Home / Berita Terkini / Merawat Komitmen Keprihatinan Institusional dan Intelektual

Merawat Komitmen Keprihatinan Institusional dan Intelektual

Pada Senin, 1 Juli 2019 Mangadar Situmorang, Ph.D kembali dilantik untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Masa Bakti 2019-2023. Melalui Pidato Pelantikannya, Mangadar mengajak segenap pengurus Civitas Academica Unpar untuk dapat merawat komitmen keprihatinan institusional dan intelektualnya.

Arti Unpar

“Kita selalu dibawa kedalam pertanyaan, Unpar akan seperti apa kedepan, Unpar yang hebat itu seperti apa, Unpar yang unggul itu seperti apa?” Hal itulah yang ditanyakan Mangadar pada awal sambutannya sebagai Rektor Masa Bakti 2019-2023. Arti dari Universitas Katolik Parahyangan menjadi sebuah hal yang penting bagi Mangadar. 

Menurutnya, universitas bukanlah sekedar nama kategorial yang digunakan untuk membedakan dari sekolah tinggi, akademi, atau politeknik. Bukan juga lanjutan dari pendidikan dasar menengah dan atas. Universitas merupakan sebuah pertemuan sejumlah orang yang mempunyai pengetahuan, ilmu, yang mempunyai keprihatinan atas berbagai masalah yang ada saat ini. 

Universitas juga merupakan sebuah tempat para dosen dapat bertemu dengan para mahasiswa untuk berbagi ide, gagasan, nilai-nilai, juga keprihatinan mereka untuk saling mengasah nalar dan mempertajam budi agar dapat memberi jawaban kepada persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat.

Menjawab Keprihatinan

Unpar didirikan 10 tahun setelah Indonesia merdeka, atau tepatnya pada tahun 1955. Adanya keprihatinan akan masyarakat Indonesia yang tertinggal dalam hal pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraanlah yang mendorong terbentuknya Unpar. Mangadar menuturkan bahwa tujuan dasar dari Unpar adalah untuk mendidik generasi muda bangsa Indonesia agar menjadi insan dewasa yang mandiri, yang mampu memberikan jawaban kepada masyarakat sekaligus agar dapat menjadi pribadi yang bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa Indonesia.

“Apakah keprihatinan seperti ini bisa terus kita jaga sebagai sebuah institusi? Apakah keprihatinan semacam itu bisa menjadi pendorong bagi kita untuk maju bersama membawa Unpar lebih baik lagi dan memberikan jawaban kepada persoalan masyarakat?” tutur Mangadar.

Dalam pidatonya, Mangadar menyampaikan bahwa yang terpenting adalah untuk menjaga amanat dan menjaga tujuan misioner dari Unpar, yaitu untuk mendidik orang-orang muda agar dapat menjadi insan yang mampu, yang berkepribadian, dan yang bertanggung jawab bagi pembangunan bangsa dan negara. 

“Komitmen kolektif, komitmen institusional, dan komitmen intelektual lah yang harus kita rawat dan kita kembangkan bersama”. Mangadar juga berharap agar visi Unpar yaitu untuk menjadi komunitas akademik humanum yang mengangkat potensi lokal ke tataran global demi peningkatan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan dapat tercapai.

Jangka Panjang

Ada sejumlah hal penting yang Mangadar tuturkan untuk rencana pembangunan Unpar jangka panjang. Dirinya mengatakan bahwa Unpar harus menjadi bagian dari inisiasi keadaban baru di era revolusi industri sekarang ini, yang mana Unpar juga harus menginisiasi keadaban baru. 

Selain itu, dia juga mengharapkan bahwa Unpar kedepannya haruslah menjadi rujukan atau reference university dalam hal penyelenggaraan pendidikan dan menjadi forum yang interaktif, hangat, disiplin, dan lintas budaya. Tidak hanya itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Unpar harus menjadi rujukan dalam kepedulian terhadap mereka yang terpinggirkan dan yang miskin.

“Dengan kerjasama, doa, dan dukungan dari berbagai pihak, Unpar akan terus melangkah dengan pasti menuju kemajuan yang semakin relevan dan semakin impactful untuk selanjutnya” tutup Mangadar. (NJH/DAN)