Memupuk Kewirausahaan via “Coaching” dan Riset GEM

Perkembangan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lebih dari 90 persen usaha di Tanah Air adalah pelaku UMKM yang menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja dan sangat berperan dalam ketahanan perekonomian dalam krisis yang terjadi di beberapa belahan dunia belakangan ini.

Penciptaan ketahanan sektor UMKM berkaitan erat dengan penciptaan lapangan kerja, penyerapan modal kredit, dan perencanaan investasi yang baik.

Melihat hal tersebut, perbankan merasa perlu untuk secara paralel melakukan penyaluran kredit yang lancar sekaligus memberikan pendampingan kepada debitur, secara khusus UMKM. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan daya saing UMKM tersebut dan tentu saja berkaitan langsung dengan kelancaran pembayaran pinjaman setiap jangka waktu.

Berdasarkan hal ini, Bank BJB sebagai salah satu bank daerah terbesar di Indonesia merasa perlu untuk bekerja sama dengan Pusat Studi UMKM Unpar−yang disebut Center of Excellence for Small Medium Enterprises Development atau yang disingkat COE SMED−terkait pelatihan bagi manajer-manajer kredit mereka untuk mendapatkan pemaparan dan pelatihan mengenai business coaching.

Dalam pelatihan tersebut, para business coach Unpar memaparkan modul-modul yang menggambarkan proses pendalaman profil bisnis klien, analisis kelayakan, hingga metode pembimbingan klien agar mencapai keunggulan bersaing di bisnis mereka.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian kerja sama Bank BJB dan COE SMED Unpar pada masa mendatang, dan hal itu menunjukkan komitmen Unpar untuk berperan aktif mengembangkan kewirausahaan di Indonesia melalui pakar-pakar yang dimilikinya.

Penguatan Ekonomi Indonesia

COE SMED merupakan pusat studi yang berfokus pada pelaksanaan kegiatan penelitian, pelatihan mengenai dan bagi UKM Indonesia, serta menjalankan fungsi sebagai inkubator bisnis di Indonesia yang didasarkan pada pengembangan keilmuan yang berkelanjutan. Untuk menjalankan perannya dan mengembangkan keilmuan secara berkelanjutan, COE SMED bekerja sama secara strategis dengan berbagai pihak.

Berbagai kegiatan, selain business coaching, juga telah dilaksanakan oleh COE SMED. Sebut saja penelitian nasional kewirausahaan yang dijalankan melalui jaringan atau konsorsium Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang melakukan program penilaian tahunan mengenai kegiatan kewirausahaan, khususnya mengenai aktivitas, perilaku, dan aspirasi penduduk dewasa di Indonesia.

Saat ini, COE SMED melalui GEM telah menerbitkan dua laporan penelitian kewirausahaan di Indonesia dan satu laporan ASEAN yang ditulis bersama-sama dengan tim GEM negara ASEAN lainnya.

Selain kegiatan penelitian melalui GEM, COE SMED menjalankan misinya sebagai pusat studi yang mengembangkan pengetahuan secara berkelanjutan dengan membagi peran sebagai berikut; penciptaan hasil-hasil penelitian dan pemahaman baru, diseminasi hasil penelitian, penerapan keilmuan kewirausahaan, dan pengembangan jejaring kerja sama.

Untuk diseminasi keilmuan hasil penelitian, COE SMED menyelenggarakan seminar internasional dan nasional mengenai kewirausahaan; seminar nasional maupun workshop hasil penelitiannya. Dalam menjalankan perannya untuk menerapkan keilmuan, COE SMED telah mengadakan kompetisi bisnis bagi mahasiswa, pendampingan, maupun pelatihan-pelatihan bagi para UKM Indonesia di samping kegiatan business coach untuk para pendamping UKM.

Dalam penyelenggaraan kompetisi bisnis, pemenang kompetisi bisnis, pemenang kompetisi bisnis telah memperoleh pendampingan secara intensif dan selanjutnya menjadi wirausaha yang mendapat perhatian dari Kadin Jawa Barat.

Dalam membangun jejaring kerja sama, COE SMED mengembangkan kerja sama melalui konsorsium penelitian GEM, melakukan kerja sama dalam wadah ICSB Indonesia maupun menjalankan berbagai nota kesepahaman dengan berbagai lembaga dan instansi pemerintah lain, termasuk dengan beberapa pemerintah kota, lembaga bank lain.

Kegiatan-kegiatan ini merupakan rangkaian dari hal kecil yang dilakukan oleh COE SMED, ikut memberikan peran bagi UKM Indonesia. Dari hal yang kecil ini, COE SMED percaya bahwa awal yang dijalankan dengan penuh keyakinan dan semangat akan mampu membuahkan hasil, yaitu penguatan UKM sehingga lebih berdaya saing dan berkelanjutan yang akan memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi Indonesia.

Sumber : Artikel “Memupuk Kewirausahaan via ‘Coaching’ dan Riset GEM” pada surat kabar KOMPAS – GRIYA ILMU Edisi 8 Desember 2015.

Berita Terkini

UNPAR dan Bank BJB Bersinergi Dorong Pertumbuhan UMKM melalui BJBPreneur

UNPAR dan Bank BJB Bersinergi Dorong Pertumbuhan UMKM melalui BJBPreneur

UNPAR.AC.ID, Bandung – Pada Selasa (20/02/2024), Ruang Multifungsi PPAG Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjadi arena yang ramai oleh kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai sektor dalam acara “BJBPreneur: Future for Sustainability on Campus”. Acara...

UNPAR Raih 3 Gold Winner Anugerah LLDIKTI IV Tahun 2024

UNPAR Raih 3 Gold Winner Anugerah LLDIKTI IV Tahun 2024

UNPAR.AC.ID, Bandung – Universitas Katolik Parahyangan meraih tiga Gold Winner Anugerah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Tahun 2024, yang bertempat di The Grand Krakatau Ballroom pada Senin (19/2/2024) malam. Dalam malam penganugerahan tersebut,...

Kontak Media

Divisi Humas & Protokoler

Kantor Pemasaran dan Admisi, Universitas Katolik Parahyangan

Jln. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141 Jawa Barat

Dec 10, 2015

X