Home / Berita Terkini / Menyongsong ‘The Great Unpar’

Menyongsong ‘The Great Unpar’

Empat tahun sudah Mangadar Situmorang Ph.D. memimpin Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Mengusung ‘The Great Unpar’, Rektor Unpar beserta jajarannya menciptakan berbagai perubahan dan mendorong kemajuan universitas selama empat tahun, sejak dilantik pada Juli 2015, hingga menjelang akhir masa bakti pada pertengahan 2019 ini. Kini, menyongsong masa bakti Rektor Unpar yang baru, Tim Publikasi merangkum kembali capaian-capaian Rektorat Unpar selama empat tahun lewat wawancara dengan para pimpinan Unpar.

Bagi Wakil Rektor Bidang Akademik Paulus Cahyono Tjiang Ph.D., satu hal penting yang berhasil diraih dalam kepemimpinan Rektor Masa Bakti 2015-2019 adalah penyempurnaan kurikulum yang diimplementasikan pada 2018. Kurikulum baru ini juga mengakomodir keberadaan nilai antara sehingga berdampak pada performa akademik komunitas Unpar.

Kemajuan di bidang akademik dipengaruhi oleh peningkatan sistem informasi, seperti pemanfaatan Sistem Informasi (SI) Penerimaan Mahasiswa Baru yang memengaruhi peningkatan jumlah mahasiswa, serta SI Akademik. “Proses pembelajaran bisa lebih cepat,” ungkap Paulus. Selain itu, proses belajar juga didukung dengan adanya IDE Unpar yang membantu kegiatan perkuliahan. Melihat keberhasilan ini, ia berharap sistem informasi di Unpar dapat terus dikembangkan. “(Teknologi) Digital tidak akan menghilangkan kemanusiaan kita,” jelasnya, “tapi mestinya membangun kemanusiaan kita.”

Peningkatan sumber daya, baik manusia maupun sarana dan prasarana, menjadi tanggung jawab dari Dr. Orpha Jane selaku Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Sumber Daya. Berbagai inovasi telah dijalankan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang semakin berkualitas, salah satunya adalah penerapan penilaian berbasis Key Performance Indicator (KPI) dan penyelenggaraan kaukus dosen muda. Di bidang pengelolaan keuangan, Unpar kini menerapkan anggaran yang berbasis capaian kerja. 

Sarana dan prasarana kampus juga semakin ditingkatkan, salah satunya semisal, “Upaya implementasi Green Campus dengan menerapkan prinsip ‘Kang Pisman’.” Ini berarti komunitas Unpar mengatasi masalah lingkungan dengan mengurangi dan mengolah sampah yang dihasilkan. Selain itu, Unpar juga meningkatkan sistem penanggulangan bencana, baik melalui sarana maupun melalui kewaspadaan civitas academica-nya. Beliau berharap agar ke depan, “Upaya mengimplementasi transformasi Unpar terus menerus melekat dalam setiap kegiatan Unpar.”

Menurut Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan Dr. Paulus Sukapto, prioritas kerja bidang kemahasiswaan dan alumni terlihat dari telah diselenggarakannya Tracer Study antara tahun 2016 hingga sekarang. “Pada 2017 Unpar dipercaya mewakili Jawa Barat untuk diseminasi tracer study,” katanya. Di bidang kemahasiswaan, berhasil disusun pula Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan (PROK) yang diharapkan mampu mengembangkan organisasi kemahasiswaan. Berbagai prestasi mahasiswa tingkat internasional dan nasional turut mewarnai perjalanan kepemimpinan Rektor Unpar Masa Bakti 2015-2019. Dan terakhir, pengembangan mahasiswa serta lulusan terus ditingkatkan melalui program yang diinisiasi oleh Pusat Pengembangan Karier (PPK).

“Capaian membahagiakan adalah rekan kerja yang bertumbuh, berkembang, mempunyai kompetensi teruji dan menghasilkan produk nyata untuk kemajuan Unpar,” kata Dr. Budi Husodo Bisowarno, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama dalam merangkum capaian selama empat tahun terakhir. Ia mencontohkan efek yang dihadirkan melalui proses digitalisasi yang dipimpin oleh bagian publikasi dan promosi, menggunakan teknologi digital sebagai alat utama menyebarkan informasi. Tidak lupa pula program digitalisasi perpustakaan melalui pengadaan buku elektronik dan jaringan pusat data ilmiah.

Di bidang kerjasama internasional, Unpar melihat adanya peningkatan mobilitas mahasiswa, baik ke dalam maupun ke luar (inbound-outbound) melalui program-program internasional jangka pendek hingga panjang. Ia berharap agar kedepan pelayanan dan penelitian Unpar terus bertahan dalam cluster utama, bahkan naik hingga ke level internasional seperti yang diinisiasi oleh akreditasi internasional yang kini dimiliki oleh jurusan Akuntansi. “Melalui era digital ke depan,” ujarnya, “Unpar harus memanfaatkan peluang (tersebut).”

Merangkum seluruh perkembangan positif, Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D. menegaskan bahwa kini Unpar harus mempertahankan kualitas sebagai universitas yang unggul, terakreditasi amat baik, dengan jumlah mahasiswa yang diharapkan dapat terus meningkat. Banyak tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang. 

Oleh karenanya, rektorat baru memiliki berbagai tanggung jawab, seperti mempertahankan Spiritualitas dan Nilai Dasar Unpar (SINDU) sebagai inspirasi penyelenggaraan pembelajaran Unpar, menciptakan perkuliahan Pascasarjana yang mengakomodir kebutuhan mahasiswa, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan tinggi di dalam serta di luar ruang perkuliahan. “Saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk dedikasi dan kerja keras bapak ibu dan teman-teman semua,” ungkapnya.