Home / Berita Terkini / Mencari Solusi Bagi Penataan Transportasi Umum Kota Bandung
Dosen Teknik Sipil Unpar Tri Basuki Joewono menyampaikan paparan dari sisi keilmuan mengenai penataan transportasi umum di Kota Bandung dalam Talkshow Teknik Sipil pada Jumat (29/11)

Mencari Solusi Bagi Penataan Transportasi Umum Kota Bandung

Kota Bandung baru-baru ini terpilih sebagai salah satu kota dengan kemacetan terburuk di Asia. Hal ini tentu bukanlah prestasi, melainkan suatu tantangan bagi pemerintah dan masyarakat. Diperlukan solusi untuk mengatasi kepadatan jalan di Kota Kembang ini, juga mengurangi pemakaian dan emisi kendaraan bermotor. Salah satunya adalah dengan mengoptimalisasi sistem transportasi umum atau massal di Kota Bandung. Padahal, bagi masyarakat setempat, transportasi umum Bandung seakan memiliki ‘momok’ tersendiri, baik dari segi layanan maupun keamanannya.

Hal inilah yang patut dibahas oleh praktisi dan akademisi teknik transportasi guna mencari solusi terbaik dalam mengembangkan mobilitas masyarakat. Jurusan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menjadi tuan rumah talkshow bertajuk “Penataan Angkutan Umum Kota Bandung” di Ruang Audio Visual Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) pada Jumat (29/11). Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Unpar dengan World Resource Institute (WRI) Indonesia, Bloomberg Philanthropies, Institut Sustainable Transport Indonesia, dan Komunitas Transportologi.

Adapun acara dihadiri oleh empat orang narasumber, yaitu Tenaga Ahli Transportasi Perkotaan WRI Indonesia Taufik Adiwianto, Pengamat dan Praktisi Transportasi Bey Arif Budiman, Mobility and Transport Specialist WRI Indonesia Muhamad Rizki, serta dosen Teknik Sipil Unpar Tri Basuki Joewono Ph.D. Selama lebih kurang tiga jam, para pembicara dipandu oleh Sukma Larastiti dari Komunitas  Transportologi selaku moderator membahas berbagai aspek permasalahan transportasi massal bersama peserta yang terdiri dari mahasiswa teknik sipil Unpar, juga mahasiswa dari universitas lain serta pemerhati transportasi di Kota Bandung.

Dari para narasumber, muncul gambaran yang menarik mengenai kondisi transportasi umum di Kota Bandung. Mulai dari aspek ketersediaan sarana, kesesuaian trayek dengan kebutuhan masyarakat, keamanan pengguna transportasi, hingga konsep transportasi ramah lingkungan. Hal-hal ini ditemukan dalam berbagai amatan serta penelitian yang dilakukan oleh para praktisi selaku narasumber talkshow. Fenomena-fenomena ini kemudian diafirmasi secara teoritis. Talkshow dilanjutkan dengan diskusi bersama mahasiswa untuk mencari solusi dalam mengoptimalisasi penggunaan transportasi umum di Kota Bandung.

Dengan kepedulian dari masyarakat khususnya akademisi, diharapkan akan tercetus ide-ide inovatif untuk penataan transportasi umum di Kota Bandung. Hal ini tentu menjadi masukan yang berarti bagi pemerintah, sekaligus mendorong kolaborasi bagi kemajuan kota. (DAN)