Home / Berita Terkini / Mendapatkan Pengakuan yang Semakin Luas

Mendapatkan Pengakuan yang Semakin Luas

Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Jawa Barat, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) telah melakukan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) sejak sepuluh tahun terakhir. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menetapkan Unpar dengan peringkat akreditasi A, berdasarkan No. SK 4339/SK/BAN-PT/Akred/PT/XI/2017 dengan status kadaluwarsa hingga 2022. Data tersebut sesuai dengan informasi yang tertera pada laman BAN-PT, banpt.or.id.

Sebelumnya, Unpar menyambut visitasi tim asesor BAN-PT, di Gedung Rektorat, Selasa, 7 November 2017. Tim asesor tersebut terdiri atas empat orang, yaitu Herman Parung, Suhanan, Muhammad Da’i, dan Abdul Rohman.

Kegiatan visitasi dihadiri Rektor Unpar Mangadar Situmorang, jajaran rektorat, kepala biro, lembaga, unit, pegawai, mahasiswa, dan alumni Unpar. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai penilaian lanjutan dari hasil pengisian borang akreditasi sebagai prasyarat APT. Akreditasi ini dilakukan dengan menggunakan data dan informasi pada pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti).

Pemerintah membentuk BAN-PT untuk melakukan dan mengembangkan akreditasi perguruan tinggi secara mandiri. Berdasarkan peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, akreditasi dilakukan setiap lima tahun sekali.

Akreditasi merupakan sistem penjaminan mutu eksternal sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan tersebut bertujuan menentukan kelayakan program studi dan perguruan tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Selain itu, akreditasi ini juga menjamin mutu program studi dan perguruan tinggi secara eksternal, baik di bidang akademik maupun non-akademik untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat.

Pencapaian ini membuktikan komunitas akademik Unpar tumbuh dan berkembang menghadapi tuntutan zaman. Hal ini pun ditunjang berbagai inovasi dan prestasi, baik dari individu maupun institusi yang telah diraih. Lulusan yang dicetak tidak hanya memiliki intelektualitas tinggi, tapi juga memiliki hati nurani.

“Komunitas akademik Unpar selalu mengembangkan ilmu melalui penelitian yang digunakan untuk mengabdi pada masyarakat,” kata Mangadar. Hal ini sesuai dengan sesanti atau wejangan Unpar, yakni Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti. Artinya, berdasarkan ketuhanan menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat.

Mangadar menuturkan pencapaian Unpar tidak lepas dari spiritualitas dan nilai-nilai yang tertanam dalam hati setiap pribadi komunitas akademik Unpar. Spiritualitas dan nilai-nilai dasar Unpar (SINDU) bersumber pada spiritualitas pendiri Unpar, sesanti Unpar, semangat cinta kasih dalam kebenaran kristiani, dan tradisi luhur kebijaksanaan dalam masyarakat tatar Sunda.

Lebih lanjut, Mangadar menjelaskan sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia ini, Unpar memiliki visi dan misi menuju The Great University. “Visi kami menjadi komunitas akademik humanum, yang mengembangkan potensi lokal hingga ke tataran global demi peningkatan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan,” ucapnya.

Humanum adalah kemanusiaan yang utuh dan penuh atau integral, yang setiap pribadinya memiliki sikap hidup untuk menghormati martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan, dengan berlandaskan pada iman, harapan, dan kasih.

Lebih jauh Mangadar mengatakan, atas pencapaian ini juga sesuai dengan sasaran Unpar yang mendapat pengakuan semakin luas baik di tingkat nasional maupun internasional. “Ini tidak terbatas pada akreditasi A dari BAN-PT atau LAM-PT dan internasional saja, tetapi juga menjadi rujukan bagi berbagai pemangku kepentingan (pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat),” tuturnya.

Sumber: Tempo (11-17 Desember 2017)