Home / Berita Terkini / Menefesto 2018: Gelar Produk Mahasiswa dalam Nuansa Vintage

Menefesto 2018: Gelar Produk Mahasiswa dalam Nuansa Vintage

Akhir pekan lalu, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (FE Unpar) kembali menyelenggarakan Menefesto. Penyelenggaraan Menefesto yang kesebelas ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa manajemen, khususnya yang tengah mengambil mata kuliah praktik manajemen serta kewirausahaan.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Vintage Retro and Pop Culture Festival’ kembali diadakan di Bandung Electronic Center selama dua hari, pada 17-18 November 2018. Selain gelar produk, kegiatan diisi dengan berbagai mata acara, seperti gelar wicara, penampilan musik dan kabaret, kompetisi foto dan lain-lain.

Menefesto menghadirkan para pelaku usaha sebagai pembicara gelar wicara seperti Danu Sofwan, Harijanto Suherman dan Anthony Sudarsono. Tidak ketinggalan pula penampilan dari Juicy Lucy dan Rasukma sebagai bintang tamu. Nuansa vintage yang dihadirkan oleh penyelenggara sangat kentara, terutama dengan adanya properti ala vintage yang dapat digunakan oleh pengunjung yang ingin berfoto.

Dalam wawancara dengan Tim Publikasi pada Sabtu (17/11/2018), Dekan FE Unpar Prof. Dr. Hamfri Djajadikerta mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Menefesto. Keterlibatan mahasiswa yang mengintegrasikan teori dan kreasi memberikan dampak positif, baik bagi diri mahasiswa, juga bagi Unpar. “Mungkin suatu saat (Menefesto) akan berkembang menjadi event yang lebih besar,” beliau berharap. “Kita menjadi tuan rumah, kita bisa undang berbagai macam bisnis, dan melibatkan lebih banyak orang lagi,” imbuhnya.

Produk variatif

Produk-produk kewirausahaan yang ditawarkan oleh mahasiswa sendiri bervariasi. Meski didominasi oleh produk busana dan kuliner, namun berbagai inovasi tetap dihadirkan oleh mahasiswa Manajemen Unpar angkatan 2016. Adakalanya, inovasi ini menghasilkan varian produk baru yang unik dan menarik, seperti dalam beberapa konsep yang ditemui Tim Publikasi.

Misalnya saja, produk poncho unik yang ditawarkan oleh Nousa. Poncho yang identik dengan budaya penduduk lokal Amerika ini dihadirkan dengan pola rajut bernuansa Nusantara. Ada juga Blu, sebuah produk tote bag yang merupakan produk upcycled. Di sisi kuliner, mahasiswa meramu kuliner konvensional dengan sentuhan yang khas dan unik. Sebut saja cheesecake mini ala Kyubu, sajian pastri choux dari Delichoux, dan masih banyak lagi.

Tercatat ada dua puluh lima kelompok mahasiswa yang menawarkan produknya dalam ajang tersebut, beserta lima partisipan eksternal. Produk mahasiswa sendiri nantinya akan dinilai berdasarkan berbagai kriteria, termasuk penjualan, oleh juri yang terdiri atas akademisi dan praktisi kewirausahaan.