Home / Berita Terkini / Mengenali Potensi Diri, Meningkatkan Kompetensi

Mengenali Potensi Diri, Meningkatkan Kompetensi

Pada Kamis (30/7/2020), PT. Daya Adicipta Motora (DAM) bekerjasama dengan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali menggelar webinar seri kedua bertajuk ”Know Your Potencies, Passion, and Upgrade Your Competencies”. Tema tersebut diambil dengan tujuan mengajak kaum milenial menemukan kelebihan pribadi yang dimiliki dan meningkatkannya. Webinar ini menghadirkan Joan Tania (HR Assistant Manager PT. Daya Adicipta Motora) sebagai narasumber.

Passion

Passion adalah suatu kecenderungan yang kuat terhadap aktivitas atau kegiatan yang disukai dimana mereka memberikan waktu dan energinya untuk kegiatan tersebut (Vallerand & Houlfort, 2003). Harus mau belajar dengan sungguh-sungguh dengan bidang yang dipilih. Semakin menekuni suatu bidang, maka secara otomatis passion tersebut akan tumbuh dalam diri kita.

Kita dapat mengenali passion dengan memikirkan hal-hal yang paling dinikmati dan bisa mendatangkan kebahagiaan atau kepuasan saat mengerjakannya, membuat antusias sehingga menyedot perhatian dan pikiran dengan cara yang positif, membuat seakan lupa waktu karena “terserap” ke dalamnya, membuat rindu dan terasa ada yang hilang saat tidak dapat mengerjakannya. Jika sudah menemukannya maka bisa jadi hal tersebut adalah passion kita. 

Namun kenali terlebih dahulu apakah hal tersebut merupakan passion atau hobi. Passion bukan hobby dan hobby belum tentu merupakan passion. Passion tidak selalu sejalan dengan bakat yang dimiliki dan bukan “kegandrungan” sesaat. Maka sangat penting untuk bekerja sesuai dengan passion dan hasrat selagi muda agar konsisten dengan bidang yang ditekuni. 

Potensi

Potensi adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai (Sri Habsari 2005 : 2).

Ada 4 jenis potensi diri menurut Nashori (2003), yaitu potensi sosial, potensi emosional, potensi intelektual, dan potensi fisik. Potensi sosial merupakan kapasitas dalam menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain. Orang-orang yang memiliki potensi emosional cenderung kepada aspek-aspek keindahan atau memiliki jiwa relawan. Potensi intelektual (IQ) adalah kemampuan seseorang untuk menyerap informasi baru. Orang dengan potensi fisik memiliki kekuatan fisik yang tangguh.

Kita dapat mengembangkan potensi diri dengan melakukan introspeksi diri secara jujur, menerima feedback dari orang lain untuk memperbaiki diri, dan tes psikologi.

Meningkatkan Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan (UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan). Kompetensi mencakup keahlian, pengetahuan, dan ciri perilaku yang dibutuhkan untuk secara efektif melaksanakan pekerjaan dalam mencapai kinerja bisnis.

Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang karyawan adalah semangat berprestasi mencapai target kerja, teliti terhadap tugas kerja, mampu berinisiatif atau proaktif, punya keinginan tinggi untuk mencari tahu, berempati terhadap rekan kerja, kemampuan memberi service kepada konsumen, dan komunikatif (Spencer & Spencer, 1994).

Pada umumnya kompetensi dikelompokkan ke dalam tiga jenis yakni core, professional, dan functional competencies.Core competencies adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh semua karyawan. Professional competencies adalah arahan profesional ketika berhadapan dengan customer eksternal maupun internal. Functional competencies dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang spesifik. Ketiga kompetensi ini berbeda dan harus dimiliki bagi para karyawan yang bekerja dalam bidang tertentu. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)