Home / Berita Terkini / Menata Keuangan Pribadi Menghadapi Situasi yang Tidak Pasti

Menata Keuangan Pribadi Menghadapi Situasi yang Tidak Pasti

Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Unpar bersama dengan Moduit menggelar webinar bertajuk “Personal Finance 101: Bikin Rencana, Bukan Bencana” pada Jumat, (7/9/2020). Webinar ini merupakan bagian dari Webinar Finance Series yang digarap oleh Prodi Ilmu Administrasi Bisnis Unpar. 

Acara mengundang Stefanus Adi Utomo (Chief Marketing Officer, PT. Moduit Digital Indonesia) selaku pembicara. Dalam webinar ini, pembicara membahas tentang perencanaan keuangan pribadi serta membagikan tips mengenai investasi reksa dana untuk mengantisipasi kondisi perekonomian yang tidak pasti.

Dewasa ini “Sandwich Generation” atau generasi yang terhimpit karena menanggung biaya hidup generasi di atasnya (orang tua) dan generasi di bawahnya (anak-anak) lazim terbentuk. Hal ini disebabkan oleh kegagalan perencanaan keuangan dari generasi sebelumnya yang tidak mempersiapkan kebutuhan akan hari tuanya, sehingga beban finansial yang terlalu berat menjadi sulit untuk diatasi dan berpeluang besar untuk diturunkan ke generasi berikutnya. 

Generasi yang terhimpit akan semakin beresiko untuk menghadapi beban finansial yang lebih besar dengan situasi atau peristiwa yang menyebabkan perekonomian yang tidak pasti. Stefanus menggunakan peristiwa krisis keuangan di tahun 2008 dan penyebaran Virus Corona di tahun 2020 sebagai salah satu contoh resesi global yang dapat menimbulkan bencana bagi individu yang tidak melakukan perencanaan keuangan pribadi dengan baik. 

Lima Tahap

Dalam hal ini, Stefanus menjelaskan lima tahap perencanaan keuangan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi ketidakpastian tersebut. Pertama, memahami situasi keuangan pribadi dengan memposisikan asset atau piutang yang dimiliki berdasarkan standar rasio finansial dan arus kas pribadi. 

Stefanus menekankan kembali pentingnya menyadari perbedaan antara ‘kebutuhan’ dan ‘keinginan’ ketika membahas mengenai situasi keuangan pribadi. “Ada mindset yang harus kita ubah, yaitu kita harus menyisihkan di awal, bukan menyisakan di akhir dari arus kas keuangan kita,” ujar Stefanus.

Kedua, menetapkaj tujuan keuangan dengan membagi tujuan ke dalam tiga bagian, yakni tujuan jangka pendek, seperti anggaran berlibur; jangka menengah, seperti biaya pendidikan anak atau pribadi; dan jangka panjang, seperti keuangan pensiunan.

Ketiga, menyusun strategi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Stefanus memberikan contoh strategi keuangan yang dibagi ke dalam biaya kebutuhan pokok, dana darurat, hiburan serta investasi. 

Stefanus menjelaskan bahwa strategi untuk menabung saja tidak cukup dikarenakan keadaan yang disebut sebagai time value of money, yang merupakan perubahan daya beli dari nilai uang tertentu akibat tingkat inflasi yang terus menggerus nilai mata uang dari waktu ke waktu. 

“Sebenarnya ada beragam strategi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan pendapatan kita, akan tetapi, dengan adanya time value of money, maka kita harus mempertimbangkan investasi dalam strategi keuangan kita,” jelas Stefanus.

Keempat, mengimplementasikan rencana strategi keuangan pribadi. Dalam pemaparannya, Stefanus memberikan tips untuk memulai investasi yang dapat digunakan untuk menyokong dana darurat. 

Peserta diajak untuk mengenal profil risiko investasi terlebih dahulu yang dibagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif berdasarkan tingkat risiko investasinya. “Ingat, investasi itu sifatnya high risk, high return. Jadi, jangan mau diiming-imingi oleh imbal yang tinggi tanpa adanya resiko,” tambahnya. 

Stefanus mengingatkan untuk memperhatikan produk investasi agar sesuai dengan profil risiko dan mencermati perusahaan, platform dan produk yang ditawarkan denagn mengecek legalitas perusahaan yang menawarkan investasi. Terakhir, mengulas kembali rencana keuangan agar selalu menyesuaikan profil keuangan pribadi yang dilakukan secara berkala dalam waktu 6-12 bulan. 

Aplikasi Finansial

Di akhir acara, Stefanus menyarankan untuk memulai investasi dengan asistensi manajer keuangan resmi seperti investasi melalui Moduit, yakni aplikasi finansial yang dapat memfasilitasi transaksi reksa penggunanya. Melalui aplikasi finansial, pengguna dapat menikmati fitur simulasi investasi, proyeksi keuntungan dan prospek dari investasi yang jelas yang disesuaikan dengan profil risiko penggunanya. 

Teknologi yang dimiliki aplikasi finansial tersebut dapat mempermudah penggunanya untuk berinvestasi. Stefanus berharap, penjelasan yang dibawakan dapat memotivasi peserta untuk merencakan keuangannya dan tergerak untuk mulai berinvestasi sebagai tindakan pencegahan bencana keuangan. (MGI/DAN – Divisi Publikasi)