Pemkab Bandung Tertarik Adopsi SCORE Plus UNPAR jadi Model Bisnis UMKM

Universitas Katolik Parahyangan melalui Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Sustaining Competitive and Responsible Enterprises (SCORE) Plus telah merampungkan pelatihan dan pendampingan kepada 23 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung dalam program SCORE Plus yang berdurasi Maret-Juni 2021. Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung pun tertarik mengadopsi program yang telah berlangsung sejak tahun 2016 silam itu menjadi model pembelajaran untuk keberlanjutan UMKM di Kab. Bandung dan model tersebut bisa direplikasi oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bandung.

Program SCORE Plus yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Program Studi Ilmu Manajemen UNPAR itu bekerja sama dengan SCORE Training Indonesia dan Paguyuban Pengusaha Kecil Menengah (PPKM) Kab. Bandung. SCORE Plus merupakan kegiatan pengembangan bagi UMKM Jawa Barat agar bisa bertahan di segala kondisi dan memiliki daya saing global. Program SCORE Plus adalah program International Labour Organization (ILO) untuk usaha mikro yang memiliki pekerja dalam jumlah sangat kecil yang ditujukan untuk peningkatan produktivitas. 

Kepala Bappeda Kab. Bandung Dr. H. Cakra Amiyana, ST., MA., mengucapkan terima kasih kepada segenap jajaran UNPAR yang hingga tahun kelima masih konsisten melaksanakan program SCORE Plus di Kab. Bandung.

“Ini adalah sebuah kehormatan bagi kami bahwa SCORE Plus ini hadir di Kab. Bandung dan kami juga melihat ada beberapa hal yg sudah dihasilkan demi peningkatan pelaku UMKM khususnya di Kab. Bandung,” tutur Cakra.

Dia pun tak memungkiri, keberlanjutan UMKM di Kab. Bandung tidak terlepas dari kontribusi semua pihak. Dalam hal ini, kolaborasi pentahelix menjadi kunci karena pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Pandemi Covid-19 pun jadi bentuk krisis lainnya bagi keberlangsungan UMKM. Tantangannya lebih lanjut, saat revolusi industri 4.0 belum selesai dihadapi, masyarakat dipaksa untuk bersiap menyambut era Society 5.0.


“Oleh karena itu, SCORE Plus UNPAR ini diharapkan dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kelangsungan UMKM di Kabupaten Bandung dan untuk peningkatan ini menjadi sebuah model bagaimana agar SCORE Plus ini menjadi suatu model pembelajaran bagi UMKM untuk bisa naik kelas. Bahkan kalau boleh saya berharap ke depan, lulusan-lulusan SCORE Plus ini bisa berkiprah baik memilih jalur peningkatan skala usaha menjadi perusahaan atau bergiat dalam sebuah bentuk koperasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, jejaring lulusan SCORE Plus bisa saling memperkuat. Dia pun berpesan kepada semua lulusan SCORE Plus agar menjadi sebuah ‘laboratorium pembelajaran’ dan menularkan ilmu yang didapat. Terpenting ilmu yang didapatkan terus bergulir dan tim SCORE Plus UNPAR diharapkan bisa mencetak kader-kader fasilitasi untuk membuat model semacam yang diajarkan selama ini.

“Karena model ini sudah bagus, tinggal bagaimana mereplikasi atau menduplikasi model ini oleh teman-teman di OPD,” katanya.

Pola Kemitraan

Tim Abdimas SCORE Plus UNPAR dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa meski pandemi Covid-19 berdampak sejak tahun akhir tahun 2019, tidak menutup kemungkinan pelatihan diselenggarakan secara daring. Persiapan abdimas SCORE Plus UNPAR dirancang mulai Januari 2021 dari melakukan rekruitmen peserta, dan persiapan pelaksanaan daring training. Ibu Dr. Vera Intanie Dewi, SE., MM, selaku Ketua pengabdian Masyarakat SCORE Plus UNPAR dan anggota tim Brigita Meylianti Sulungbudi, Ph. D, Rizka Pratikna, SE., MM, Elaine Vashti Bestari Kustedja, SE., MA  dan Lilian Danil, SE., MM didukung oleh para trainers untuk memberikan workshop kepada 23 UMKM yang tersebar di Kabupaten Bandung. 

Unsur kekuatan dalam menjalankan program SCORE Plus ini adalah adanya dukungan Kerjasama multipihak antara UNPAR sebagai pihak akademisi, dalam hal ini melalui dosennya berperan sebagai trainer dan coach (pendamping); pemerintah, melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) dan Bappeda Kab. Bandung; pelaku usaha yang tergabung PPKM  Kab. Bandung, dan praktisi bisnis yang turut berperan dalam memberikan masukan terhadap peserta pelatihan pada momen akhir kegiatan yakni presentasi hasil.

“Melalui pola kemitraan ini diharapkan dapat mendukung UMKM ini dapat tumbuh dan berdaya saing tidak hanya dalam skala lokal tetapi juga lintas wilayah dan negara,” demikian dijelaskan.

Program yang didesain dengan metode kelas dan pendampingan ini menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta karena selain mendapatkan materi pelatihan dikelas secara interaktif, para pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan secara langsung oleh para coach untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama workshop. Para peserta pelatihan adalah pelaku usaha dengan umur bisnisnya sudah berjalan diatas 1 (satu) tahun dan pelatihan diberikan untuk membantu meningkatkan produktivitas bisnisnya. 

Presentasi akhir SCORE Plus Batch 5 berlangsung pada tanggal 8 Juni 2021 di Gedung Bappeda Kabupaten Bandung. Kegiatan dilakukan secara hybrid yang mengkombinasikan kegiatan secara daring dan luring. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan penutupan dari pelatihan Score Plus ini. Dalam kesempatan itu, kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi Dr Budiana Gomulia Dra., M.Si dan Kepala Bappeda Kabupaten Bandung Dr. H. Cakra Amiyana, ST., MA.

Hadir pula Hj. Neneng Zaenar Riani AP., S.Sos, MAP selaku Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kab. Bandung dan H. Surya Budiman selaku Ketua PKKM Kab. Bandung. Seluruh peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi hasil di hadapan peserta lain, para trainer, coach dan juga panelis ahli yang berasal dari akademisi dan praktisi bisnis antara lain Muhammad Satrianugraha, ST (PT. Stranough Firma Indonesia); Fiona Ekaristi, SIP., MM owner Pipinos (@pipinos.bakery); Christian Wibisono, SE., MSM selaku owner Putra Mandiri konveksi; Dr. F.X. Supriyono, MM; V.J. Wisnu Wardhono, Drs., MSIE; dan Catharina Lian Soei, Dra., MM.

Apresiasi Tim Abdimas SCORE Plus UNPAR kepada UMKM binaan yaitu dengan pemberian sertifikat kepada binaan yang telah mengikuti seluruh program serta apresiasi kepada 5 (lima) UMKM presenter terbaik yaitu Sarmiyari (Rice Up), Citra Permata E (Muslimah Salon Miss Citra), Imas Siti J (Konveksi Salim Moslem), Ratih Mustika Sari (Sara Make Up Artist and Sara Eyelash Extensions), dan Astri Yuliawati (Ginzi Frozen Food). Pada akhir kegiatan, Dr. Vera Intanie Dewi, SE., MM selaku Ketua Abdimas dan Januar Rustandie selaku National Project Manajer International Labor Organization – SCORE memberikan kata penutup dan harapan bagi seluruh UMKM Score Plus Batch 5.

“Harapan Tim SCORE Plus UNPAR yaitu UMKM binaan SCORE Plus Batch 5 dapat meningkatkan produktivitas, memiliki daya saing dan dapat sustain melaksanakan usaha,” tutur tim abdimas SCORE Plus UNPAR. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)