Home / Berita Terkini / PACIS dan Lab HI Gelar Seminar Bertajuk “Environmental Governance and the Politics of Sustainability”
Dr. Adam Tyson (University of Leeds) mendiseminasikan hasil penelitian "The Design, Communication, and Impact of Evidence Based Forestry in Indonesia" dalam seminar yang digelar PACIS dan IR Laboratory Unpar, Selasa (13/8).

PACIS dan Lab HI Gelar Seminar Bertajuk “Environmental Governance and the Politics of Sustainability”

Parahyangan Center for International Studies (PACIS) dan International Relations Laboratory menggelar seminar “Environmental Governance and the Politics of Sustainability” pada Selasa (13/8) di Mgr. Geise Lecture Theatre, gedung 3 Unpar. Seminar ini mengundang beberapa narasumber antara lain Dr. Adam Tyson (University of Leeds), Shofwan Al Banna C., Ph.D (Universitas Indonesia), Annisa J. Astari, Ph.D (Universitas Padjajaran), dan Stanislaus Risadi Apresian, M.A (Universitas Katolik Parahyangan).

Acara tersebut merupakan rangkaian acara diseminasi hasil penelitian dari hibah British Academy yang melibatkan peneliti dari empat kampus. Adapun anggota tim penelitian adalah Stanislaus Risadi Apresian, M.A (Hubungan Internasional Unpar), Ratih Indraswari, M.A (Hubungan Internasional Unpar), Dr. Adam Tyson (University of Leeds), Shofwan Al Banna, Ph.D (Universitas Indonesia), dan Helena Varkkey, Ph.D (University of Malaya).

Tujuan diadakannya seminar ini adalah sebagai sebuah diseminasi penelitian “The Design, Communication, and Impact of Evidence Based Forestry in Indonesia” yang didanai oleh British Academy Grant Scheme. Tidak hanya itu, seminar ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik terkait isu pengembangan Industri Kelapa Sawit di Indonesia dan dampaknya terhadap lingkungan.

Seminar membahas mengenai tata kelola lingkungan global, membandingkan global norms dan realitas politik pada sektor minyak sawit. Juga membahas tentang pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi serta tanggapan negara terhadap tata kelola swasta transnasional menggunakan analisis supply chain dan value chain.

Kelapa sawit merupakan komoditas strategis Indonesia dan merupakan produk ekspor unggulan yang mendorong kinerja positif neraca perdagangan Indonesia. Namun di sisi lain, pengembangan industri kelapa sawit yang tidak berkelanjutan khususnya yang ilegal dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Melihat situasi tersebut, isu ini menjadi penting untuk dibahas karena jangan sampai demi kepentingan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan dikorbankan. (YJH/DAN)