Home / Berita Terkini / Mengakses Data Hidrologi Global untuk Indonesia Bagian I

Mengakses Data Hidrologi Global untuk Indonesia Bagian I

Pada Senin (18/5/2020), Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (TS UNPAR) menyelenggarakan Webinar bertajuk “Accessing the Global Hydrological Data for Indonesia” bagian pertama. Kegiatan ini membahas data hidrologi standar, perbandingan set data poin vs grid, perhitungan ketidakpastian, dan database akses terbuka lokal dengan mengundang pembicara Steven Reinaldo Rusli. Bidang riset Steven berfokus pada hidrologi (proses resapan air) dan hidrogeologi (pemodelan air tanah).

Steven membahas tentang bagaimana berhadapan dengan data ketika data tersebut tidak ada. Pernah suatu waktu Ia melakukan riset dan beda angka antara paper satu dengan yang lainnya sangat besar sehingga beliau melakukan literature review agar mendapat data hidrologi yang tepat dan terpercaya. Badan organisasi seperti World Meteorological Organization (WMO) yang mempunyai tanggung jawab terhadap data meteorologi memiliki suatu definisi tentang data hidrologi dan berlaku umum di seluruh dunia. 

Data hidrologi di suatu tempat dikatakan langka ketika open access dari WMO pun sulit. Contohnya seperti data hidrologi di Indonesia yang sulit didapatkan karena kegagalan report dari Indonesia ke WMO. WMO juga bekerja sama dengan The UN Food and Agriculture Organization (FAO) memiliki standar data safety processing.

Pencarian Data Hidrologi

Data hidrologi yang baik adalah data yang meng-cover seluruh daerah dan dapat diakses oleh siapapun yang membutuhkan dengan persetujuan terlebih dahulu. Ketika melakukan research, data hidrologi yang sebelumnya sudah ada secara global harus dimasukkan ke database. Selain itu, data yang ada juga harus memiliki informasi mengenai ketidakpastian dan unsur galat yang mempengaruhi (seberapa besar keyakinan terhadap data tersebut).

Pada intinya, pengambilan data harus masuk akal tentang kapasitas untuk mengumpulkan data hidrologi dan mencari kemungkinan alternatif sumber data. Sadarilah dan jika mungkin, kurangi potensi ‘kesalahan’.

Pada pertemuan berikutnya dari webinar ini, para peserta akan belajar tentang menghadapi hal-hal baru seperti format file baru, model baru, kerangka analisis baru, cara mengunduh data hidrologi global, memahami format, bekerja dengan data menggunakan ArcMap, melakukan analisis hidrologi sederhana, dan hasil pasca proses. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)