Home / Berita Terkini / Mengembangkan Ilmu Bagi Sesama: Menengok Kiprah Unpar dalam Masyarakat

Mengembangkan Ilmu Bagi Sesama: Menengok Kiprah Unpar dalam Masyarakat

Sejak didirikannya Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada 1955, para pendiri universitas memiliki visi untuk mengabdikan ilmu yang telah dibina dan dikembangkan bagi masyarakat luas, khususnya di Jawa Barat selaku rumah bagi Unpar. Wujud pengabdian ilmu dilakukan lewat kolaborasi dengan terjun langsung ke masyarakat yang membutuhkan, yang diabadikan lewat sesanti Unpar ‘Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti’: Berdasarkan Ketuhanan Mengabdikan Ilmu Kepada Masyarakat.

Ada berbagai langkah yang ditempuh oleh komunitas Unpar dalam mewujudkan visi tersebut. Salah satunya melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang mengetengahkan fenomena juga potensi lokal, khususnya di kawasan Jawa Barat. Berbagai aktivitas yang bersifat ilmiah dijalankan oleh para akademisi dengan harapan menciptakan solusi yang realistis, mampu untuk diaplikasikan terutama bagi masyarakat. Hal ini didukung pula oleh lembaga-lembaga studi, baik di level fakultas dan jurusan, maupun secara terpusat lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpar.

Pendidikan Pengabdian

Lembaga Pengembangan Humaniora (LPH) Unpar sejak lama mengampu Program Pendidikan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), sebuah program yang mengajak mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dan ilmu yang telah mereka dapatkan dalam perkuliahan untuk mengatasi problematika masyarakat. Program yang dirintis pada 2015 ini diawali dengan observasi lapangan yang ditindaklanjuti dengan perencanaan dan implementasi proyek guna mendukung pembangunan masyarakat di wilayah tersebut. Kegiatan ini dapat berlangsung hingga satu bulan, sehingga para peserta bisa mempelajari kehidupan komunitas tradisional secara mendalam sebelum menyimpulkan solusi terbaik.

P3M tidak hanya diambil oleh mahasiswa yang memiliki kebutuhan akademik seperti pemenuhan tugas perkuliahan semata, namun lebih kepada mahasiswa yang berkeinginan mendapatkan pengalaman first-hand dalam pengabdian kepada masyarakat. Pola pendidikan dalam P3M menjadi rujukan bagi kegiatan-kegiatan serupa yang diselenggarakan oleh masing-masing fakultas yang ada di Unpar, dengan tetap berpedoman pada bidang ilmu yang dipelajari oleh para mahasiswanya.

Inisiatif Kaum Muda

Secara independen, mahasiswa-mahasiswi Unpar juga terlibat dalam pengembangan program pengabdian masyarakatnya sendiri. Kegiatan pengmas, sebagaimana lazimnya dikenal, bisa dimulai dari hal-hal yang relatif sederhana seperti pengajaran di sekolah, hingga pembangunan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. 

Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar, misalnya, setiap tahun mengadakan kegiatan Ngabantos Sadaya (TOSAYA). Serupa dengan P3M, TOSAYA mengangkat kearifan lokal masyarakat dan mengembangkan hal tersebut menjadi kekuatan bagi pembangunan komunitas, baik secara ekonomi maupun sosial. Melalui pendampingan yang intens, mahasiswa bergerak bersama masyarakat maju bersama mengembangkan daerah sesuai potensi yang telah ada, namun seringkali belum dimanfaatkan secara optimal.

Setiap himpunan mahasiswa juga memiliki aktivitas pengmas yang disesuaikan dengan kapabilitas serta ilmu yang dibina dalam perkuliahan. Seperti Bhakti Ganva, kegiatan pengmas gabungan antara Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Arsitektur Unpar yang setiap tahun membangun infrastruktur umum bagi masyarakat. Pembangunan fisik ini disesuaikan dengan kebutuhan komunal, tetapi dari segi desain dan tahap perancangannya mengikuti kaidah ilmu yang dikuasai oleh mahasiswa. Kegiatan lain seperti Math Cares oleh Himpunan Mahasiswa  Matematika, Bina Desa oleh mahasiswa ilmu hukum, juga Charity yang diinisiasi mahasiswa akuntansi banyak bergerak di bidang pendidikan bagi anak-anak dan masyarakat umum.

Berbasis Internasional

Tidak hanya dengan komunitas internal, Unpar juga membina kolaborasi dengan masyarakat internasional untuk menyelenggarakan pengabdian ilmu. Social Enterprise for Economic Development (SEED) Unpar yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keempatnya menjadi ruang belajar bukan hanya bagi akademisi muda Unpar, namun juga bagi mahasiswa dari berbagai penjuru Asia Tenggara. 

Kegiatan yang diinisiasi oleh ASEAN Learning Network (ALN) ini didasari pada rasa empati kepada masyarakat, melihat permasalahan juga potensi lewat kaca mata dan konteks masyarakat lokal. Hasil kegiatan berupa business plan disesuaikan dengan kondisi yang ada, sehingga mudah diadaptasi oleh komunitas tersebut. Di sisi lain, mahasiswa peserta mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu manajerialnya sesuai konteks dan kondisi yang ada di lapangan.

Pengabdian masyarakat sejatinya menjadi muara aplikasi ilmu bagi seorang terdidik. Ilmu menjadi berarti apabila mampu mendukung kehidupan masyarakat. Unpar bertekad untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, sembari mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, agar kiprah Unpar dalam masyarakat semakin dirasakan manfaatnya terutama bagi Bumi Parahyangan.