Home / Berita Terkini / Mengenang PC Suroso: Sosok Pengabdian Parahyangan

Mengenang PC Suroso: Sosok Pengabdian Parahyangan

Pada Rabu (21/11/2018), diadakan Misa dalam memperingati 40 hari wafatnya Petrus Canisius Suroso M.SP, dosen di program studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (FE Unpar). Semasa hidupnya, beliau pernah menjabat sebagai kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM, kini LPPM) Unpar sebanyak tiga kali masa jabatan.

Dalam prosesi Misa yang sederhana ini, hadir Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan Dr. Paulus Sukapto mewakili pimpinan universitas, Dekan FE Unpar Prof. Hamfri Djajadikerta, dosen dan tenaga kependidikan dari FE maupun unit lain, serta mahasiswa. Hadir pula perwakilan dari keluarga besar Bapak P.C. Suroso dari Yogyakarta. Perayaan Ekaristi sendiri dipimpin oleh Pst. Fabianus Sebastian Heatubun.

Mengawali rangkaian Misa, hadirin diajak untuk mengenang kembali almarhum P.C. Suroso melalui video yang dibuat oleh rekan-rekan FE Unpar. Lebih dari 40 tahun beliau mengabdikan diri sebagai dosen di prodi Ekonomi Pembangunan Unpar. Beliau dikenal sebagai seorang yang sangat memperhatikan pengembangan ekonomi dan masyarakat, khususnya bagi kalangan yang kurang mampu. Berbagai penelitian dan kegiatan pengabdian telah diwujudkan di berbagai pelosok Indonesia selama perjalanan hidupnya.

Rama Fabi menyoroti totalitas Pak Suroso sebagai insan Unpar dalam Homilinya. “Sebagai personifikasi Unpar yang concern dengan pengabdian kepada masyarakat, dia yang paling jelas, dia yang paling konkret,” ungkapnya. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh beliau, baginya, menjadi contoh bagi komunitas Unpar menghadapi masa mendatang. “Petrus Canisius meninggalkan nilai-nilai yang sangat penting untuk universitas, untuk Perguruan Tinggi Parahyangan,” kata Rama Fabi.

Kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi para koleganya. Dr. Paulus Sukapto mengingat beliau sebagai seseorang yang menginspirasi, terbuka, dan berpihak bagi yang lemah. “Pak Suroso adalah seorang figur yang menjalankan nilai-nilai Sindu (Spiritualitas dan Nilai Dasar Unpar-Red),” ujarnya. Begitu pula dengan Prof. Hamfri Djajadikerta, yang mengingatnya sebagai panutan, seorang pribadi pengabdi baik di dalam maupun di luar Unpar. “Terima kasih Pak Roso,” ungkap Prof. Hamfri dalam sambutannya.

P.C. Suroso menjadi tokoh panutan yang membawa semangat Parahyangan ke dalam masyarakat luas. Pengembangan keilmuan dan pengabdian yang dilakukannya menjadi inspirasi bagi seluruh komunitas Unpar, untuk berkontribusi nyata bagi sesama.