Home / Berita Terkini / Mengisi Waktu Menambah Wawasan Lewat Webinar Alumni Unpar

Mengisi Waktu Menambah Wawasan Lewat Webinar Alumni Unpar

Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam situasi saat ini dimana kita dihimbau untuk tetap tinggal di kediaman masing-masing. Misalnya dengan memperkaya ilmu dan wawasan kita dengan dibantu teknologi digital. Ada beragam bentuk kegiatan yang bisa kita ikuti, seperti kelas daring, menonton video tutorial, maupun juga Web Seminar (Webinar) atau seminar daring.

Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai komunitas alumni Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) baik itu Ikatan Alumni Unpar (IKA Unpar) maupun ikatan alumni program studi telah menyelenggarakan berbagai Webinar dengan topik-topik menarik. Acara yang dikemas padat namun berbobot ini memberikan ruang bagi peserta untuk mempelajari hal baru.

Salah satu webinar yang sempat diikuti oleh Tim Publikasi Unpar adalah Webinar bertajuk “Global Economy Outlook and Alternatif Responses After COVID-19” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Teknik Sipil (IATS) dan Ikatan Alumni Teknik Industri (IATI) Unpar bekerjasama dengan IKA Unpar. Kegiatan yang berlangsung Minggu (26/4) ini diikuti oleh lebih dari 140 peserta melalui aplikasi Zoom. Mayoritas peserta merupakan alumni lintas angkatan dan program studi. Kegiatan ini juga terbuka bagi mahasiswa dan dosen Unpar.

Kondisi Ekonomi

Melalui webinar ini, Pengamat Ekonomi dan Trainer yang juga alumnus Teknik Sipil Unpar Daniel R. Jenie, MBA., PMP. memberikan pandangannya tentang kondisi ekonomi global berkaitan dengan situasi Pandemi Covid-19 saat ini. Dipandu oleh Ariel C. Manuel selaku moderator, para peserta juga dapat berinteraksi langsung dengan narasumber.

Daniel menjelaskan bahwa saat ini tengah terjadi fenomena penurunan permintaan (falling demand) yang disebabkan oleh pembatasan sosial seperti lockdown dan PSBB. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya deflasi, yang apabila tidak dikendalikan dapat menyebabkan depresi ekonomi secara global. 

Untuk itu, perlu diambil langkah-langkah kebijakan ekonomi, salah satunya dengan menurunkan suku bunga (interest rate) secara signifikan untuk meningkatkan peredaran uang. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan menghindari kebangkrutan usaha di tengah masa-masa Pandemi. (DAN – Divisi Publikasi)