Home / Berita Terkini / Pelaksanaan USM 2 Online Bantu Calon Mahasiswa Unpar

Pelaksanaan USM 2 Online Bantu Calon Mahasiswa Unpar

Situasi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai perubahan di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Salah satunya adalah perubahan dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Unpar berinovasi menyelenggarakan Ujian Saringan Masuk (USM) 2 berbasis komputer secara online yang diselenggarakan sejak Senin, 27 April, hingga Selasa, 5 Mei 2020.

Pelaksanaan USM secara online merupakan bentuk komitmen Unpar dalam mendukung penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Khususnya, penyelenggaraan USM yang dilakukan di kediaman masing-masing tidak mengumpulkan massa calon mahasiswa seperti yang terjadi dalam USM paper based.

Kepada Tim Publikasi, Kepala Kantor Pemasaran dan Admisi (KPA) Unpar Stefanus Edy Panca mengatakan bahwa USM 2 Online telah berlangsung baik. “Sejauh ini pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar,” jelasnya. Adapun USM 2 Online Unpar dilakukan dengan pembagian per kelompok ujian. Edy menambahkan, “Setiap hari disediakan 4 sesi ujian selama 6 hari, mulai tanggal 27 April sampai dengan 4 Mei.” Seluruh tahapan USM Online Unpar diakses melalui tautan usmbk.unpar.ac.id.

Menurut Edy, para peserta USM pun menanggapi baik kebijakan Unpar menyelenggarakan penerimaan mahasiswa berbasis online. Di tengah keterbatasan dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan ujian tatap muka, peserta dapat mengikuti ujian dengan baik sembari mematuhi aturan dan himbauan yang berlaku. Dengan demikian, “Para peserta masih dapat menggapai mimpinya untuk studi lanjut di UNPAR.”

Tetap jujur

Meskipun tidak bertatap muka langsung, peserta USM 2 Online tetap dituntut untuk mengerjakan ujian secara jujur sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Secara sistem, Unpar telah melakukan beberapa pengaturan khusus. “Misalnya, calon peserta hanya bisa log-in di 1 PC atau laptop saja, (dan) di setiap mata ujian ada timernya,” ujar Edy. 

Meskipun begitu, kemungkinan terjadinya kecurangan tetap ada. Indikasi kecurangan seperti dikerjakan secara bersama-sama, menggunakan alat bantu, atau sejenisnya dapat terjadi dan sulit dicegah. Oleh karenanya, Edy mengimbau agar calon mahasiswa mengerjakan ujian dengan niat yang baik, agar memberikan hasil yang baik pula. “Andaikan peserta tidak jujur dalam mengerjakan ujian,” tegasnya, “akan terlihat kelak ketika mereka kuliah di Unpar, mereka sendiri yang akan rugi.”

Realisasi USM 2 Online Unpar menjadi evolusi dari pelaksanaan USM Berbasis Komputer (USMBK) yang telah dilakukan Unpar bersama dengan sekolah-sekolah mitra di berbagai kota di Indonesia. Rencana USM Online dipercepat penerapannya dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini. Adapun hasil pelaksanaan USM 2 Online akan menjadi masukan dalam penyempurnaan USM Online di masa mendatang.

“Kedepan, penerapan USM online sangat perlu dilakukan,” kata Edy. Dengan USM Online, anak muda yang memiliki keinginan untuk belajar di Unpar dapat mewujudkan hal tersebut. USM Online akan memberi kemudahan bagi calon mahasiswa Unpar baik di Jawa Barat maupun di seluruh pelosok Indonesia. (DAN – Divisi Publikasi)