Home / Berita Terkini / Mengembangkan Minat Pelajar SMA akan Informatika dalam CHIPS 2019

Mengembangkan Minat Pelajar SMA akan Informatika dalam CHIPS 2019

Pada Jumat (8/11), Program Studi Informatika menggelar babak final Competition for Highschool in Informatics and Problem Solving (CHIPS) 2019. Kompetisi yang telah diselenggarakan sejak 2016 ini mengasah kemampuan pemecahan masalah para siswa-siswi SMA, sekaligus menanamkan minat mereka akan informatika.

Babak penyisihan yang dilakukan secara online berhasil mengumpulkan 37 tim dari seluruh Indonesia. Babak tersebut diisi dengan materi-materi singkat berkaitan dengan problem solving yang lazim didapatkan Pada babak final ini, lima tim terbaik dari Bandung, Jakarta dan Surabaya berusaha memecahkan kasus berupa trik sulap kartu. 

Tim yang terdiri dari dua orang berperan seumpama mereka adalah pesulap dan asistennya, Selama dua setengah jam, mereka mengatur strategi untuk memecahkan masalah yang diberikan panitia. Pesulap harus bisa menebak kartu terakhir dari kartu yang diambil acak oleh asistennya dari dek 52 kartu. Metode dan kesimpulan mereka kemudian dipresentasikan di depan dewan juri yang terdiri dari dosen informatika Unpar. 

Dari babak final CHIPS 2019, Tim SMA St. Louis Surabaya keluar sebagai Juara Pertama. Juara kedua dan ketiga masing-masing diperoleh SMAK 1 BPK Penabur Bandung serta SMA Kanisius Jakarta. Sedangkan dua tim asal SMAK 3 BPK Penabur Bandung membawa pulang Juara Harapan 1 dan 2.

Ketua Pelaksana CHIPS 2019, Raymond menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu cara mematahkan stereotip berkaitan dengan informatika. Misalnya, belajar informatika itu hanya soal belajar komputer semata. “Jadi kalau di informatika, yang ditekankan justru problem solving-nya,” ujarnya kepada Tim Publikasi seusai kegiatan. Pembuatan program berbasis komputer, lanjutnya, sebetulnya adalah implementasi dalam pemecahan masalah.

CHIPS diharapkan dapat menjadi sarana bagi para siswa-siswi SMA untuk mendalami problem solving sekaligus mengembangkan minat mereka akan informatika. Melalui CHIPS, ujar Raymond, “Mereka (para peserta) telah mengenal bahwa informatika tidak hanya coding saja.” (DAN)