinyur yang dirumuskan dalam Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia.

Profesionalisme insinyur merupakan bagian tak terpisahkan dalam menghasilkan insinyur yang beretika. Etika profesi ini akan menjadi panduan dalam mengendalikan kegiatan keinsinyuran. Pada akhirnya, jelas Prof. Djoko, “Etika akan menjamin hubungan antara insinyur dengan masyarakat, dan menjamin kesejahteraan masyarakat.”

Program Profesi Insinyur Unpar merupakan program setelah pendidikan strata 1 yang terbuka untuk umum. Adapun syarat bagi calon mahasiswa PPI Unpar antara lain adalah telah menempuh pendidikan tinggi program sarjana bidang teknik, sarjana terapan bidang teknik, sarjana pendidikan bidang teknik serta sarjana sains dan telah memiliki pengalaman praktik keinsinyuran pada jangka waktu tertentu. Informasi mengenai jalur penerimaan Program Profesi Insinyur Unpar Tahun Akademik 2020/2021 dapat disimak melalui laman pmbpasca.unpar.ac.id.

Sumber: Pikiran Rakyat, 28 September 2020