Home / Berita Terkini / Mengembangkan Ilmu dalam Jejaring Global

Mengembangkan Ilmu dalam Jejaring Global

Fenomena globalisasi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Hal ini berlaku pula bagi universitas sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi. Dunia yang semakin terbuka dan tak mengenal batas menuntut perubahan dalam cara pandang universitas untuk menempatkan institusinya, tidak hanya dalam skala nasional, tapi  dalam cakupan internasional.

Kesadaran ini menjadi pendorong bagi banyak universitas untuk membuka diri kepada dunia global. Saat ini, muncul berbagai bentuk kerjasama antar perguruan tinggi di seluruh dunia, baik dalam bentuk kerjasama bilateral maupun konsorsium atau jejaring yang melibatkan berbagai universitas lintas benua. Tidak hanya dalam lingkup luas, beberapa universitas telah melakukan terobosan, melalui bentuk kerjasama global yang dilakukan secara spesifik oleh fakultas, bahkan program studi tertentu.

Inisiatif ini tidak sekadar menjadi sarana bagi universitas untuk meningkatkan popularitas semata. Jaringan kerjasama global memungkinkan universitas untuk meningkatkan kualitas akademisnya secara menyeluruh. Melalui kerja sama akademis, termasuk lewat pertukaran akademisi dan mahasiswa, setiap universitas mendapat kesempatan untuk mengembangkan wawasan keilmuannya, sekaligus mendapatkan masukan baru dari pengalaman bersama dengan institusi lain.

Sejalan dengan strategi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dalam mewujudkan kampus global di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, Unpar giat membangun relasi dengan berbagai institusi, lembaga, maupun universitas, yang ada di mancanegara. Hal ini diperkuat dengan keberadaan Kantor Internasional dan Kerjasama Unpar (International Office) yang membina hubungan antara Unpar dengan mitra global secara berkesinambungan, maupun membuka kesempatan baru bagi Unpar untuk melakukan kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi di luar negeri.

Membina Jaringan Kerjasama

Salah satu wujud peran aktif Unpar dalam jaringan institusi pendidikan tinggi global adalah keterlibatan Unpar dalam The Association of Christian Universities and College in Asia (ACUCA). Selama empat puluh tahun berjalannya ACUCA, Unpar telah aktif berkontribusi, sebagai salah satu universitas anggota dan pendiri organisasi tersebut. Unpar juga dipercaya mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Sekretariat ACUCA pada periode 2014-2016. Pada saat itu pula, secara ex-officio, Rektor Unpar berlaku sebagai Presiden ACUCA.

Selain ACUCA, Unpar tergabung dalam organisasi regional The Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges & Universities (ASEACCU) serta International Network of Universities (INU), sebuah jaringan institusi pendidikan tinggi yang beranggotakan universitas-universitas dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Unpar juga menjadi mitra kerjasama The Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS), sebuah konsorsium nonprofit antara universitas-universitas di Australia, serta beberapa universitas di Indonesia, yang memberi kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswi Australia untuk mendapatkan pengalaman akademis di Indonesia.

Adapun sejumlah universitas luar negeri yang menjadi mitra kerja Unpar di antaranya TU Dortmund University Jerman, Hanyang University Korea, Maastricht School of Management Belanda, James Madison University Amerika Serikat, Hiroshima University Jepang, The University Of Notre Dame Australia, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Universite Catholique De Lille Perancis.

Dalam jaringan antar universitas, tidak hanya ilmu yang diharapkan mampu berubah dan berkembang. Jejaring universitas global juga sarat akan aktivitas yang bermanfaat bagi pengembangan pribadi insan akademis, khususnya mahasiswa, sehingga mereka mendapat pengalaman baru yang akan membangun diri mereka secara utuh. Seperti kegiatan ACUCA Student Camp, maupun International Student Conference yang digelar oleh INU. Mahasiswa dan tenaga pendidik juga memiliki kesempatan untuk menambah wawasan dalam program internasional hingga pertukaran antar universitas.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 13 Juni 2017)